Apa Itu Tauhid Asma Wa Sifat dan Contohnya?

0
1148
apa itu Tauhid Asma Wa Sifat dan contohnya

Apa itu Tauhid Asma Wa Sifat dan contohnya – Sobat Cahaya Islam, memahami tauhid merupakan inti dari keimanan kita sebagai umat Muslim. Salah satu jenis tauhid yang wajib kita pelajari adalah Tauhid Asma wa Sifat. Lalu, apa itu Tauhid Asma Wa Sifat dan contohnya?

Tauhid ini mengacu pada keyakinan akan nama-nama (asma) dan sifat-sifat Allah yang sesuai dengan kebesaran-Nya. Tauhid ini penting untuk memastikan kita mengenal Allah dengan benar, tanpa menyelewengkan makna ataupun menyamakannya dengan makhluk.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A’raf ayat 180:

“Dan Allah memiliki asmaul husna (nama-nama yang baik), maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebutnya dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya.”

Ayat ini menegaskan pentingnya memahami nama dan sifat Allah dengan cara yang benar. Artikel ini akan menjelaskan tauhid nama dan sifat beserta contohnya dalam kehidupan kita.

Pengertian Apa Itu Tauhid Asma Wa Sifat dan Contohnya

Sobat Cahaya Islam, tauhid ini memiliki tiga prinsip utama yang membedakannya dari tauhid lainnya. Ayo kita pahami satu per satu dan juga contohnya.

1.      Meyakini Nama dan Sifat Allah Tanpa Menyerupakannya dengan Makhluk

Tauhid ini mengajarkan kita untuk mengimani seluruh nama dan sifat Allah yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis. Namun, kita dilarang untuk menyamakan atau menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya. Allah SWT berfirman dalam QS. Asy-Syura ayat 11:

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Contohnya, Allah memiliki sifat Al-Bashir (Maha Melihat). Kita wajib meyakini bahwa penglihatan Allah tidak sama dengan penglihatan manusia. Manusia memiliki keterbatasan, sedangkan penglihatan Allah sempurna dan meliputi segala sesuatu.

2.      Menetapkan Nama dan Sifat Allah Sesuai Dalil

Dalam tauhid ini, kita hanya menetapkan nama dan sifat Allah yang tersebutkan dalam Al-Qur’an atau hadis sahih. Tidak boleh menambah, mengurangi, atau mengartikan nama-Nya tanpa dasar yang kuat. Hal ini penting untuk menjaga kemurnian akidah kita.

Sebagai contoh, salah satu sifat Allah adalah Ar-Rahman (Maha Pengasih). Ini menunjukkan bahwa kasih sayang Allah meliputi seluruh makhluk-Nya, tanpa terkecuali. Dalil Tauhid Asma wa Sifat ini terdapat dalam QS. Maryam ayat 58:

“(Yaitu) ketika dibacakan kepada mereka ayat-ayat (Allah) Yang Maha Pengasih, mereka tersungkur dengan bersujud dan menangis.”

Ayat ini menegaskan sifat kasih sayang Allah yang tiada tandingannya.

3.      Menjauhi Penyelewengan Nama dan Sifat Allah

Penyelewengan dalam memahami nama dan sifat Allah dapat berupa pengingkaran, penyelewengan makna, atau penyerupaan Allah dengan makhluk. Semua ini termasuk tindakan yang dilarang dan bertentangan dengan tauhid ini.

Contohnya, jika seseorang mengatakan bahwa sifat Allah sama dengan sifat manusia, maka ia telah menyimpang. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis sahih:

الْجَنَّةَ دَخَلَ أَحْصَاهَا مَنْ وَاحِدًا، إِلَّا مِائَةً اسْمًا، وَتِسْعِينَ تِسْعَةً لِلَّهِ إِنَّ

“Allah memiliki 99 nama, siapa yang menghitungnya maka ia akan masuk surga.” (HR. Bukhari No. 2736).

Hadis ini menegaskan pentingnya memahami dan mengimani nama-nama Allah tanpa distorsi. Kita harus menetapkan sifat Allah sesuai dalil, tanpa mengubah atau menyimpangkannya.

Sobat Cahaya Islam, apa itu Tauhid Asma Wa Sifat dan contohnya? Tauhid ini mengajarkan kita untuk mengenal Allah melalui nama dan sifat-Nya yang mulia, tanpa menyamakan-Nya dengan makhluk. Dengan memahami tauhid Asma wa Sifat, kita semakin dekat dengan Allah dan memperkuat akidah kita.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY