6 Penyebab Doa Tidak Dikabulkan dalam Jami’ul ‘Ulum wal Hikam

0
5
penyebab doa tidak dikabulkan

Penyebab doa tidak dikabulkan – Bagi seorang muslim, doa adalah sarana utama untuk mencurahkan isi hati, memohon pertolongan, sekaligus menjadi inti dari ibadah. Namun, dalam realitasnya, banyak hamba yang merasa permohonannya tidak kunjung diijabah karena mengabaikan faktor penyebab doa tidak dikabulkan. 

Penyebab Doa Tidak Dikabulkan 

Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa merupakan bentuk penghambaan yang tinggi sebagaimana hadits berikut ini:

penyebab doa tidak dikabulkan

Ketika sebuah permohonan terasa terhambat, apa yang Sobat pikirkan? Imam Ibnu Rajab dalam kitab Jami’ul ‘Ulum wal Hikam mengidentifikasi enam perkara utama yang menjadi penghalang bagi terkabulnya permohonan:

1. Mengonsumsi Barang Haram

Menjaga diri dari konsumsi barang haram, baik berupa makanan, minuman, pakaian, maupun fasilitas lain adalah syarat mutlak bersihnya sebuah doa. Rasulullah mengajarkan bahwa dengan memperbaiki makanan, maka doa-doa Sobat akan dikabulkan Allah. 

Fakta di lapangan, status haram ini terbagi dua yakni haram pada zatnya seperti bangkai dan babi. Selain itu, haram juga berlaku pada cara memperolehnya, contohnya hasil mencuri, korupsi, atau judi. Membiarkan unsur haram masuk ke dalam tubuh merupakan faktor mendasar penyebab doa tidak dikabulkan.

2. Melalaikan Kewajiban Syariat

Hak seorang hamba untuk didengar doanya berbanding lurus dengan kepatuhannya dalam menunaikan kewajiban. Seseorang yang gemar meninggalkan shalat atau puasa termasuk mengabaikan hak Allah SWT. 

Ibnu Rajab mengutip riwayat di mana Allah berfirman kepada Nabi Musa AS mengenai seorang hamba yang berdoa hingga tangannya putus. Doa tersebut tidak didengar karena hamba tersebut tidak memperhatikan hak-hak Allah. Kelalaian atas syariat ini menjadi penyebab doa tidak dikabulkan yang sering tidak Sobat sadari.

3. Minimnya Amal Saleh

Amal saleh berfungsi sebagai peluncur yang mengantarkan doa menuju ridha Allah SWT. Wahb bin Munabbih menganalogikan doa tanpa amal saleh seperti memanah tanpa tali busur. Sebab, pada hakekatnya, Amal saleh itu dapat menyampaikan doa. 

Ketiadaan kontribusi amal saleh menjadi penyebab doa tidak dikabulkan berikutnya. Bertolak belakang dengan kisah tiga orang yang selamat dari terkunci di dalam gua karena bertawasul menggunakan amalan terbaik mereka.

4. Kurangnya Sikap Wara’

Wara’ adalah sikap berhati-hati terhadap perkara yang syubhat atau samar-samar dan haram. Sahabat Umar bin Khattab menyatakan bahwa dengan bersikap wara’ dari apa yang dilarang, Allah SWT akan menerima doa dan tasbih seorang hamba. 

penyebab doa tidak dikabulkan

Mengabaikan kehalalan aspek penunjang hidup pribadi dan keluarga secara langsung menutup jalur komunikasi spiritual dan menjadi penyebab doa tidak dikabulkan.

5. Sikap Lupa Daratan

Sebagian manusia memiliki tabiat hanya mengingat Allah SWT saat mengalami kesulitan, namun langsung berpaling ketika ujian tersebut diangkat. Ketidakkonsistenan spiritual ini tergambar dalam syair ulama salaf. 

Ia mempertanyakan bagaimana seseorang bisa mengharapkan ijabah doa jika jalannya telah disumbat oleh dosa-dosa sekuler saat mereka senang.

6. Gemar Melakukan Maksiat

Perbuatan dosa dan maksiat yang Sobat lakukan secara terus-menerus bertindak sebagai virus yang melemahkan daya doa. Ulama salaf mengingatkan agar seorang hamba tidak mengeluhkan keterlambatan jawaban atas doanya. Sementara dirinya sendiri aktif menutup pintu-pintu langit dengan kemaksiatan yang diperbuatnya sehari-hari.

Memahami penyebab doa tidak dikabulkan, akan membantu seorang muslim lebih sungguh-sungguh dalam beribadah. Bisa jadi jika sudah berdoa dengan khusuk, namun belum juga terwujud, maka harus merenung dan intropeksi diri. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY