Kiat Meraih Sukses – Siapa yang tak mau sukses? Setiap orang pasti ingin sukses. Umumnya, orang-orang berpikir bahwa satu-satunya cara untuk meraih kesuksesan adalah dengan bekerja keras. Padahal, justru cara yang paling efektif untuk meraihnya adalah dengan tawakal. Sayangnya, kebanyakan orang cenderung kurang yakin dengan cara ini.
Kiat Meraih Sukses, Jadilah Orang yang Bertakwa dan Bertawakal


Cara pasti untuk meraih kesuksesan menurut janji Allah adalah dengan bertakwa dan bertawakal. Sebagai bahan renungan, mari perhatikan ayat Al-Qur’an di bawah ini:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, Dia akan mencukupkan (keperluan)nya.” (1)
Secara Bahasa, tawakal artinya menyerahkan. Sedangkan dalam konteks syariat Islam, tawakal berkaitan dengan keyakinan kepada Allah. Pada hakekatnya, tawakkal ialah benarnya penyandaran hati kepada Allah untuk meraih kemaslahatan & menghilangkan bahaya di dunia dan akhirat, serta menyerahkan segala urusan kepada Allah, dan meyakini bahwa hanya Allah-lah yang memberi, menghalangi, dan mendatangkan bahaya, maupun mendatangkan manfaat.
Keutamaan Bertawakal kepada Allah
Suatu Ketika, Rasulullah membacakan ayat di atas kepada Abu Dzar Al Ghifary. Kemudian, beliau berkata bahwa seandainya seluruh manusia mengambil nasehat ini, itu sudah mencukupi mereka. Maksudnya, jika manusia benar-benar bertakwa dan bertawakal, Allah pasti akan mencukupi urusan agama dan dunia mereka.
Selain itu, orang yang bertawakal akan masuk ke dalam surga-Nya tanpa hisab maupun adzab, sebagaiman hadits dari Ibnu ‘Abbas:
يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ، هُمُ الَّذِينَ لاَ يَسْتَرْقُونَ، وَلاَ يَتَطَيَّرُونَ، وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Tujuh puluh ribu orang dari umatku akan masuk surga tanpa hisab. Mereka adalah yang tidak minta diruqyah, tidak beranggapan siap, dan selalu bertawakal kepada Tuhannya.” (2)
Cara Merealisasikan Tawakal
Jika tawakal adalah pasrah, apakah berarti kita tidak perlu berusaha? Tentu saja bukan begitu maksudnya. Ibnu Rajab Al Hambali menjelaskan bahwa tawakal tidak menafikan usaha. Pasalnya, usaha merupakan sunnatullah (ketetapan Allah) sehingga kita harus menjalankannya. Maka, perintah Allah adalah agar kita menyertai usaha dengan tawakal.
Intinya, ada 2 hal yang harus kita penuhi untuk merealisasikan tawakal, yaitu bersandarnya hati kepada Allah dan usaha. Bukan seperti anggapan Sebagian orang yang memahami bahwa tawakal hanya cukup menyandarkan hati kepada Allah, tanpa usaha sama sekali.
Bahkan, Ibnu Rajab Al Hambali juga mengatakan bahwa usaha dengan anggota badan termasuk bentuk ketaatan kepada Allah. Sementara itu, bersandarnya hati kepada Allah merupakan bagian dari keimanan. Jadi, jika kita ingin sukses, kita harus berusaha meraihnya, dan memasrahkan hasilnya kepada Allah, seperti halnya apa yang Al-Quran jelaskan tentang burung:
لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً
“Jika kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana burung-burung. Mereka pergi di pagi hari dalam keadaan lapar, lalu Kembali di sore hari dalam keadaan kenyang.” (3)
Referensi:
(1) Q.S. Ath-Thalaq 3
(2) Sahih al-Bukhari 6472
(3) H.R. Ahmad (1/30)






























