Memahami 4 Adab Memberi Hadiah Menurut Islam

0
11
adab memberi hadiah

Adab memberi hadiah – Memberikan sesuatu kepada orang terdekat atau sahabat selalu berhasil menghadirkan senyuman. Dalam syariat, aktivitas menyenangkan ini bukan sekadar tradisi sosial, melainkan ibadah yang sangat dianjurkan. Agar esensi kebaikan ini tersampaikan dan bernilai pahala, Sobat wajib memahami adab memberi hadiah menurut Islam.

Adab Memberi Hadiah Menurut Islam

Secara garis besar, Syekh Zakariyya Al-Anshari dalam kitab Asnal Mathalib menjelaskan bahwa hadiah merupakan penyerahan hak milik berupa harta benda tanpa ganti rugi. Jadi, poin utamanya adalah ikram atau memuliakan seseorang atas jasa, kedudukan, atau kesalehannya.

Lahu, bagaimana cara agar hadiah yang Sobat berikan benar-benar berkesan dan membawa berkah? Menjawab hal ini, Imam al-Ghazali dalam kitab al-Adâb fî al-Dîn merumuskan panduan penting mengenai adab memberi hadiah menurut Islam yang terbagi menjadi empat poin utama:

1. Menghormati dan Memandang Utama sang Penerima

Langkah pertama dalam adab memberi hadiah menurut Islam adalah menaruh rasa hormat kepada orang yang Sobat beri. Sebab, memberikan hadiah berbeda dengan ketika umat Muslim bersedekah. Jika sedekah berlandaskan rasa iba terhadap kondisi ekonomi seseorang, maka hadiah lahir dari rasa kagum atau hormat.

Bagaimana jika orang yang ingin Sobat muliakan tersebut kebetulan sedang kesulitan secara ekonomi? Sobat tetap bisa memberinya hadiah, asalkan niat di dalam hati adalah untuk mengapresiasi dan memuliakannya, bukan karena kasihan. 

Secara esensi fiqih, keduanya memang sama-sama sunnah, tetapi secara dampak sosial, hadiah memiliki nilai kehormatan yang lebih tinggi bagi penerimanya.

2. Tampilkan Wajah Berseri dan Bahagia saat Menyerahkan

Pernahkah Sobat menerima pemberian dari seseorang yang cemberut atau terlihat keberatan? Hadiah hukumnya sunnah dan bukan paksaan, sudah seharusnya Sobat menampakkan ekspresi gembira yang tulus. 

adab memberi hadiah

Menunjukkan rasa senang saat menyerahkan sesuatu adalah bagian krusial dari adab memberi hadiah menurut Islam. 

Senyuman dan keramahan adalah sinyal bahwa pemberian tersebut lahir dari lubuk hati yang paling dalam, sekaligus mempererat ikatan emosional.

3. Jaga Hati dengan Bersyukur Kepada Allah

Jika senyuman adalah bentuk hubungan baik antar sesama manusia, maka rasa syukur di dalam hati adalah bentuk interaksi kita dengan Allah. Ketika melihat orang yang akan Sobat  beri hadiah, jangan lupa ucapkan syukur.  Sebab, tidak semua orang diberikan kelapangan rezeki dan kelembutan hati oleh Allah untuk bisa berbagi. 

Sadarilah bahwa bisa membahagiakan orang lain adalah sebuah nikmat dan taufik yang luar biasa besar yang patut disyukuri.

4. Ikhlas Tanpa Pamrih, Berikan yang Terbaik

Poin terakhir dari adab saat memberi hadiahadalah menjaga keikhlasan, berapapun nilai barang yang diberikan. Hadiah yang ideal adalah sesuatu yang pantas dan layak sebagai bentuk penghargaan. Bagi yang memiliki kelapangan harta, memberikan barang berkualitas tentu bukan masalah. 

Namun, bagi yang anggarannya terbatas, jangan sampai keinginan memberi justru membebani diri sendiri atau mengurangi keikhlasan. Solusi cerdasnya, Anda bisa menabung terlebih dahulu agar bisa memberikan sesuatu yang pantas. Jika terpaksa memberikan hadiah seadanya, jangan lupa untuk menyelipkan permohonan maaf yang tulus.

Islam mengajarkan bahwa keindahan berbagi tidak hanya terletak pada nominal atau bungkus luarnya saja, melainkan pada ketulusan adab yang menyertainya. Hal ini sesuai dengan hadits berikut ini:

adab memberi hadiah

Mulai sekarang, perbaiki adab memberi hadiah menurut Islam. Tujuannya agar cara berbagai dan setiap bingkisan yang berpindah tangan berubah menjadi aliran pahala.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY