Penjelasan tentang Menjaga Perasaan Hewan dalam Islam

0
529
Menjaga perasaan hewan

Menjaga perasaan hewan dalam Islam merupakan salah satu bentuk ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT. Terdapat beberapa dalil yang berasal dari Al-Qur’an dan hadits, di mana telah memerintahkan umat Islam untuk selalu menyayangi hewan.

Hewan sendiri diciptakan oleh Allah untuk diambil manfaatnya. Misalnya saja seperti dagingnya, susunya, bulunya, dan lain sebagainya.

Menjaga Perasaan Hewan dalam Islam

Umat Muslim sendiri telah beranggapan bahwa sebagian hewan adalah makhluk mulia. Oleh karena itu, harus menjaga perasaan hewan dalam Islam.

Hal ini karena Allah sangat sayang kepada hewan. Selain itu, umat Muslim juga harus selalu berpegang teguh kepada etika dan adab menyayangi hewan berikut ini.

1. Memberi Makan dan Minum

Sobat Cahaya Islami wajib memberi makan dan minum hewan, apabila haus dan lapar. Rasulullah SAW sendiri telah bersabda, bahwasannya:

Setiap manusia yang mempunyai hati yang basah (hewan) itu terdapat pahala (dalam berbuat baik-Nya).” (HR Al-Bukhari, no. 2363)

2. Menyayangi Hewan dengan Baik

Rasulullah SAW sendiri telah bersabda saat sahabatnya menjadikan burung sebagai sasaran memanah.

Allah sendiri mengutuk orang yang menjadikan sesuatu yang bernyawa sebagai sasaran.” (HR Al-Bukhari, no. 5515, Muslim, no. 1958)

Beliau sendiri telah melarang mengurung binatang ternak untuk dibunuh dengan panah dan sejenisnya. Rasulullah SAW telah bersabda:

Siapa gerangan yang telah menyakiti perasaan burung ini karena anaknya? Kembalikanlah kepadanya anak-anaknya”. (HR Abu Daud, no. 2675 dengan sanad shahih)

Beliau mengatakan hal tersebut setelah beliau melihat seekor burung yang berputar-putar mencari anak-anaknya. Di mana diambil dari sarangnya oleh salah seorang sahabat.

3. Menyenangkannya Hewan saat Menyembelih

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah bersabda tentang menyenangkan hewan, yaitu:

Sesungguhnya Allah telah mewajibkan ihsan (berbuat baik) atas segala sesuatu, maka apabila kalian membunuh hendaklah berlaku ihsan di dalam pembunuhan.

Namun, apabila kalian menyembelih hendaklah berlaku baik di dalam penyembelihan, dan hendaklah salah seorang kamu menyenangkan sembelihannya dan hendaklah ia mempertajam mata pisaunya”. (HR Muslim, no. 1955)

4. Tidak Menyiksa Hewan

Tidak menyiksanya dengan cara penyiksaan apapun, atau dengan membuatnya kelaparan, serta memukulnya. Bahkan, juga membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksanya atau membakarnya.

Hal ini karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

Seorang perempuan masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati, maka dari itu ia masuk neraka karena kucing tersebut, disebabkan ia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat ia mengurungnya, dan tidak pula ia membiarkannya memakan serangga di bumi” (HR Al-Bukhari, no. 3482)

Ketika Sobat Cahaya Islami berjalan melintasi sarang semut yang telah dibakar, maka Rasulullah bersabda.

Sungguh tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api.” (HR Abu Daud, no. 2675, hadits shahih)

Itulah sederet adab atau etika yang wajib sekali dipelihara oleh seorang muslim terhadap hewan karena taat kepada Allah dan Rasulnya. Hal ini bisa dijadikan sebagai pengamalan terhadap ajaran menjaga perasaan hewan dalam Islam diperintahkan oleh syariat Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY