Kematian Taufik Imansyah – Beberapa hari ini, beberapa kabar duka datang silih berganti salah satunya yakni berita kematian Taufik Imansyah. Bagi sebagian masyarakat, tentu mengenal beliau sebab merupakan salah satu News Anchor dari CNN Indonesia dan merupakan salah satu senior disana.
Sobat Cahaya Islam, berita tentang kematian Taufik Imansyah tentu merupakan kehilangan yang besar utamanya bagi keluarga yang ditinggalkan. Selain piawai, beliau dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah.
Berita Kematian Taufik Imansyah Mengajarkan keluarga untuk Bersikap Sabar
Kematian Taufik Imansyah tentu mengakibatkan publik dan duka yang teramat mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Di usia 43 tahun, seringkali menjadi usia keemasan seseorang dan sedang dalam pencapaian puncak karir.
Namun, qadarullah, beliau harus meninggalkan dunia. Tentu ini bukanlah takdir yang harus disalahkan, melainkan perlu bersikap sabar dan menerimanya dengan lapang dada.
Di dalam Islam, kehilangan seseorang tentu merupakan hal yang menyedihkan. Tidak ada satupun yang menyangka bagaimana orang terdekatnya meninggalkan mereka. Sebab sudah mulai merasakan kebahagiaan dan seakan – akan merasa bahwa kehidupan akan terus berjalan.
Maka dari itu, umat muslim harus memiliki benteng dalam diri untuk tidak selalu terbuai dengan gemerlapnya dunia dan menyiapkan bekal akhirat sebanyak mungkin.
Pun di dalam Islam, adanya regenerasi itu penting. Hal ini lantaran demi terwujudnya dakwah di tengah – tengah umat.
Bayangkan saja, bila Rasulullah tidak menyiapkan generasi untuk sebagai pengemban dakwah sejati, lantas bagaimana umat dapat menjadi sosok yang bisa meneladani Rasulullah?
Maka dari itu, Al qur’an dan As sunnah lah yang Allah Ta’ala tinggalkan. Bukannya meninggalkan berupa harta warisan maupun jabatan saja.
Tips Menjadi Generasi Unggulan
Untuk mengemban dakwah Islam di tengah – tengah masyarakat, tentu membutuhkan kepiawaian dan strategi dakwah yang menarik.
Selain itu, dakwah yang menyatu dengan realitas umat lebih mudah diterima ketimbang dakwah yang mendoktrin.
Alih – alih umat tercerahkan, malah akan menjadi sosok umat yang tidak dikenali masyarakat dan dakwah tidak bisa berjalan secara efektif. Maka dari itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan profesionalitas dalam diri. Diantaranya yakni :
1. Menyusun jadwal Agar Produktif
Hal pertama yang perlu dilakukan yakni dengan mencoba untuk menyusun jadwal diri agar lebih produktif. Produktif bukan berarti sibuk namun meningkatkan kemampuan diri dalam mengelola waktu agar aktivitas yang dijalankan bisa maksimal.


2. Tidak Mudah Menunda
Hal selanjutnya yakni berusaha untuk menyelesaikan secara tepat waktu dan tidak menunda pekerjaan. Pekerjaan akan lebih mudah bilamana tugasnya terselesaikan dengan baik sehingga bisa berlanjut pada aktivitas lainnya.


Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Kahf ayat 23 yakni :
وَلَا تَقُوْلَنَّ لِشَا۟يْءٍ اِنِّيْ فَاعِلٌ ذٰلِكَ غَدًاۙ
Artinya : Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan itu besok pagi,
3. Senantiasa Bersabar dalam Belajar
Hal yang tak kalah penting yakni senantiasa bersabar dalam mempelajari berbagai hal. Terkadang, kurangnya rasa sabar menjadikan individu mudah bersikap putus asa dan tidak melanjutkan pembelajaran yang dilakukan. Padahal, waktu bagi seorang muslim harusnya sangatlah berharga. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 153 yakni :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.
Nah demikianlah ulasan yang berkaitan dengan Kematian Taufik Imansyah dan beberapa tips dalam mewujudkan kehidupan generasi unggulan di masa depan. Semoga bermanfaat.






























