April Mop, Haruskah Umat Muslim Ikut Merayakannya?

0
651
April Mop

April Mop – Menjelang awal bulan April, fenomena umat rayakan April Mop di kalangan muslimin bukan hal yang langka.

Apalagi ditambah dengan melejitnya kecanggihan teknologi sekarang, perayaan tersebut malah menjadi trend dan banyak yang melakukannya.

Sobat Cahaya Islam, merayakan April Mop bukanlah hal yang diajarkan dalam Islam. Apalagi bila mengajak umat lainnya untuk merayakan.

Tentu, fenomena tersebut perlu dikaji ulang agar para generasi tidak sampai terjerumus pada aktivitas yang belum tentu datang dari Islam.

Apa itu April Mop?

Umumnya, April Mop seringkali dijuluki sebagai hari membuat kebohongan lelucon alias April Fool’s Day. Terkadang juga ada pernyataan seperti truth or dare.

Truth dilakukan dengan memberikan pernyataan sejujur – jujurnya terkait pertanyaan apapun yang diberikan oleh teman atau saudara dekat yang mengadakan april mop tersebut.

Jawaban yang diberikan harus merupakan jawaban jujur kendati pertanyaannya termasuk hal yang sangat sensitif sekali.

Namun jika memilih dare, maka tantangan apapun akan diberikan oleh teman atau sahabat para Sobat Cahaya Islam. Terkadang tantangan yang diberikan merupakan hal yang mustahil dilakukan. Lantas bagaimana Islam memandangnya?

Idealnya, segala sesuatu yang ada di dalam Islam termasuk perayaan tentu berdasar dalil yang shahih.

Seperti adanya perayaan hari raya Idul Fitri, Idul Adha maupun perayaan awal Ramadhan. Sedangkan perayaan hari kebohongan, tentu tidak ada.

2 Fakta April Mop Tidak Perlu Dirayakan

Sebagai umat muslim, setiap amalan yang dilakukan tentu perlu disesuaikan dengan bagaimana Rasulullah mengajarkan. Berikut beberapa fakta terkait kegiatan April Mop diantaranya yakni :

1. Tidak ada Dalil

Perlu dipahami, bahwa segala amalan tentu memiliki dasar khusus bahkan sekedar masuk ke kamar mandi saja. dari bangun tidur pun, ada amalan yang memang perlu dilakukan misalnya dengan membaca do’a bangun tidur dan hal yang berkaitan dengan aktivitas Rasulullah yang boleh dilakukan hambanya (jibiliyah). Sedangkan aktivitas khusus Rasulullah (non-jibiliyah) tidak perlu untuk diteladani.

April Mop sendiri bukan aktivitas yang perlu diteladani. Malah seharusnya tidak perlu ditiru sebab tidak memberikan kebermanfaatan.

Malah generasi perlu diberikan teladan terkait pentingnya menjadi seseorang yang berkelakukan baik dan belajar jujur kepada orang lain. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Ahzab ayat 21 yakni :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Artinya : Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.

2. Mengajarkan Generasi untuk Berbohong

Sobat Cahaya Islam, tahukah? Aktivitas April Mop ternyata dapat menyebabkan generasi terbiasa untuk berbohong. Padahal bohong bukanlah hal yang baik.

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya : Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya

Di dalam Islam sendiri berbohong bisa memiliki kedudukan yang mulia dan buruk. Sisi kebohongan yang mulia boleh dilakukan apabila bertujuan untuk mendamaikan pertikaian antar saudara, keluarga mapun pasangan suami istri.

Sedangkan bohong yang buruk merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan dengan sengaja di luar fakta yang terjadi, dan tidak ada urgensitas syar’i di dalamnya.

Oleh karena itu, aktivitas bohong menjadi aktivitas yang buruk. Jika terus dibiarkan, maka akan menjadikan generasi muslim rusak dan kehilangan jati diri sebagai umat yang ramah.

Nah sobat Cahaya Islam, demikian ulasan berkaitan dengan April Mop dan bagaimana seharusnya umat muslim menyikapi. Semoga ulasan ini bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY