Kiky ogah roasting Muhammad Khairi – Pada HUT Indosiar yang ke-28, salah satu topik paling menyita perhatian publik adalah Kiky ogah roasting Muhammad Khairi. Pada awalnya memang pihak Indosiar meminta keduanya untuk saling roasting.
Kikiy dan Khairi mengaku jika pihaknya menolak untuk saling roasting karena beberapa alasan. Meskipun stand-up komedian ini sering meroasting tokoh-tokoh ternama, tetapi menjelang pernikahannya ia menolak tawaran tersebut.
Penyebab Kiky Ogah Roasting Muhammad Khairi
Dalam acara bertajuk Indosiar28est, segmen saling roasting menjadi hal paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Apalagi Kikiy merupakan komika yang terkenal sering meroasting sejumlah publik figur dan juga para pejabat.
Selain Kiky, sebenarnya pada HUT Indosiar kali ini juga dihadirkan pasangan lain yang akan saling meroasting, salah satunya adalah Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Namun saat dihubungi pihak Indonesia, Kikiy menolak untuk meroasting.
Pihaknya menyebutkan jika ia enggan meroasting bersama Khairi yang akan menjadi calon suaminya karena takut gagal menikah. Dari pihak Khairi sendiri juga menyebutkan alasan yang sama.
Ia mengatakan jika takut kata-kata yang dikeluarkannya saat meroasting akan menyakiti hati calon istrinya yaitu Kikiy. Lebih lanjutnya, Khairi menyebutkan jika dirinya akan meroasing Kikiy saat pernikahannya nanti.
Hukum Roasting dalam Islam
Dari pembahasan mengenai tolakan Kikiy dan calon suami saling roasting, muncul pertanyaan sebenarnya bagaimana pandangan Islam terkait dengan kegiatan tersebut. Secara roasting sendiri mengungkap keburukan orang lain.
Belakangan roasting sangat banyak dilakukan oleh komika yang piawai dalam mengolah data-data mengenai seorang tokoh. Berkat hal itu, muncul jokes sehingga penonton tertawa terbahak-bahak.
Lantas bagaimana Islam menghukuminya? jika Sahabat Cahaya Islam penasaran, berikut pembahasan lengkapnya:
1. Berdasarkan Al-isra’ Ayat 70
Islam mengajarkan saling menghormati satu sama lain dan menjaga lisan agar tidak sampai menyakiti orang lain. Sedangkan perbuatan roasting diuangkapkan menggunakan kata-kata kurang baik dan cenderung menjatuhkan.


Umumnya isinya mengungkap keburukan orang lain yang mungkin belum banyak orang tahu. Meski memiliki kedekatan, namun tetap ada anjuran untuk saling menghormati dan memuliakan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Isra’ ayat 70 berikut:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ وَحَمَلْنَٰهُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَرَزَقْنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلْنَٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Lafadz latin: Wa laqad karramnā banī ādama wa ḥamalnāhum fil-barri wal-baḥri wa razaqnāhum minaṭ-ṭayyibāti wa faḍḍalnāhum ‘alā kaṡīrim mim man khalaqnā tafḍīlā
Terjemah: Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
2. Berdasarkan Hadits Rasulullah SAW
Bukan hanya dalam Al-Quran, Rasulullah SAW juga menyinggung persoalan roasting. Isinya menyebutkan bahwa perilaku roasting adalah mengungkap aib orang lain yang bisa saja membuat objeknya merasa malu dan terhina.


Jika atas seizin objeknya, masih diperbolehkan asalkan dalam batasan wajar. Sedangkan apabila sebelumnya belum meminta izin, sebaiknya Sahabat Cahaya Islam menghindarinya. Berikut pembahasannya:
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ. وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَة. وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيه.”
Barangsiapa menutupi aib seseorang, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa memudahkan orang susah, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat. Allah Swt senantiasa akan menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya.” (HR.Muslim)
Berdasarkan pemberitaan Kiky ogah roasting Muhammad Khairi dengan alasan takut menyakiti hati, ada baiknya selalu berhati-hati ketika akan meroasting. Sebab, lidah dapat melukai hati dan lukanya belum tentu bisa sembuh.






























