Cut Intan Nabila alami KDRT – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) seperti tidak habisnya. Kali ini KDRT menimpa seorang selebgram sekaligus mantan atlet olahraga anggar, yaitu Cut Intan Nabila.
Kasus ini menjadi viral setelah ia merilis rekaman video kekerasan yang dilakukan oleh suaminya, Armor Toreador. Dari video tersebut terlihat, ia dipukuli oleh suaminya setelah mencoba melihat hp yang sedang suaminya pegang.
Armor Toreador, Suami Cut Intan Nabila Tidak Hanya Lakukan KDRT Tetapi Juga Selingkuh
Melalui Story Instagramnya, Cut Intan menguak kelakuan suaminya yang suka selingkuh dan bertindak kejam pada dirinya. Selama 5 tahun pernikahannya, ibu dari 3 anak ini sering mendapat perlakuan kasar sehingga dia membuka semua aib yang suaminya lakukan.
Kasus Cut Intan Nabila Alami KDRT Bisa Jadi Pelajaran agar Memilih Suami yang Tepat
Sobat, semakin banyaknya kasus KDRT, seperti Cut Intan Nabila alami KDRT menjadi peringatan bahwa memilih pasangan hidup yang tepat itu sangat penting. Jangan sampai pada akhirnya menyesal karena tidak mengikuti cara memilih calon suami sesuai kriteria yang Islam ajarkan.
Islam mengatur segala hal dalam hidup manusia, termasuk bagaimana cara memilih calon suami yang baik. Berikut cara memilihnya.
1. Beragama Islam
Sobat Cahaya Islam, sebagai seorang muslimah sudah sewajibnya untuk memilih suami yang beragama Islam. Ini adalah syarat pokok ketika Sobat ingin menikah. Pilih laki-laki yang agamanya Islam. Kriteria ini termaktub dalam salah satu firman Allah SWT.
“…Janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik daripada orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya…” 1
Jadi, Sobat muslimah wajib menikah dengan seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT dan mengakui bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT.
2. Pilih yang Selalu Menghindari Maksiat
Setelah menetapkan kriteria pertama, selanjutnya adalah tentukan pilihan pada laki-laki yang selalu menjauhi maksiat. Karena meskipun agamanya Islam, tapi belum tentu dirinya beriman dan takut pada Allah SWT.
Di tengah banyaknya kemaksiatan, merupakan hal spesial bagi Sobat apabila menemukan calon pasangan yang takut melakukan kemaksiatan, seperti zina, minum khamr, mencuri, main judi, dan sebagainya.
“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah atas perintah Allah kepada mereka dan selalu taat pada apa yang diperintahkan.”2
Kalau ternyata calon suami suka bermaksiat, sebaiknya langsung tinggalkan, dan cari yang lebih baik darinya. Laki-laki yang sering mendekati kemaksiatan, nanti akan membawa pengaruh buruk bagi kehidupan setelah pernikahan.


Contoh nyatanya adalah suami Cut Intan Nabila yang selingkuh dengan teman wanitanya. Akibatnya, Cut Intan mengalami penderitaan psikologis karena suaminya telah mengkhianati pernikahannya. Jadi, pertimbangkan dulu kriteria calon suami Sobat sebelum melangkah ke jenjnag selanjutnya.
3. Pilih Suami yang Sholih dan Takwa
Memilih suami yang sholih dan takwa akan membuat pernikahan di jalur yang benar untuk menuju keluarga sakinah. Suami tidak akan melakukan hal-hal buruk kepada istri dan anak-anaknya, jika punya keshalihan dan ketakwaan dalam dirinya.
Artinya: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya.”3
Ia senantiasa akan membimbing istri dan keluarganya supaya bersama-sama menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Dengan demikian, pernikahan sobat bisa menjalankan fungsi utamanya yaitu beribadah kepada Allah. Bukankah menikah adalah ibadah seumur hidup?
4. Pilih yang Mampu Memberi Nafkah
Kriteria terakhir calon suami yang sebaiknya Sobat ingin nikahi adalah bahwa dia mampu memberi nafkah baik lahir maupun batin.


Nafkah lahir berupa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari seperti makan, pakaian, hingga tempat untuk tinggal. Sedangkan, nafkah batin berupa kasih sayang, rasa cinta yang suami berikan kepada istrinya. Untuk mencapai pernikahan/rumah tangga yang sakinah (tentram, sejahtera) maka harus selalu dipupuk dengan rasa kasih/saling memberi (mawaddah) dan rasa sayang/cinta (rohmah).
Artinya: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.”4
Sobat Cahaya Islam, kita bisa mengambil hikmah dari kasus Cut Intan Nabila alami KDRT. Salah satunya adalah supaya kita bisa berhati-hati dan selektif dalam memilih calon suami. Islam sudah menunjukkan kriterianya. Kalau sudah sesuai dengan 4 kriteria di atas, insyaallah Sobat muslimah mendapatkan suami yang penuh kasih sayang.
































