Berpikir kritis menurut Islam ini memang dikenal juga dengan sifat tafakur. Perintah untuk berpikir kritis ini sebenarnya telah terkandung dalam Al-Quran surah Ali Imran ayat 190-191. Allah SWT sendiri senantiasa berfirman:
“Sungguh dalam menciptakan langit dan bumi, pergantian antara malam dan siang merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah). Terutama, bagi orang yang berakal, (yakni) orang yang selalu mengingat Allah sembari berdiri, duduk serta dalam kondisi berbaring, dan memikirkan terkait dengan penciptaan langit serta bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah kau ciptakan semua ini secara sia-sia. Maha Suci Allah, maka lindungilah kami dari seluruh azab neraka yang ada.” 1
Tentang Berpikir Kritis Menurut Islam
Berdasarkan surah Ali Imran diatas, berpikir kritis menurut Islam artinya Sobat Cahaya Islami memikirkan kebesaran Allah SWT. Terutama, pada setiap siang dan malam, umat Muslim sendiri dianjurkan untuk selalu mengingat kebesaran Allah SWT serta harus takut akan siksaan-Nya.
Dalam buku Mizanul Akronim, berpikir kritis menurut Alquran juga dapat dimaknai sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT berdasarkan hati. Hal ini karena akal manusia bisa berpikir secara luas.
Akan tetapi, tetap mempunyai keterbatasan terkait dengan kekuasaan Allah SWT. Hal ini sebagaimana hadits yang disampaikan oleh Rasulullah SAW berbunyi:
“Berpikirlah mengenai ciptaan dan jangan berpikir tentang Pencipta. Hal ini tentunya karena kamu tidak akan mampu untuk memikirkan-Nya sendiri.” 2
Hadits di atas tentunya berbicara tentang ciri khas seorang manusia yang membedakannya dengan makhluk ciptaan Allah lainnya, yakni berpikir. Melalui kemampuan tersebut manusia nantinya bisa mendapatkan berbagai macam kemajuan, kemanfaatan, serta kebaikan.
Manfaat dari Berpikir Kritis


Terdapat beberapa manfaat dari berpikir kritis yang perlu Sobat Cahaya Islami ketahui, diantaranya:
1. Mudah Memahami Sudut Pandang Orang Lain
Berpikir kritis ini nantinya dapat membuat Sobat Cahaya Islami memahami sudut pandang dari orang lain. Tentu, hal ini karena dengan berpikir kritis, maka otak akan lebih fleksibel.
Jadi, nantinya lebih mudah menerima segala pendapat atau ide-ide yang berasal dari orang lain.
2. Menjadi Rekan Kerja yang Baik
Manfaat berpikir kritis lainnya yaitu dapat menjadi rekan kerja yang baik untuk teman maupun kerabat. Hal ini karena dengan berpikir kritis sangat diperlukan di bidang pekerjaan.
Selain itu, berpikir kritis ini nantinya dapat membuat Sobat Cahaya Islami dihormati oleh rekan kerja. Hal ini karena mempunyai pemikiran yang lebih terbuka.
3. Lebih Mandiri
Berpikir kritis akan membuat Sobat Cahaya Islami memiliki sifat mandiri. Hal ini artinya tidak perlu selalu mengandalkan orang lain.


Jadi, saat dihadapkan dengan situasi yang rumit. Tentunya, tidak perlu lagi menunggu keputusan dari seseorang agar bisa menyelesaikan masalah.
4. Mudah Menemukan Peluang Baru
Melalui adanya berpikir kritis, Sobat Cahaya Islami ini bisa saja menemukan peluang yang baru dalam segala hal. Baik itu, dalam dunia pekerjaan maupun usaha.
Hal ini tentunya karena berpikir kritis bisa membuat pikiran jauh lebih tajam. Terutama, dalam hal menganalisa suatu masalah atau keadaan darurat.
Jadi, bisa dikatakan berpikir kritis menurut Islam memang sangat dianjurkan bagi semua Muslim agar bisa menangani permasalahan dirinya sendiri.





























