Ancaman Gempa Bumi Megathrust, Misteri Azab Al Ankabut Ayat 27

0
103
gempa bumi megathrust

Ancaman Gempa bumi megathrust – BMKG mengingatkan kembali keberadaan ancaman gempa bumi megathrust yang mengepung wilayah Indonesia, khususnya pada 13 zona. Meskipun tak dapat diprediksi kapan terjadinya, namun potensi pelepasan energi pada zona tersebut menjadi catatan penting. Apakah gempa bumi merupakan bentuk azab Allah terhadap orang-orang zalim?

Haruskah Mempersiapkan Diri Menghadapi Ancaman Gempa Bumi Megathrust?

Jumlah zona megathrust yang mengelilingi wilayah Indonesia bertambah banyak. Bahkan ada penambahan zona yang dapat memicu gempa besar serta terjadinya tsunami. Dari hasil kajian para pakar, terdapat 11 segmen gempa bumi megathrust yang berada di wilayah Indonesia, sedangkan tiga lainnya ada di FIlipina. 

Penambahan yang paling menonjol yakni identifikasi zona megathrust Cotabato Trench. Meski secara geografis berada di wilayah Filipina, namun zona ini menjadi sumber gempa yang dekat dengan kepulauan Talaud. 

Pandangan Islam Tentang Gempa Bumi Sebagai Azab

Topik gempa bumi megathrust kembali menjadi perbincangan hangat lantaran BMKG memberi peringatan Sobat hanya tinggal menunggu saja terjadinya. Banyak orang mulai merasakan keresahan dan banyak yang mulia mempersiapkan diri jika suatu saat fenomena alam tersebut terjadi.

Jika secara umum persiapan yang menjadi hal utama, berbeda halnya dengan pandangan Islam. Jauh sebelum megathrust, ribuan tahun lalu pernah terjadi gempa dahsyat sebagai bentuk azab dari Allah kepada orang-orang zalim yang terekam dalam ayat berikut ini:

Maka mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.” (Surah Al Ankabut ayat 37)

Ayat ini merujuk pada ciri khas dakwah dari Nabi Syuaib pada kaumnya. Madyan, kaum Nabi Syuaib merupakan orang-orang yang kerap berbuat maksiat. Salah satu kejahatan yang paling mencolok yakni culas. Kebiasaan culas sekaligus berbuat maksiat tak juga hilang walaupun sudah mendapatkan pencerahan dari Nabi Syuaib.

Mereka tetap mendustakan dakwah, sehingga Allah murka kepada mereka. Azab yang menimpa kaum Madyan yakni gempa dahsyat, sehingga membuat wilayah mereka tergundang dan hilang bagai ditelan bumi. 

Gempa Bumi Tak Sekedar Peristiwa Alam

Adakah keterkaitan gempa bumi megathrust dengan ulah manusia? Jawabannya bisa saja terjadi demikian, sebab banyak ayat Al Qur’an maupun hadits yang memberitakan kejadian yang menimpa manusia merupakan akibat dari ulah buruk. Allah mengingatkan hambaNya melalui banyak hal, seperti gempa bumi.

gempa bumi megathrust

Sebagaimana kisah kaum Luth yang membangkang dan mendapatkan hukuman bencana alam hebat. Salah satu pemikiran bahwa gempa bumi megathrust bukan hanya bencana alam biasa berkaitan erat dengan salah satu hadits berikut ini:

Hai orang-orang Muhajirin, lima perkara, jika kamu ditimpa lima perkara ini, aku mohon perlindungan kepada Allah agar kamu tidak mendapatkannya. Tidaklah muncul perbuatan keji (Zina,merampok, minum khamr, judi, dan lainnya) pada suatu masyarakat, sehingga mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali akan tersebar penyakit-penyakit lainnya yang tidak ada pada orang-orang sebelum mereka. Dan tidaklah mereka menahan (tidak mengeluarkan) zakat hartanya, kecuali hujan dari langit juga akan ditahan dari mereka. Seandainya bukan karena hewan-hewan, manusia tidak akan diberi hujan. Tidaklah orang-orang mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan disiksa dengan kezhaliman pemerintah, kehidupan yang susah, dan paceklik. Dan selama pemimpin-pemimpin (negara, masyarakat) tidak berhukum dengan kitab Allah, dan memilih-milih sebagian apa yang Allah turunkan, kecuali Allah menjadikan permusuhan yang keras di antara mereka” (HR Ibnu Majah, ash-Shahihah no. 106).

Namun, sebaiknya Sobat memaknai musibah menjadi dua sikap. Untuk diri sendiri ketika mendapatkan musibah, maka harus melakukan introspeksi diri. Jangan hanya mengaitkan bahwa musibah yang menimpa kaum muslim dengan perbuatan dosa. Teguran Allah kepada manusia bisa berubah menjadi lebih baik dengan beribadah. 

Begitu juga orang lain yang mendapatkan musibah, maka harus melihatnya sebagai sunatullah. Peristiwa alam, seperti gempa bumi terjadi lantaran faktor alam. Jangan membumbuinya dengan prasangka aneh dan mengaitkannya dengan para korban bencana merupakan pelaku maksiat. 

Dalam peringatan ancaman gempa bumi Megathrust, Sobat harus melihat faktor alami penyebab gempa. Selain itu, harus juga ada penanganan dan bagaimana cara untuk meminimalkan risiko.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY