MUI DIY apresiasi LDII yang berkontribusi di bidang lingkungan hidup. Terutama, dalam upaya membina sejumlah desa pada Program Kampung Iklim (ProKlim) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Ketua Komisi Dakwah dan Bina SDM MUI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kyai Haji Saifuddin Jufri turut hadir dalam Deklarasi dan Training of Trainer (ToT) menuju Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari, yang dihelat oleh DPP LDII.
MUI DIY Apresiasi LDII Bina Tiga Desa
Deklarasi dan Training of Trainer (ToT) ini sebenarnya dipusatkan di Desa Wisata Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (16/9).
Kyai Saifuddin Jufri juga mengungkapkan bahwa inisiasi DPP LDII tengah membina desa ProKlim di beberapa daerah.
1. Menjaga Lingkungan Hidup
Ini merupakan implementasi untuk menjalankan perintah Allah dan Rasul dalam menjaga lingkungan hidup. Hal ini sesuai dengan visi dan misi MUI.
Satu di antaranya ajaran agama yang ada di dalam Al Quran dan Hadits dapat diimplementasikan di kehidupan nyata. Diharapkan ada ProKlim yang manfaatnya dirasakan Sobat Cahaya Islami.
Dirinya menjelaskan bahwa, tugas dan fungsi MUI adalah melayani umat (khadimul umat) dan menjadi mitra pemerintah (shadiqul hukumah). Oleh karena itu, beliau mendukung inisiasi MUI DIY apresiasi LDII dalam program ProKlim.
Tujuannya tentu untuk menggelorakan aksi peduli lingkungan di masjid dan kampungnya masing-masing. Hal tersebut agar lebih bersih, hijau dan sehat.
2. Mendukung Go Green
Ini juga merupakan program pemerintah untuk bisa mendukung go green. Jadi warga bisa lebih nyaman ketika tinggal di dalamnya.
Saifuddin Jufri juga telah mendorong kontinuitas ProKlim yang dilakukan dengan penguatan kolaborasi multipihak. Jadi, manfaatnya bisa dirasakan dengan jangkauan yang lebih luas.
Diharapkan benefit dari ProKlim ini bisa dirasakan oleh masyarakat. Bahkan, program ini diharapkan bisa berinovasi dengan menemukan ide yang lebih kreatif dan lebih baik.
Sementara itu, Ketua DPP LDII Bidang Litbang, Iptek, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup (LISDAL) Sudarsono juga mengungkapkan bahwa inisiasi LDII membina sejumlah desa dalam ProKlim. Ini merupakan salah satu contoh penerapan dari ‘29 Karakter Luhur’.
Dirinya menjelaskan hal tersebut merupakan upaya LDII untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang merupakan permasalahan kompleks. Kompleksitas permasalahan lingkungan ini memang perlu upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan (sustainable environmental management). Di mana telah melibatkan seluruh elemen masyarakat.
3. Melestarikan Lingkungan Sekitar
Melalui ProKlim, dirinya berharap bahwa warga LDII bisa bergerak memotivasi masyarakat di kelurahan setempat maupun kelurahan lainnya. Hal ini agar tergerak melestarikan lingkungan sekitar.
Warga LDII di Sangurejo ini sebenarnya hanya sedikit. Namun, berfungsi sebagai katalisator atau penggerak, agar nantinya warga di Desa Sangurejo bisa tergerak untuk berkontribusi mewujudkan kepedulian lingkungan.
Dirinya melanjutkan, saat ini LDII tengah membina desa ProKlim di beberapa daerah seperti di Padukuhan Sangurejo di Sleman, Girikerto di Ngawi, dan RW 5 Agrowisata di Pekanbaru. Ketiga desa ProKlim ini sebenarnya telah meraih predikat utama.
Oleh karena itu, syarat menuju ProKlim Lestari adalah melakukan inovasi tertentu. Pada deklarasi ini LDII DIY ini turut melakukan pendampingan sekaligus launching beberapa inovasi.
Diantaranya program 29 Karakter Luhur LDII Bidang Lingkungan Hidup, Sekolah Lansia ProKlim, serta Living Museum Kampung Iklim Sangurejo.
LDII sendiri juga mengarahkan Desa Sangurejo dan desa lainnya menuju penghargaan ProkLim Lestari. Bahkan, targetnya 2027 harus sudah bisa menjadi ProKlim Lestari dengan adanya MUI DIY apresiasi LDII.































