Bagaimana Cara Menyikapi Perubahan Iklim Melalui Pandangan Agama?

0
40
Perubahan iklim

cahayaislam.id – Perubahan iklim ramai dibahas karena menjadi sebuah tema pada Hari Bumi 2022 beberapa hari yang lalu.

Hal ini termasuk isu penting yang harusnya bisa disadari oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Sebab, yang menjadi penyebab utama perubahan iklim adalah aktivitas manusia.

Mulai dari pembakaran bahan bakar fosil, meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Termasuk di dalamnya ada karbon dioksida, metana, serta dinitrogen oksida yang kian meningkat sejak dua ratus tahun yang lalu.

Sedangkan penyebabnya adalah pembuatan energi di mana bisa menghasilkan terjadinya efek rumah kaca. Tak hanya itu, kegiatan manufaktur barang juga disebut bisa menciptakan emisi gas rumah kaca.

Yang sering terjadi adalah pembakaran hutan, penggunaan transportasi serta penggunaan barang elektronik yang berlebihan juga menjadi pengaruh yang menjadikan iklim berubah.

Jika tidak dikontrol dengan baik kedepannya, maka akan memberi dampak pada menurunnya kualitas dan kuantitas air. Lalu perubahan habitat, punahnya berbagai spesies, kerusakan hutan, hingga wabah penyakit yang kian meningkat.

Bagaimana Cara Menyikapi Perubahan Iklim Melalui Pandangan Agama?

Bukan hanya di Indonesia, melainkan di berbagai negara secara global juga mengalami anomali cuaca yang sangat sulit untuk diprediksi.

Dampaknya adalah pada pemanasan global, peningkatan suhu bumi, permukaan air laut yang meninggi dan berakhir dengan terjadinya bencana alam.

Ada korelasi antara nilai agama dengan upaya pelestarian lingkungan. Di mana yang memicu perubahan pada iklim kali ini tak lain berdasarkan ulah manusia itu sendiri.

Perubahan iklim

Padahal, agama Islam telah mengajarkan untuk senantiasa berbuat baik di muka bumi agar keseimbangan antara manusia dan alam bisa terpelihara.

Sebagaimana dalam firman Allah SWT yang berbunyi:

اِنَّا عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْاِنْسَانُۗ اِنَّهٗ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًاۙ

“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,” (QS. Al-Ahzab:72)

Dari ayat di atas maka ada dua hal yang dapat disimpulkan yakni mengenai tanggung jawab kita sebagai makhluk Allah SWT untuk menjaga alam semesta ini. Apa saja?

1.      Menjalankan Amanah

Yang pertama, Allah SWT telah memberikan kepercayaan kepada manusia agar senantiasa menjaga apa yang ada di atas bumi. Bukan hanya itu, bahkan Allah juga meminta kita semua untuk bisa terus memakmurkan seisi ala mini agar semua di dalamnya dapat hidup berdampingan dengan baik dan sejahtera.

Oleh sebab itu, kita harus bisa menjalankan amanah tersebut sehingga apa yang menjadi harapan bersama dapat terwujudkan dengan tanpa adanya jangka waktu.

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 30:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

2.      Sadar untuk Mencintai Alam

Perubahan iklim

Yang kedua, manusia adalah makhluk yang memiliki peran utama dalam melestarikan lingkungan di atas bumi. Jika hingga saat ini, masih sering terjadi masalah dan bencana di alam kita, maka penyebabnya adalah bermula dari diri sendiri.

Sudahkah kita sadar untuk mencintai alam ini?

Jika belum, mulai saat ini mari berpikir dan beranggapan bahwa ala mini adalah bagian dari diri sehingga akan mengurangi sikap yang bisa merusak alam maupun sekitarnya.

Sebab, dengan kesadaran tersebut maka alam akan lebih bisa dihargai dan dijaga kemakmurannya.

Demikian di atas adalah ulasan mengenai cara menyikapi perubahan iklim melalui pandangan agama Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY