Mengembangkan kreatifitas – Sobat Cahaya Islami, agama Islam sangat mendukung umatnya untuk mengembangkan kreatifitas dalam berbagai sendi kehidupan. Jika ada yang berkata bahwa umat Islam itu konservatif, kolot dan tidak kreatif, itu salah besar.
Sebaliknya, umat Islam sangat kreatif dan inovatif sejak zaman dahulu kala. Ada berbagai penemuan yang berguna bagi masyarakat dunia yang di inisiasi oleh umat Islam. Contohnya adalah Ibnu Sina yang merupakan ilmuwan muslim dan sangat ahli di bidang anatomi dan ilmu kedokteran.
Landasan Dalam Mengembangkan Kreatifitas yang Sesuai dengan Syariat Islam
Kreatifitas manusia sangat berperan dalam menciptakan inovasi yang berguna bagi kelangsungan hidup. Apa jadinya jika manusia tidak memiliki rasa kreatifitas dalam hidupnya? Hidupnya akan berjalan monoton dan tidak berkembang.
Allah SWT menggambarkan manusia sebagai pribadi yang sangat mudah menyerap ilmu. Hal ini tergambarkan dalam Q.S Al-Alaq,
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَق اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S Al Alaq:1-5)
Dari ayat di atas, manusia sebagai sosok yang haus pengetahuan dan dapat di kembangkan menjadi individu kreatif untuk menyokong kehidupannya.
Dalam mengembangkan kreatifitas, umat Islam tidak serta merta membabat habis semua sumber daya yang dapat di gunakan untuk mengembangkan pengetahuannya. Ada beberapa landasan yang bisa kita ikuti, agar kreativitasnya sesuai dengan syari’at Islam.
1. Niat yang Tulus
Segala perbuatan manusia selalu di landasi dengan niat. Dalam menciptakan sebuah inovasi, landasi dengan niat yang tulus agar Allah meridhoi. Jangan jadikan sebuah karya sebagai ajang untuk pamer diri.
Kendatipun karya yang di hasilkan mendapat apresiasi dari masyarakat, jadikan itu sebagai sebuah prestasi yang membanggakan, namun tidak perlu di sombongkan. Jika sudah berdasarkan dengan niat yang tulus, maka tidak ada pamrih dalam menciptakan sebuah karya.
2. Tidak Boleh Melanggar Syari’at
Manusia dapat mengembangkan diri dan menciptakan berbagai inovasi. Namun perlu sobat ingat, bagi umat Islam jangan sampai melupakan landasan syariat dalam kegiatan mengembangkan kreatifitas dalam diri sendiri.
Setiap inovasi yang diciptakan harus selaras dengan ajaran Islam. Contohnya, umat Islam dilarang membuat sebuah karya yang pada akhirnya membuat orang lain melupakan ibadah. Salah satu bentuk inovasi yang sejalan dengan syariat adalah diciptakannya sistem perbankan Syariah bebas riba.
3. Kemaslahatan di Masyarakat
Aspek yang juga harus sobat perhatikan saat menciptakan kreatifitas yaitu manfaatnya untuk masyarakat. Jika di nilai lebih banyak merugikan, maka sebaiknya tidak sobat lanjutkan. Hal ini sangat penting agar inovasi yang tercipta tidak membawa kehancuran bagi generasi muda.
4. Memiliki Landasan Etika dan Moral
Terkait dengan manfaat inovasi bagi masyarakat, dalam mengembangkan potensi kita juga harus mementingkan unsur etika dan moral. Perhatikan apakah karya yang ingin kita kembangkan sejalan atau tidak dengan norma yang ada di masyarakat.
5. Memperhatikan Orisinalitas`
Allah SWT melarang umatNya untuk melakukan kecurangan, salah satunya lewat plagiasi. Ciptakanlah karya yang orisinal dan tidak meniru karya orang lain. Dalam Q.S Al-Maidah ayat 104
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا اِلٰى مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَاِلَى الرَّسُوْلِ قَالُوْا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ اٰبَاۤءَنَا ۗ اَوَلَوْ كَانَ اٰبَاۤؤُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔا وَّلَا يَهْتَدُوْنَ
“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (mengikuti) apa yang Allah turunkan dan (mengikuti) Rasul.” Mereka menjawab, “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya).” Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?” (Q.S Al-Maidah:104)
Dalam ayat ini semua tergambarkan bahwa kita tidak boleh hanya menjadi pengikut tanpa mengetahui apa yang kita ikuti. Hal ini berlaku juga untuk penciptaan karya, jangan hanya meniru karya orang lain tanpa mengetahui makna dalam karya tersebut.
Sobat Cahaya Islami, berkreasi merupakan salah satu kelebihan yang dapat manusia lakukan sebagai makhluk yang berakal. Allah SWT menyukai orang yang senang mengembangkan kreatifitas namun harus ejalan dengan syariat agama dan norma yang berlaku di masyarakat.

































