Pelajaran dari Kasus Pembunuhan Irwan Hutagalung

0
1021
pembunuhan Irwan Hutagalung

Pembunuhan Irwan Hutagalung – Beberapa hari ini, pemberitaan mengenai pembunuhan Irwan Hutagalung cukup menggemparkan publik.

Sebab terlepas dari takdir kematiannya, almarhum mengalami kematian yang cukup mengenaskan dimana jasadnya dimutiliasi dan dicor oleh pelaku.

Sobat Cahaya Islam, adanya kasus pembunuhan Irwan Hutagalung merupakan salah satu dari sekian fenomena kriminal yang ada di negeri.

Tentu kondisi ini memilukan sebab di balik negeri yang dikenal keramahannya, ada sebagian masyarakat yang memiliki pola pikir sakit sampai ingin merenggut nyawa sesama saudara sebangsa.

Bagaimana Kronologi Terjadinya Pembunuhan Irwan Hutagalung?

Pembunuhan Irwan Hutagalung terjadi lantaran dipicu oleh rasa sakit hati dan besar kemungkinan mental tersangka yang terganggu. Terlepas dari itu semua, kematian merupakan takdir Allah yang harus diterima. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat Hadid ayat 5 yakni :

لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ

Artinya : Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.

Dilansir dari pengakuannya di hadapan publik, almarhum merupkan sosok yang kerap marah – marah dan pernah memukul pelaku.

Hal inilah yang menjadikan pelaku memiliki dendam. Sewaktu terjadinya proses pembunuhan tersebut, sang pelaku dalam keadaan mabuk dan setelahnya menghampiri korban dan memukulnya sampai pingsan. Singkat cerita, karena khawatir bila korban masih hidup, maka tubuh korban di cor Naudzubillah.

Adanya gangguan mental dalam diri pelaku juga menjadi pemicu mengapa korban bisa terbunuh dengan mengenaskan.

Di dalam Islam, kesehatan fisik dan mental amatlah penting. Sebab bila keduanya berjalan seimbang, maka kehidupan yang sehat dan menyenangkan akan mudah dicapai.

Hanya saja, seringkali mental menjadi salah satu aspek yang rentan terserang baik dipicu karena pola pikir sendiri maupun adanya faktor eksternal yang menyebabkannya menjadi lemah. Misal, derasnya arus teknologi jaman sekarang, menjadikan flexing semacam hal yang wajar.

Bagi sebagian manusia, tentu mereka akan merasa iri sebab tidak bisa memamerkan sedang keliliing luar negeri maupun belajar di kampus favorit lainnya. Alih – alih menyadari kemampuan diri, malah menyalahkan keadaan dan mental diri menjadi lemah.

Padahal di dalam Islam sejatinya proses ketaqwaan bukan hanya sekedar berada di luar negeri maupun belajar di kampus favorit. Namun dinilai dari ketulusan dan kesabaran yang ditingkatkan dalam diri.

Tips Menjadi Pribadi yang Sehat Mental

Ada beberapa hal yang menjadikan kesehatan mental menjadi terganggu salah satunya yakni bila komunikasi tidak dapat dibangun dengan baik. Diantaranya yakni sebagai berikut :

1.    Tidak Boleh Ingin Menang Sendiri

Salah satu hal yang bisa ditingkatkan dalam diri yakni berusaha untuk menjadi seseorang yang dapat bersikap dan bersabar.

pembunuhan Irwan Hutagalung

Baiknya diri bisa menyikapi untuk tidak menjadi seseorang yang arogan dan ingin menang sendiri. Kehidupan manusia terbagi menjadi dua yakni sebagai makhluk individu dan sosial. Sebagian besarnya, telah dihabiskan di kehidupan sosial.

2.    Menjadi Pendengar yang Baik

Hal selanjutnya yakni berusaha menjadi pendengar yang baik. Biasanya, seringkali sebagian besar manusia tidak bisa menjadi seseorang yang mau mendengarkan pembicaraan oleh orang lain.

pembunuhan Irwan Hutagalung

Dengan mendengar pendapat lain, maka sobat cahaya Islam bisa belajar sudut pandang lain. Namun bukan berarti menjadi sobat yang tidak berprinsip. Selain itu, menjadi teman yang baik adalah perintah Allah Ta’ala sebagaimana firmanNya dalam surat Az Zukhruf ayat 67 yakni :

اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَىِٕذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ ۗ ࣖ

Artinya : Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.

Nah demikianlah ulasan yang berkaitan pembunuhan Irwan Hutagalung dan beberapa tips untuk menjadi pribadi yang sehat mental. Semoga ulasannya bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY