Mengatasi Toxic Relationship dengan Prinsip Keadilan dari Rasulullah

0
871
Mengatasi Toxic Relationship dengan Prinsip Keadilan dari Rasulullah

Mengatasi toxic relationship – Kemarin tim cahaya islam baru bantuin aduan salah satu teman kami. Sebut saja namanya “Santi” (nama samaran) lah ya. Ceritanya kita nganterin dia ke Kepolisian dan minta rujukan rekomendasi untuk prosedur Visum. Kisah rumah tangga Santi yang ia inginkan memiliki kisah yang indah ternyata berujung pada rasa pahit. Suaminya yang gila kecanduan judi online dan tidak menafkahi dia dan anak anaknya. Bahkan bila kegiatan haramnya tersebut tidak berjalan lancar. Santi kerap mendapatkan perlakuan kasar dan kekerasan. Pengecut macam apa yang berani beraninya main tangan pada wanita yang lemah!! Kami geram, dan akhirnya kami ajak dia untuk mengurus visum.

Sebenernya kisah pilu dari hubungan beracun (Toxic Relationship) ini buanyaak banget di sekitar kita. Santi adalah salah satu yang bisa kita bantu. Ngeri juga membayangkan kemungkinan ada mereka saudari kita yang memendam rasa sakit seperti ini. Tanpa ada jalan keluar dan bantuan. Hal ini sebenernya memiliki satu kata kunci: KEADILAN

Karena emang nihilnya keadilan yang ada atas perilaku perilaku demikian. Banyak sekali hal buruk seperti ini terjadi. Padahal islam sendiri adalah agama yang menjunjung tinggi keadilan pada umatnya. Nah, Mengatasi toxic relationship dengan prinsip keadilan seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam Islam melibatkan beberapa langkah. Langkah yang gak cuma mencakup tindakan praktis. Namun tentunya juga spiritual. Kita rangkum beberapa disini ya:

Suami & Istri Harus Saling Memahami dan Menghormati Hak dan Kewajiban Masing Masing

أَلاَ إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسَائِكُمْ حَقًّا وَلِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقَّا

Hadits Ibnu Majjah nomor 1501 ini jelas mengatakan bahwa ada hak dan kewajiban pada suami dan istri satu sama lain.

Dalam perjalanan Bahtera Rumah Tangga. Memang pada dasarnya tricky ya, karena harus mengadaptasikan 2 insan dari latar yang berbeda. Namun kita tahu betul bahwa dalam Islam, suami dan istri memiliki hak dan kewajiban yang harus dihormati dan dipenuhi. Suami berkewajiban untuk memberikan nafkah, perlindungan, dan kasih sayang kepada istri. Istri berkewajiban untuk taat dan mendukung suaminya dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan syariat. Inget ya kuncinya: Hal Hal yang Tidak Bertentangan dengan Syariat

Kunci utama ini tentu berlaku untuk kedua pihak ya. Suami dan istri pun sama. Masing masing harus saling mengerti dan bertanya pada diri sendiri: Apakah aku sudah memenuhi Kewajiban dan sudah mendapatkan Hak ku? – Jawaban dari pertanyaan ini akan berlanjut pada langkah selanjutnya.

Mengatasi Toxic Relationship: Bila ada yang Mengganggu Hubungan, Wajib Komunikasi yang Baik dan Terbuka

Setelah satu sama lain saling introspeksi diri terkait hak dan kewajiban masing masing. Selanjutnya bila merasa ada yang kurang atau bisa bersama mengusahakan agar lebih baik maupun untuk menyelesaikan masalah. Sobat cahaya islam bisa tempuh melalui komunikasi yang baik, terbuka, dan penuh dengan rasa hormat. Itu adalah kunci dalam mengatasi konflik kalo kata banyak psikolog dan konsultan hubungan manusia. Hindari saling menyalahkan dan berusaha mendengarkan satu sama lain dengan sabar.

Disini Ego harus sama sama turun. Gak bisa sama sama naik ya. Misal jelek jeleknya dalam komunikasi itu belum ketemu titik terang dan solusi. Sobat bisa juga kok libatkan orang lain yang bisa dipercaya. Yang jelas orang itu haruslah memiliki kebijaksanaan yang tinggi. Dalam Al Quran juga dijelasin kok. Intinya untuk menemukan titik Keadilan itu.

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَٱبْعَثُوا۟ حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِۦ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَآ إِن يُرِيدَآ إِصْلَٰحًا يُوَفِّقِ ٱللَّهُ بَيْنَهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا

“Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam (juru damai) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami isteri itu.” (QS. An-Nisa: 35)

Hal ini juga termasuk dalam misalnya sobat cahayaislam mencari bantuan dari konselor, mediator, atau orang yang dipercaya dalam komunitas dapat membantu menemukan solusi yang adil dan bijaksana ya. Ada banyak sekali psikolog yang menerima konseling pernikahan. Dan untuk beberapa orang itu working dan pada akhirnya Rumah tangga menjadi lebih baik.

Yang Jelas, Hindari Kekerasan: Perlakuan Kasar, Kekerasan Fisik, Verbal dan Sejenisnya

Jangan salah ya, kekerasan bisa terjadi baik kepada Wanita maupun laki laki. Tindakan demikian tidak bisa kita benarkan. Tidak peduli secara aspek gender. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperlakukan orang lain dengan adil dan penuh kasih sayang. Kekerasan fisik atau verbal tidak dibenarkan dalam hubungan apapun. Kalo pasangan sobat udah mulai main tangan atau melakukan penganiayaan. Hal yang utama untuk mengatasi toxic relationship ini adalah mencari bantuan. Baik untuk meredam tindakan tersebut atau tindakan untuk melindungi sobat secara pribadi. Bantuan hukum juga mungkin perlu untuk mengatasi hal ini.

Mengatasi Toxic Relationship, Istikharah & Relakan dengan Langkah Tegas Bila Perlu

Kami tahu pada titik ini keadaan sudah berat. Tapi apa daya, bila sudah sampai pada tahap kekerasan maka sudah bisa kita simpulkan bahwa jalan keadilan seperti prinsip Rasulullah udah kelewat jauh. Meski berat, sobat cahaya islam harus tetap melibatkan Allah dalam setiap langkah. Memohon petunjuk kepada Allah melalui doa dan sholat istikharah untuk mendapatkan jalan keluar terbaik dari masalah yang sobat hadapi dalam hubungan.

Perceraian sebagai Jalan Terakhir – Jika semua usaha telah usai sobat lakukan namun tidak ada perubahan positif. Islam memperbolehkan perceraian sebagai jalan terakhir untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Namun, ini harus dilakukan dengan cara yang baik dan penuh rasa hormat.

Terkadang jalan yang kita tempuh tidak selalu mulus. Kita tahu itu. Dan dengan mengikuti prinsip-prinsip keadilan seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ini tentu juga berarti siap dengan tegas mengambil keputusan yang mungkin sulit. Segala sesuatu harus kita lakukan dengan cara yang bijaksana dan penuh kasih sayang tentunya untuk mengatasi toxic relationship seperti itu.

Prinsip keadilan mungkin adalah cara terbaik dari ajaran Rasulullah untuk mengatasi toxic relationship. Islam pada dasarnya memberikan banyak sekali referensi dan banyak solusi yang baik untuk mengatasi banyak problematika di zaman modern. Dan yup! Al Quran dan Hadits masih sangat relevan dalam kehidupan sekarang. Hanya saja kita perlu lebih cermat untuk mengaplikasikan banyak hal yang Allah dan Rasul ajarkan dalam islam pada kehidupan kita. Semoga kita selalu Allah jauhkan dari toxic relationship ya. Aamiin

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY