Mengenal Sosok Pendiri Muhammadiyah, Seorang Pendakwah Ulung

0
2583

Pendiri Muhammadiyah – Sebagai umat muslim di negeri, tentu ada sebagian yang masih belum mengetahui bagaimana kisah dan sejarah dari seorang pendiri Muhammadiyah, Bapak KH. Ahmad Dahlan.

Beliau adalah sosok yang sangat membanggakan dan berperan besar dalam peningkatan Islam di negeri.

Sobat Cahaya Islam, meski sebagian umat bukan bagian dari Muhammadiyah, namun tidak menutup kemungkinan untuk mengenal sosok pendiri Muhammadiyah bukan? Sebab memang adanya keberagaman di dalam Islam wajar selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Mengenal Sosok Pendiri Muhammadiyah?

Sebagian besar umat muslim mungkin sudah mengenal sosok KH. Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah. Namun mungkin tak banyak yang memahami bagaimana kehidupan beliau sebagai seseorang yang memiliki nama kecil Muhammad Darwis tersebut.

Sederhananya, beliau adalah anak keempat dari ketujuh saudaranya. Faktanya, beliau adalah keturunan dari seseorang terkemuka dan masuk dalam jajaran keturunan Sunan Maulana Malik Ibrahim yang terkenal dengan sejarah wali songo.

Beliau adalah satu generasi terdahulu dimana usia mudanya yakni 15 tahun telah selesai melaksanakan ibadah haji. Dan akhirnya beliau tetap tinggal di Makkah untuk mendalami Islam selama 5 tahun.

Di Makkah sendiri, beliau mulai banyak melakukan diskusi dan interaksi dengan beberapa pemikir pembaharu Islam seperti Rasyid Ridha, Muhammad Abduh maupun Ibnu Taimiyah. Selepas pulang dari Mekkah, beliau mengganti namanya menjadi Ahmad Dahlan.

Kemudian beliau kembali lagi ke Mekkah dan menetap selama dua tahun dan sekaligus berguru pada Syekh Ahmad Khatib yang merupakan guru dari pendiri Nahdlatul Ulama yakni KH. Hasyim Asyari. Di tahun 1912, beliau mendirikan Muhammadiyah di Kauman, Yogyakarta.

Beliau pun menikahi seorang siti Walidah yang dikemudian hari dikenal dengan nama Nyai Ahmad Dahlan yang sekaligus merupakan pendiri dari Aisyiyah. Dalam sepak terjangnya menyebarkan agama Islam, tentu beliau menemui berbagai cobaan dan tantangan.

Namun, semua hal tersebut dapat ditepis dengan kepiawaian beliau dalam menjelaskan dan mengawali diskusi keislaman. Beliau menutup usia di umur 54 tahun dan dimakamkan di pemakaman Karangkajen yang berlokasi di Yogyakarta.

Tips Menjadi Seorang Pendakwah Sekeren KH. Ahmad Dahlan

Untuk menjadi seorang pendakwah seperti KH. Ahmad Dahlan, tentu bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa hal yang perlu diwujudkan. Diantaranya yakni sebagai berikut :

1.    Mendalami Islam

Hal pertama yang perlu dilakukan yakni mendalami dan mengkaji Islam sebaik mungkin. Di era serba canggih seperti sekarang, mengkaji Islam bisa dilakukan dimanapun.

Namun sobat cahaya Islam tentu perlu meluangkan waktu untuk bisa berdiskusi dan berinteraksi langsung dengan ustadz sebagai murobbi maupun musyrifnya.

Sebab umat bagaikan domba yang tersesat apabila hanya sebatas melihat keilmuan Islam hanya sebatas dari channel Youtube maupun bacaan buku saja. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat An Nahl ayat 125 yakni :

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

2.    Diskusi Pemikiran

Selanjutnya, sobat cahaya Islam perlu memperbanyak adanya diskusi pemikiran. Sebab dengan berdiskusi, maka akal akan terlatih sehingga memudahkan umat memahami bagaimana mencapai keimanan dengan jalan berpikir.

Idealnya, memang akal umat haruslah diaktifkan sebab merupakan jalan untuk menunjukkan keimanan sejati, bukan emosional belaka. Pun, kaum berfikir akan mendapatkan derajat ketaqwaan dari sang Pencipta. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Mujadalah ayat 11 yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

Nah sobat cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan sosok pendiri Muhammadiyah dan tips menjadi seorang pendakwah dan mengikuti jejak KH. Ahmad Dahlan. Semoga bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY