LDII Meningkatkan Literasi Digital Generasi Muda Era Pada Post-Truth

0
341
LDII meningkatkan Literasi Digital

LDII meningkatkan Literasi Digital – Baru-baru ini, LDII meningkatkan Literasi Digital Generasi Muda. Hal tersebut diungkapkan oleh Rully Kuswahyudi, selaku Ketua DPP LDII Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM).

Dirinya mengatakan betapa pentingnya peran media dalam menyebarkan informasi yang akurat di tengah era post-truth. Pernyataan ini juga telah  disampaikan Rulli pada saat membuka Pelatihan Jurnalistik Zona 2 di GSG Roudhotul Jannah, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (6/9).

LDII Meningkatkan Literasi Digital Generasi Muda

Pelatihan Jurnalistik Zona 2 tersebut dihadiri oleh generasi muda dari beberapa wilayah. Hal ini termasuk Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Purwakarta, Sukabumi, dan Depok.

1. Perubahan Pola Komunikasi

LDII meningkatkan Literasi Digital

Rulli turut menyoroti perubahan pola komunikasi dari media konvensional ke digital sebagai pemicu utama fenomena post-truth. Dirinya mengungkapkan bahwa perpindahan dari media konvensional ke digital menyebabkan opini di media sosial.

Di mana sering kali memang dianggap sebagai fakta, meski tanpa verifikasi. Hal tersebut bisa saja berbahaya karena masyarakat cenderung mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar.

Dalam pandangannya, saat ini media sosial memang menjadi ladang penyebaran informasi tanpa batas. Hal tersebut tentunya mengakibatkan informasi yang tidak terverifikasi menyebar luas.

Jadi masyarakat memang perlu meningkatkan literasi digital. Rulli juga menegaskan bahwa keterampilan literasi digital sangat penting. Hal ini terutama dalam menyaring informasi dan menggunakan media sosial secara bijak. Ini juga menjadi salah satu kunci agar Sobat Cahaya Islami tidak menjadi korban misinformasi.

2. Fenomena Post-Truth

Lebih lanjut, Rulli juga turut menyampaikan bahwa program LDII meningkatkan Literasi Digital ini menimbulkan dampak negatif dari fenomena post-truth. Oleh karena itu, melalui adanya pelatihan ini, LDII selalu berupaya untuk membentuk jurnalis yang mampu mempublikasikan informasi akurat tentang kegiatan organisasi.

Tujuan dari pelatihan ini untuk menciptakan jurnalis yang kompeten dalam memanfaatkan media massa dan media sosial. Selain itu, untuk menyebarkan kontribusi LDII kepada masyarakat.

Peserta pelatihan ini juga diharapkan dapat bergabung dengan LDII News Network (LINES), dan jaringan media LDII yang berperan dalam mengelola konten digital organisasi di berbagai platform. Misalnya saja seperti platform ldii.or.id, LDII TV, dan media sosial.

4. Menyebarkan Informasi melalui LINES

Rulli mengatakan bahwa generasi muda perlu mengambil peran dalam menyebarkan informasi melalui LINES. Hal ini termasuk di Youtube, Instagram, Facebook, TikTok, dan Twitter.

Rulli juga telah mengajak generasi muda, termasuk yang sering disebut ‘kaum rebahan’. Bahkan, untuk lebih aktif berkarya melalui media sosial.

Rulli menjelaskan bahwa Media sosial sangat kuat dalam menyebarkan informasi. Bahkan, ini menjadi salah satu kesempatan bagi generasi muda untuk beramal saleh dengan cara yang kreatif.

5. Meningkatkan Kemampuan Jurnalistik Peserta

LDII meningkatkan Literasi Digital

Senada dengan Rulli, Ketua DPD LDII Kabupaten Bekasi, Sarjimin sendiri juga sebenarnya telah menambahkan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik peserta. Terutama, dalam menghadapi dinamika informasi di era post-truth.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa generasi muda diharapkan bisa membantu mempublikasikan karya serta kontribusi LDII dengan kaidah jurnalistik yang baik.

Dirinya juga telah menekankan pentingnya menerapkan prinsip jurnalisme positif yang berpegang teguh pada kode etik, nilai berita, serta aturan hukum yang berlaku. Sarjimin mengungkapkan Jurnalis harus mampu mengemas kegiatan menjadi konten yang menarik pembaca dan LDII meningkatkan Literasi Digital bisa bermanfaat untuk masyarakat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY