Petenis Aldila Sutjiadi – Momen olahraga atlet Indonesia memang kerap menjadi perbincangan hangat di sosial media. Baru-baru ini, nama petenis Aldila Sutjiadi pun menjadi sorotan.
Aldila Sutjiadi mendadak jadi viral dalam penampilannya di ajang Grand Slam, Prancis Terbuka. Sayangnya nama sang petenis menjadi viral dengan hujatan dari warganet terhadap lawannya.
Hujatan Warganet untuk Lawan Petenis Aldila Sutjiadi
Dalam ajang Grand Slam, petenis Aldila Sutjiadi mengalami kekalahan secara default alias diskualifikasi. Pada pertandingan tersebut, Aldila berpasangan dengan Miyu Kato, yakni petenis Jepang.
Pada set kedua, pasangan ini unggul dengan skor 3-1. Namun Miyu Kato secara tak sengaja memukul bola sampai mengenai seorang ball girl.
Ball girl tersebut terlihat menangis yang membuat umpire memberikan peringatan untuk Aldila dan Miyu Kato. Tetapi rupanya sang lawan Aldila yakni Sorribes Tormo dan Marie Bouzkova tak puas dengan keputusan dari umpire.
Ia pun meminta hukuman yang lebih berat untuk Aldila dan Miyu Kato. Pada akhirnya supervisor turnamen turun tangan dan menjatuhkan hukuman default untuk pasangan Aldila dan Miyu Kato.
Sesudah membuat Aldila dan Miyu terkena default,warganet yang melontarkan hujatan untuk Sorribes dan Marie lewat Instagram. Bahkan tidak sedikit warganet yang berharap keduanya tidak menang lagi di turnamen lainnya.
Hujatan dalam Pandangan Islam
Sobat Cahaya Islam, apa yang petenis Aldila Sutjiadi memang tidaklah adil. Walaupun begitu, hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk menghujat petenis lainnya.
Apalagi warganet juga mengharapkan keburukan menimpa petenis lain. Ini jelas merupakan tindakan yang salah dari sudut pandang apapun.
Ramai pula hujatan yang petenis itu terima dari warganet Indonesia. Padahal agama islam melarang dengan tegas tindakan seperti itu.
Islam mengajarkan kedamaian dan berlapang dada jika menerima kekalahan. Tidak perlu ada rasa keberatan apalagi sampai menghujat yang sejatinya tidak perlu.
Alasan Agama Islam Melarang Caci Maki dan Hujatan di Sosial Media atau Langsung
Sobat Cahaya Islam, hujatan dan cacian hanya mengundang malapetaka di dunia maya ataupun di dunia nyata. Berikut ini ada sejumlah larangan dalam islam terhadap hujatan maupun caci maki di antara manusia:
1. Orang yang Banyak Mencela Tidak Termasuk Muslim
Nabi Muhammad SAW bersabda:
لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ
“Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan pula orang yang keji (buruk akhlaqnya), dan bukan orang yang jorok omongannya” (HR. Tirmidzi, no. 1977; Ahmad, no. 3839 dan lain-lain)


Berdasarkan hadis di atas, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa seorang mukmin bukan yang banyak mencela, melaknat, maupun jorok omongannya. Karena itulah, sebaiknya Sobat menghindari celaan seperti itu baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
2. Larangan Allah Mengolok-olok Orang Lain
Larangan saling mengolok, menghujat, maupun caci maki juga berasal dari Allah SWT. Hal ini tertuang dalam:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri (maksudnya, janganlah kamu mencela orang lain, pen.). Dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar (yang buruk). Seburuk-buruk panggilan ialah (penggilan) yang buruk (fasik) sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Hujuraat: 11)
Oleh sebab itu, jangan sampai seorang muslim mencela orang lain. Bahkan Nabi Muhammad SAW saja juga melarang mencela Binatang.
3. Termasuk Akhlak yang Buruk
Mencaci maki atau cacian yang mengandung perkataan buruk dan keji merupakan akhlak yang begitu buruk. Nabi Muhammad SAW bersabda:
سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوْقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ.
“Mencaci seorang muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran.”(HR. Bukhari no. 48 dan Muslim no. 64)
Apalagi cacian tersebut bisa berdampak terhadap hal yang lebih parah yaitu perkelahian dan kebencian satu sama lain.


Sobat Cahaya Islam, itulah pandangan islam terhadap hujatan atau caci maki yang sering terjadi. Daripada menghujat lawan petenis Aldila Sutjiadi, baiknya Sobat mendoakan agar Aldila bisa meraih kemenangan di pertandingan lain.






























