Eco Kurban LDII 2026 jadi Cara Baru Beribadah Sekaligus Menjaga Lingkungan

0
9
eco kurban LDII

Eco kurban LDII – Perayaan Iduladha selalu identik dengan gema takbir, pembagian daging kurban, dan semangat berbagi kepada sesama. Namun di balik suasana penuh kebahagiaan itu, muncul satu persoalan dampak lingkungan dari pelaksanaan kurban. Oleh karena itu, eco kurban LDII 2026 menjadi terobosan untuk menjaga lingkungan.

Eco Kurban LDII Ramah Lingkungan yang Mulai Jadi Tren

Mulai dari limbah darah hingga penggunaan kantong plastik sekali pakai, praktik kurban ternyata juga menyisakan persoalan ekologis yang tidak kecil. Hal inilah yang mendorong DPP LDII menghadirkan konsep Eco Kurban pada Iduladha 2026. 

Program tersebut tidak hanya menitikberatkan pada sahnya ibadah secara syariat, tetapi juga bagaimana pelaksanaan kurban tetap ramah lingkungan. Konsep beribadah sekaligus menjaga lingkungan juga memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. 

Dalam pelaksanaan kurban tahun ini, LDII mulai menggunakan kemasan ramah lingkungan untuk pembagian daging. Mereka memanfaatkan plastik biodegradable berbahan pati singkong serta besek bambu sebagai pengganti kantong plastik konvensional.

Ketua DPP LDII Dody Taufik Wijaya menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Selain itu, program ini juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat agar mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Plastik biodegradable yang eco kurban LDII gunakan berasal dari pati singkong atau Manihot esculenta

Berbeda dengan plastik berbahan minyak bumi yang membutuhkan ratusan tahun untuk terurai. Plastik jenis ini dapat diurai mikroba dalam waktu enam bulan hingga dua tahun pada kondisi tertentu. Produk tersebut bahkan telah diuji di Laboratorium Kementerian Perindustrian.

LDII juga mengimbau seluruh pengurus daerah hingga tingkat bawah untuk menerapkan konsep eco kurban LDII dalam distribusi daging kurban. Langkah ini menjadi salah satu inovasi menarik dalam pelaksanaan Iduladha modern yang mulai memperhatikan isu keberlanjutan lingkungan.

Selain persoalan kemasan, LDII turut memperhatikan pengelolaan limbah kurban agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Darah dan sisa penyembelihan harus panitia tangan sesuai standar kebersihan sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan maupun pencemaran sumber air.

Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Juga Penggerak Ekonomi

Bagi LDII, makna kurban tidak berhenti pada proses penyembelihan hewan. Ibadah tersebut juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial, kebersamaan, hingga menggerakkan ekonomi masyarakat. Dody menegaskan bahwa para juru sembelih di lingkungan LDII telah mengikuti pelatihan Juru Sembelih Halal atau Juleha. 

Pelatihan itu memastikan proses penyembelihan berlangsung sesuai syariat Islam dan tetap memperhatikan kesejahteraan hewan. Proses penyembelihan menggunakan pisau yang tajam, hewan ditenangkan sebelum dipotong.

eco kurban LDII

Selain itu, seluruh tahapan pelaksanaan mengikuti standar kebersihan sesuai  standar BPJPH Kementerian Agama serta pemerintah daerah setempat. Selain berdampak sosial, pelaksanaan kurban juga memberikan efek ekonomi yang besar bagi peternak. 

Permintaan hewan kurban setiap tahun mampu menciptakan perputaran uang dalam jumlah besar, terutama bagi peternak sapi dan kambing di berbagai daerah.

Tidak hanya itu, pembagian daging kurban juga membantu masyarakat mendapatkan asupan protein yang mungkin sulit mereka akses dalam keseharian. Karena itulah, Eco Kurban LDII bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga menjaga nilai kemanusiaan dan kebersamaan.

Melalui konsep eco kurban LDII ingin menunjukkan bahwa ibadah kurban dapat berjalan selaras dengan kepedulian terhadap bumi. Iduladha bukan hanya menjadi momen berbagi kepada sesama manusia, tetapi juga pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian penting dari tanggung jawab.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY