Apa itu karmin – Di dunia ini banyak sekali zat yang bisa menjadi pewarna pada makanan. Salah satu zat yang belakangan populer di kalangan masyarakat Indonesia ada karmin. Lantas tahukah Sobat Cahaya Islam apa itu karmin sebenarnya?
Karmin adalah salah satu zat pewarna yang bisa Sobat temukan di produk makanan ataupun kosmetik. Awalnya, zat tersebut diklaim halal dan boleh dipakai untuk pewarna alami makanan dan kosmetik sekalipun. Namun baru-baru ini ada kontroversi tentang zat pewarna karmin di Indonesia.
Mengetahui Apa Itu Karmin?
LBM atau Lembaga Bahtsul Masail Jawa Timur menghimbau agar warga NU tidak mengkonsumsi produk yang terkandung Karmin karena dinilai haram. Katib Suriyah PWNU Jawa Timur pun menuturkan agar menghindari makanan atau make up dengan kode 120. Diketahui, kode 120 merupakan kode bahwa produk tersebut menggunakan zat karmin.
Lalu apa itu karmin dan mengapa hukumnya menjadi haram? Haramnya karmin ditetapkan dari hasil kajian LBM PWNU Jatim berdasarkan Jumhur Syafi’iyyah. KH Romadlon Chotib selaku Katib Suriyah PWNU pun mengatakan alasan mengapa karim menjadi haram karena terkandung najis di dalamnya.
Ia menjelaskan hukum najis salah satunya karena ada unsur bangkai atau hasyarat serangga. Walaupun pada proses pengolahannya, wujud itu sudah tidak terlihat lagi. Menurutnya, serangga itu berasal dari hama pohon dan merupakan sesuatu menjijikan yang terdapat di dalam zat pewarna karmin.
Makanan Haram dalam Pandangan Islam
Sobat Cahaya Islam, setelah mengetahui apa itu Karmin dan hal yang membuatnya menjadi haram, hendaknya Sobat lebih berhati-hati. Memang pihak dan pemerintah masih menetapkan bahwa karmin hukumnya halal, tidak ada salahnya Sobat menghindarinya.
Agama islam mengatur semua aspek kehidupan termasuk dalam makanan dan minuman. Pasalnya makanan tersebut akan menjadi darah dan daging manusia.
Selain itu, makanan juga berpengaruh terhadap hati dan pikiran manusia. Untuk itulah, islam menetapkan beberapa makanan yang halal dan haram untuk manusia konsumsi. Sebaiknya, Sobat menaati hukum tersebut dan tidak mengkonsumsi makanan atau zat yang hukumnya haram.
Akibat Mengkonsumsi Makanan Haram
Sobat Cahaya Islam, penting untuk Sobat ketahui beberapa akibat dari mengkonsumsi makanan yang haram dalam pandangan islam:
1. Doanya Tidak Terkabul
Orang yang mengkonsumsi makanan haram mengakibatkan Allah SWT tidak mendengar dan mengabulkan doa-doanya. Tentu saja, akibat tersebut sangat mengkhawatirkan, mengingat Sobat semua perlu bergantung dan memohon kepada Allah SWT. Ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:
“Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 1015]


2. Tidak Diterima Amalannya
Siapa saja umat islam yang memakan makanan haram, maka Allah SWT tidak menerima amal ibadahnya. Allah SWT tak akan menerima amal ibadahnya sampai waktu 40 hari. Ini sebagaimana yang tertuang dalam:
لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلاَ صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ
“Tidaklah diterima shalat tanpa bersuci, tidak pula sedekah dari ghulul (harta haram).” (HR. Muslim, no. 224).
3. Bisa Membawa ke Neraka
Makanan haram yang Sobat makan akan berubah menjadi daging. Namun daging tersebut bisa membawa Sobat ke neraka. Ini seperti sabda Nabi Muhammad SAW tentang orang yang memakan makanan haram:
مَنْ نَبَتَ لَحْمُهُ مِنَ السُّحْتِ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ
“Siapa yang dagingnya tumbuh dari pekerjaan yang tidak halal, maka neraka pantas untuknya.” (HR. Ibnu Hibban 11: 315)


Sobat Cahaya Islam, lihatlah sangat bahaya mengkonsumsi makanan haram dalam hidup di dunia dan di akhirat kelak. Dengan mengetahui apa itu Karmin, Sobat bisa saja terhindar dari akibat-akibat tersebut.































