Bolehkah Merayakan Ulang Tahun Anak Menurut Islam?

0
634
Bolehkan merayakan ulang tahun anak

Bolehkan merayakan ulang tahun anak – Perayaan ulang tahun sudah menjadi hal umum dilakukan banyak orang, mulai dari sekedar makan bersama hingga memberi hadiah. Bolehkan merayakan ulang tahun anak dalam Islam? Mengingat tidak sedikit Sobat yang juga kerap merayakan ulang tahun. Perayaan ulang tahun identik dengan pesta hingga tiup lilin yang menyerupai tradisi umat Nasrani.

Hukum Merayakan Ulang Tahun Anak Menurut Pandangan Islam

Nabi Muhammad tidak pernah memerintahkan umatNya merayakan ulang tahun, sehingga tidak ada nilai ibadahnya. Terdapat perbedaan pendapat para ulama tentang perayaan ulang tahun, yaitu:

1.     Merayakan Ulang Tahun Haram Hukumnya

Perayaan ulang tahun anak tidak terlepas dari ibadah atau hanya adat kebiasaan saja. Jika tujuannya untuk ibadah, maka termasuk bid’ah dalam agama. Padahal peringatan dari amalan termasuk sesat. Namun, ketika perayaan ulang tahun hanya sebagai adat, maka terdapat dua sisi larangan. 

–          Hari yang Dirayakan dalam Islam

Dalam Islam hanya mengenal perayaan hari-hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Ketika SObat merayakan hari di luar keau har besar tersebut, maka termasuk sebuah kelancangan. Dalil larangan perayaan ulang tahun bersumber dari hadist berikut ini:

“Sesungguhnya hari ‘Arafah, hari Nahr (hari raya Idul Adha, 10 Zulhijah), dan hari tasyriq adalah hari ‘id kita, umat Islam, yaitu hari makan dan minum.” 1

–          Unsur Tasyabbuh

Selanjutnya, alasan mengapa Islam melarang merayakan ulang tahun anak berkaitan dengan unsur menyerupai. Budaya perayaan ulang tahun sejatinya bukan budaya kaum muslimin. Membuat-buat perayaan merupakan karakter dari orang Yahudi. Pendapat tersebut cukup beralasan karena sesuai dengan hadist berikut ini:

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” 2

2.     Mubah sebagai Wujud Syukur

Hukum perayaan ulang tahun harus lebih Sobat perhatikan dalam tindakan atau aktivitasnya. Ketika anak sedang ulang tahun, ajarkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa dan meningkatkan rasa syukur. Cara Rasulullah merayakan ulang tahun yaitu dengan menjalani puasa. 

Contoh Cara Merayakan Ulang Tahun dalam Islam

Saat merayakan ulang tahun anak, orang tua harus melakukannya dengan penuh kesadaran memperimbangkan ajaran Islam. Berikut ini cara merayakan ulang tahun yang tidak melanggar syariat Islam:

1.     Landasi dengan Rasa Syukur

Mulai merayakan ulang tahun dengan rasa syukur dan ikhlas. Tujuan utama dari perayaan ulang tahun yaitu untuk mensyukuri atas nikmat Allah karena sudah diberi umur. Ajak anak untuk merenungkan segala karunia Allah.

Bolehkan merayakan ulang tahun anak

2.     Menghindari Bid’ah

Meskipun tidak secara eksplisit Islam melarang perayaan ulang tahun, namun sebaiknya menghindari praktik bid’ah. Merayakan ulang tahun dengan cara-cara yang tidak berdasar syariat Islam sebaiknya Sobat hindari. 

3.     Puasa Sunnah

Cara merayakan ulang tahun anak selanjutnya yaitu melakukan puasa sunnah sesuai dengan ajaran Rasulullah. Nabi Muhammad berpuasa di hari Senin sebagai bentuk ras syukur dan menghormati umur yang diberikan oleh Allah SWT. 

4.     Berdoa dan Berzikir

Isi momen ulang tahun dengan berdoa dan berzikir dan ibadah lainnya. Saat berdoa, Sobat bisa berdoa meminta ampunan dan keberkahan adalah cara terbaik. 

5.     Memberikan Kebaikan

Merayakan ulang tahun bisa Sobat lihat sebagai kesempatan untuk melakukan banyak kebaikan. Sebagai bentuk rasa syukur, Sobat bisa melakukan banyak perbuatan baik, seperti menyantuni anak yatim atau bersedekah. 

Cara merayakan ulang tahun anak harus Sobat perhatikan agar tidak melanggar syariat Islam. Pada dasarnya, Islam tidak melarang perayaan ulang tahun, namun jika mengandung unsur bid’ah dan menyerupai harus Sobat hindari. 


  1. (HR. Abu Dawud no. 2419, Tirmidzi no. 773 dan An-Nasa’i no. 3004, hadis sahih) ↩︎
  2. (HR. Abu Dawud no. 4031, hadits shahih) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY