Zihar Adalah? Cari Tahu Pembahasannya di Sini!

0
379
Zihar Adalah

Zihar Adalah – Dalam menjalin hubungan pernikahan, zihar adalah kata yang tidak boleh diucapkan oleh suami kepada istri. Jika larangan tersebut dilanggar, maka pihak suami harus menerima konsekuensi berupa membayar kafarat.

Lalu, sebenarnya apa itu zihar? Karena konsekuensinya amat serius, sebaiknya pahami pengertian dan hukumnya.

Menjawab Pertanyaan Zihar Adalah?

Secara bahasa, zihar diambil dari kata zhahr yang artinya punggung. Hal ini karena gambaran asal zihar adalah ucapan suami kepada istri dengan kata-kata “Bagiku kamu seperti punggung ibuku”.

Secara istilah, zihar merupakan ungkapan suami menyerupakan istrinya dengan salah seorang mahramnya, bisa ibu atau saudara perempuan. Pada zaman Jahiliyah, masyarakat Arab menganggap zhihar sebagai salah satu cara talak. Hanya saja, syariat Islam menetapkan zihar dengan ketentuan selain talak.

Zihar Adalah

Meskipun begitu, para ulama sepakat bahwa zihar hukumnya haram dan termasuk dosa besar. Hal ini didasarkan firman Allah SWT pada QS. Al-Mujadalah ayat 2 yang berbunyi sebagai berikut:

اَلَّذِيْنَ يُظٰهِرُوْنَ مِنْكُمْ مِّنْ نِّسَاۤىِٕهِمْ مَّا هُنَّ اُمَّهٰتِهِمْۗ اِنْ اُمَّهٰتُهُمْ اِلَّا الّٰۤـِٔيْ وَلَدْنَهُمْۗ وَاِنَّهُمْ لَيَقُوْلُوْنَ مُنْكَرًا مِّنَ الْقَوْلِ وَزُوْرًاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَعَفُوٌّ غَفُوْرٌ ۝٢

Terjemah: “Orang-orang yang menzihar istrinya (menganggapnya sebagai ibu) di antara kamu, istri mereka itu bukanlah ibunya. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah perempuan yang melahirkannya. Sesungguhnya mereka benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”

Macam-Macam Ungkapan Zihar

Ucapan zihar dibagi menjadi dua yaitu sharih dan kinayah. Zihar sharih yaitu ungkapan yang tidak mengandung makna selain zihar, meski pengucapannya tidak disertai niat. Contohnya yaitu “Bagiku kamu seperti punggung ibuku” atau “Bagiku kamu seperti badan, fisik, jasad, diri, keseluruhan ibuku”.

Selanjutnya ada zihar kinayah, maknanya adalah ungkapan yang kemungkinan masih mengandung arti selain zihar. Contohnya seperti “Bagiku kamu seperti saudara perempuanku” atau “Bagiku kau seperti mata ibuku”.

Zihar Adalah

Perlu diingat, zihar bukanlah talak dan tidak bisa memisahkan ikatan pernikahan, melainkan salah satu bentuk pelanggaran yang mewajibkan suami membayar kafarat. Lebih lengkapnya, simak pada penjelasan berikut:

أما إن لم يتبع ذلك بالطلاق، ولم يحصل ما يقطع النكاح، فإنه يعتبر عائداً في كلامه، مخالفاً لما قاله، فإن عدم انفصاله عن زوجته، وقد شبّهها في الحرمة بمحاربة ـ يعتبر نقضاً منه لهذا التشبيه، ومخالفة لمقتضاه. وعندئذ تلزمه كفّارة، يُكلف بإخراجها على الفور

Terjemah: “Jika ungkapan zhihar tidak diikuti talak, maka tidak tercapai sesuatu yang memutuskan pernikahan. Sebab, zihar dianggap kembali kepada perkataan suami dan bertolak belakang dengan ucapannya sendiri. Konsekuensinya, ketika suami tidak berpisah dengan istri karena telah menyerupakannya dengan salah seorang mahramnya, maka penyerupaan itu hanya dianggap pembatal dari pihak suami dan pelanggar ketentuan. Maka dalam kondisi itu, si suami hanya diwajibkan menunaikan kafarat dan kafarat itu dilakukan pada saat itu pula.” (Lihat: al-Khin: IV/147).

Suami yang tidak membayar kafarat zihar tidak diperbolehkan menggauli istrinya. Selain itu, suami juga tidak boleh menyentuh, mencium, ataupun memandang sang istri karena dikategorikan bermaksiat. Bentuk kafaratnya telah dijelaskan dalam QS. Al-Mujadilah ayat 3 yang berbunyi:

وَالَّذِيْنَ يُظٰهِرُوْنَ مِنْ نِّسَاۤىِٕهِمْ ثُمَّ يَعُوْدُوْنَ لِمَا قَالُوْا فَتَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّتَمَاۤسَّاۗ ذٰلِكُمْ تُوْعَظُوْنَ بِهٖۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ۝٣

Terjemah: “Orang-orang yang menzihar istrinya kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan wajib memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu berhubungan badan. Demikianlah yang diajarkan kepadamu. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Itulah penjelasan mengenai zihar adalah yang patut Sobat Cahaya Islam mengerti. Pahami juga kafarat yang perlu dibayar agar hubungan suami istri kembali mendatangkan pahala, bukan malah dosa.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY