Al Haya’ – Sifat Mulia yang Harus dimiliki Orang Beriman

0
677

Memiliki karakter pemalu bukanlah suatu hal yang buruk. Memang sih memiliki sifat yang talkative dan gampang berbaur dengan banyak orang terlihat sangat keren dan menarik. Namun, itu bukan berarti bahwa orang yang memiliki sifat pemalu adalah orang yang tidak keren dan bagus. Bahkan, sikap pemalu ini bahkan merupakan salah satu cabang dari keimanan lho.

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، عَنْ سُفْيَانَ، قَالَ وَحَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً أَفْضَلُهَا لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَوْضَعُهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

Dalam hadits riwayat Nasa’i 5005 dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa keimanan itu memiliki sekitar tujuh pulih cabang. Cabang yang paling mulia ialah Syahadat dan yang paling rendah adalah menyingkirkan benda yang membahayakan di jalan. Dan sifat malu adalah salah satu cabang dari keimanan. Tetapi kita perlu menggaris bawahi disini, bahwa maksud dari sifat pemalu yang dimaksudkan dalam hadits sebagai salah satu cabang keimanan bermakna sangat luas. Berikut contoh-contoh makna pemalu tersebut:

Malu yang dekat dengan refleksi diri atas dosa-dosa

Salah satu contoh sifat malu yang merupakan cabang dari keimanan adalah karakter malu yang dekat dengan definisi tentang refleksi diri atas dosa-dosa. Seseorang yang malu kepada Allah karena merasa memiliki banyak kesalahan-kesalahan dan dosa yang diperbuat sebagai hamba Allah yang menginginkan surga-Nya di akhirat kelak. Itulah yang dimaksudkan sebagai sifat pemalu yang dianggap sebagai cabang keimanan.

Malu atas dasar ketaqwaan seorang hamba kepada Allah

Dizaman sekarang banyak nih kasus dimana orang-orang dengan sombongnya dan tidak tahu malu memposting perbuatan-perbuatan dosanya di sosial media. Update status dengan menampakkan foto sedang minum minuman keras atau main wanita yang merupakan larangan Allah dan Rasul. Contoh lain atas malu yang merupakan cabang dari keimanan adalah malu atas dasar ketaqwaan kepada Allah.

Orang yang beriman pastilah memiliki perasaan malu kepada Allah bila dia hendak melakukan dosa atau melanggar hukum-Nya. Tentu dia akan sangat berhati-hati dan diliputi rasa khawatir dalam setiap langkah dan perbuatan di dalam kehidupannya. Sifat pemalu yang di dasari ketaqwaan inilah yang pada akhirnya akan menciptakan budaya mutawari’ dalam diri seorang muslim yang beriman.

Membiasakan sifat pemalu untuk melaksanakan syariat Allah

Berbicara contoh sifat pemalu sebagai salah satu cabang keimanan yang ketiga ini, contoh paling mudah adalah yang ditujukkan kepada kaum hawa. Karakter pemalu yang dibiasakan guna melaksanakan syariat Allah adalah misalnya wanita yang merasa malu untuk terus-menerus mengumbar auratnya, dan memutuskan untuk mengenakan pakaian Syar’i sesuai ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Sifat malu atas dasar niyat untuk melaksanakan syariat Allah seperti ini juga merupakan karakter pemalu sebagai cabang keimanan.

Contoh lain adalah dalam bersedekah dan berderma. Seperti yang pernah kami ulas dalam artikel berjudul telur cicak dan burung unta (DISINI). Yang menjelaskan bahwa seharusnya orang yang memiliki rezeki sebesar telur burung unta seharusnya “malu” bila hanya bersedekah sebanyak orang yang hanya memiliki rezeki sebesar telur cicak. Orang yang memiliki sikap malu dalam menjalankan syariat Allah untuk bersedekah seperti ini pula yang dimaksudkan dalam cabang keimanan. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!