Pentingnya waktu menyendiri dalam Islam – Pernahkah selama hidup, Sobat Cahaya Islam mengambil waktu khusus untuk Allah? Pentingnya waktu menyendiri dalam Islam daripada bergaul di tengah masyarakat dengan tujuan introspeksi diri. Banyak dalil yang menganjurkan uzlah atau mengasingkan diri demi terhindar dari fitnah, maksiat, dan bid’ah.
Pentingnya Waktu Menyendiri dalam Islam
Secara harfiah, uzlah merupakan mengasingkan diri dari keramaian bertujuan untuk menjaga agama. Pentingnya waktu dalam Islam, terlebih lagi menyendiri untuk menyucikan pikiran dan jiwa dianjurkan oleh beberapa tokoh, seperti Sufyan At-Tsauri dan Ibrahim bin Adham.
Menurut Imam Ghazali, uzlah memungkinkan Sobat Cahaya Islam lebih bisa mengendalikan diri dari larangan yang muncul dari interaksi sosial. Mengasingkan diri akan membantu umat muslim terhindar dari riya, ghibah hingga cinta kepada dunia. Uzlah menjadikan seorang muslim tidak mudah terpengaruh urusan duniawi.


Niat seorang muslim menerapkan uzlah semata-mata hanya karena Allah SWT. Sobat Cahaya Islam harus bertekad kuat untuk menjauhkan diri dari keburukan, sehingga bisa fokus berdzikir kepada Allah SWT. Manfaat menyendiri dalam Islam salah satunya yaitu melakukan banyak perbaikan dan meningkatkan semangat ibadah.
Pentingnya menyendiri dalam Islam terdapat dalam ayat berikut ini:
“Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 90)
Banyak waktu luang yang bisa Sobat Cahaya Islam manfaatkan untuk mengoreksi diri terhadap banyak kelalaian.
Pro Kontra Uzla di Kalangan Ulama
Penerapan uzla ternyata masih menuai pro dan kontra karena di satu sisi memandang ada bahaya menyendiri dalam Islam. Sejatinya sikap uzlah ini merupakan wadah untuk menyerahkan diri secara total kepada Allah SWT. Proses ini diikuti dengan mengasingkan diri di suatu tempat dalam kondisi jiwa tertutup rapat.
1. Anjuran Uzlah
Melalui kegiatan mengasingkan diri ini, umat Islam akan keluar dari persoalan duniawi, sehingga beralih mendekatkan diri kepada Allah. Saat melakukan uzlah, seorang hamba akan memasrahkan diri kepada Allah. Pentingnya waktu menyendiri dalam Islam ini sering dilakukan secara fisik dengan harapan membuat jiwa merasa sunyi.
“Sebaik-baik manusia ketika berhadapan dengan fitnah adalah orang yang memegang tali kekang kudanya menghadapi musuh-musuh Allah. Ia menakuti-nakuti mereka, dan merekapun menakut-nakutinya. Atau seseorang yang mengasingkan diri ke lereng-lereng gunung, demi menunaikan apa yang menjadi hak Allah” (HR. Al Hakim 4/446, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 2/311).


2. Larangan Uzlah
Uzlah karena frustasi dan keputusasaan saat menghadapi kenyataan hidup tidak dibenarkan dalam Islam. Pentingnya waktu menyendiri dalam Islam tidak untuk hal keburukan. Mengasingkan diri dalam Islam diperbolehkan untuk tujuan berikut ini:
- Menyelamatkan diri dari maksiat, pelanggaran agama hingga bid’ah.
- Menjernihkan pikiran agar menenangkan jiwa serta membuka peluang melakukan tafakur.
- Menjauhkan diri dari masyarakat yang bobrok.
- Mencari ketenangan dan kedamaian hati.
- Mempersiapkan diri menghadapi beragam persoalan.
- Membersihkan diri dari sifat keduniawian dengan memohon kekuatan dari Allah.
Nabi Muhammad terbiasa menyendiri sebelum kenabian di Gua Hira saat Ramadhan. Rasulullah melakukan uzlah sebelum mengemban risalah selama sebulan penuh. Namun, Rasulullah menganjurkan umatNya senantiasa memiliki perilaku sosial.
Oleh karena itu, ketika manusia hidup menyendiri dengan tujuan menjaga dirinya sendiri sangat dianjurkan. Selain berlimpah pahala, ibadah dalam keheningan membuat hati dan pikiran menjadi lebih tenang. Salah satu manfaat menyendiri yaitu akan lebih siap menghadapi segala kemungkinan dan persoalan sepanjang waktu.
Melalui uzlah, umat Islam memahami pentingnya menyendiri dalam Islam. Selain mencoba menjauhkan diri dari hal-hal yang sifatnya keduniawian, menjauhkan diri juga akan membuat Sobat Cahaya Islam bisa intropeksi diri.































