Bahaya Budaya Instan yang Berdampak pada Cedera Mental

0
343
bahaya budaya instan

Bahaya budaya instan – Salah satu ciri khas dari masyarakat modern, terutama di kalangan remaja yaitu budaya instan. Di era digital saat ini, seluruh hal bisa Sobat akses dengan mudah dan melahirkan ancaman bahaya budaya instan. Fenomena ini tentunya membawa dampak positif maupun negatif, terlebih Sobat harus waspada jika budaya tersebut bertentangan dengan syariat.

Bahaya Budaya Instan Terhadap Masyarakat Menurut Islam

Tradisi atau budaya gotong royong di Indonesia ada setelah Islam masuk. Sebelum itu, leluhur hidup dalam budaya feodal, yakni rakyat jelata tunduk pada penguasa dan melayaninya. Terjadi sekat-sekat sosial sebagaimana dalam tradisi Hindu yang dikenal dengan sistem kasta, sehingga orang-orang tidak bisa berbaur sembarangan.

Budaya dalam Islam dikenal dengan adab yang mengatur etika dan norma-norma para pemeluknya. Adab dalam Islam dapat Sobat temui pada seluruh aspek kehidupan manusia. Tuntunannya langsung dari Allah melalui wahyu kepada RasulNya. 

Ketika budaya instan yang saat ini terjadi memungkinkan remaja lebih produktif untuk mengakses informasi dan pengetahuan. Kemudahan tersebut membantu mengembangkan keterampilan baru serta memperluas wawasan tanpa halangan jarak atau biaya besar. Budaya intanstan ternyata memudahkan komunikasi real time. 

Namun, terdapat bahaya budaya instan salah satunya berkurangnya kesabaran di kalangan remaja. Hal ini terjadi lantaran segala sesuatu tersedia secara instan, sehingga remaja sulit menghargai prosesnya. Tidak heran jika saat ini Sobat banyak menemukan remaja yang memiliki daya juang rendah saat menghadapi tantangan hidup. 

Ketergantungan pada teknologi menjadi masalah serius, contohnya banyak remaja menghabiskan terlalu banyak di depan layar. Budaya instan bagai pedang bermata dua bagi remaja. Sebab, di satu sisi menawarkan produktivitas hingga kemudahan. Sedangkan di sisi lainnya, dampak budaya instan mendorong perilaku konsumtif.

bahaya budaya instan

Sebenarnya tidak ada yang instan, semuanya membutuhkan pengorbanan kualitas. Menjadi sunnatullah bagi manusia diciptakan menjalani hidup dalam rangkaian kerja keras hingga merasa kelelahan sebagaimana ayat:

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” 1

Remaja yang menjadi target bahaya budaya instan harus memahami bahwa manusia harus berusaha keras untuk mensyukuri kesenangan. Selain itu, Sobat harus bersabar atas kesulitan yang terjadi, sebab tak akan lepas dari salah satunya. 

Cedera Mental Akibat Budaya Instan

Sobat sering terjebak ke dalam ketergesa-gesaan sehingga ada kalanya akal sehat sering macet. Hal ini ternyata menimbulkan efek domino, yakni manusia saat ini sering bersikeras harapannya agar segera terwujud. Namun, mereka terkepung pada sejuta penyesalan yang berasal dari akibat-akibat buruk dari harapannya sendiri. 

bahaya budaya instan

Bahaya budaya instan ini menjangkiti sebagian kehidupan manusia modern. Makanan atau minuman cepat saji sekaran ini ternyata membawa dampak besar terhadap kesehatan. Setiap ketergesaan pasti ada andil setan sebagaimana hadits berikut ini:

“Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa-gesa.” 2

Waspada terhadap ketergesa-gesaan karena sumbernya dari setan harus Sobat pahami. Tergesa-gesa juga menimbulkan rasa was-was yang harus Sobat waspadai. Analoginya, seorang atlet mampu mengangkat barbel tanpa cedera berbekal melatih otot-ototnya secara bertahap. 

Jika Sobat tak pernah berlatih, kemudian melakukan hal serupa akibatnya sudah tertebak. Begitu juga dengan mewaspadai bahaya budaya instan dari sudut pandang Islam harus Sobat jadikan landasan. Ketika berubah secara instan tanpa landasan ruhiyah, maka harus bersiap menghadapi cedera mental. 


  1. (QS. al-Balad: 4) ↩︎
  2. (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY