Noktah Merah Perkawinan – Sobat Cahaya Islam, film Noktah Merah Perkawinan yang tayang di bioskop pada 15 September 2022 lalu mendadak kembali jadi perbincangan hangat warganet di awal tahun 2023 ini. Ada apa gerangan?
Film yang menceritakan masalah kisruh rumah tangga ini mendadak trending dan menduduki peringkat teratas Top Indonesian Movies di Netflix sejak tayang disana pada 12 Januari 2023. Alur cerita film ini sukses menguras emosi warganet yang menontonnya.
Alur Cerita Film Noktah Merah Perkawinan
Film yang diproduksi oleh Rapi Film ini merupakan adaptasi dari sinetron berjudul sama yang tayang di era tahun 96’an. Kala itu sinetronnya dibintangi oleh Cok Simbara dan Ayu Azhari. Sementara pada versi film dibintangi oleh Oka Antara dan Marsha Timothy.
Cerita film ini berkisah seputar rumah tangga Gilang dan Ambar yang sudah dibina selama 11 tahun, dan mengalami titik jenuh. Di saat inilah kehadiran seorang wanita lain yaitu Yuli membuat Gilang kembali bersemangat, namun menghancurkan rumah tangganya.


Tema perselingkuhan dengan derai air mata memang jadi makanan empuk masyarakat dimana tema ini tergolong dekat dengan keseharian warga. Seperti kita tahu bahwa isu perselingkuhan menjadi faktor utama perceraian di Indonesia.
Hal ini membuat film dengan tema perselingkuhan dengan bumbu yang tepat, dipastikan laris di pasaran. Lalu bagaimana agama Islam memandanga isu perselingkuhan dalam rumah tangga? Apa hukumannya bagi mereka yang meninggalkan pasangan demi kekasih barunya?
Bahaya Perselingkuhan Menurut Kacamata Islam
Perselingkuhan seperti pada film Noktah Merah Perkawinan tidak hanya dilakukan oleh pria namun kerap kali dilakukan oleh wanita. Selingkuh sama dengan berhianat dan sudah menjadi salah satu bentuk zina yaitu zina hati.
Hukumnya tentu saja sangat dilarang terlebih lagi jika sudah meningkat menjadi zina kemaluan. Perbuatan zina dalam bentuk apapun sangat dibenci oleh Allah SWT sebagaimana tertulis dalam firmanNya pada surat A Isra ayat 32.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al Isra:32)
Pelaku perselingkuhan apalagi jika sudah menjadi perzinaan dan membuat kehancuran dalam rumah tangganya, diancam dengan azab yang sangat pedih dan sanksi sosial yang tidak ringan. Di daerah yang menerapkan hukum Syariat Islam, pelakunya akan diadili di depan umum.
Penyebab Seringnya Terjadi Perselingkuhan Dalam Rumah Tangga
Keharmonisan sebuah rumah tangga kerap diuji dengan berbagai masalah, contohnya kehadiran orang ketiga. Bagi mereka yang tidak memiliki landasan agama dan keyakinan yang kuat kepada pasangan, ujian semacam ini menjadi pangkal hancurnya perkawinan yang sudah lebih lama dibangun.


Mengapa seseorang bisa berselingkuh? Penyebab utamanya tentu saja karena ia tidak dapat menjaga hati dan pandangannya sehingga syaitan dengan mudah merasuki dan membutakan jalan pikirannya. Alasan jenuh, kerap dijadikan tameng pembenaran.
Dalam surat An Nuur ayat 30, Allah SWT memerintahkan para lelaki yang beriman untuk menjaga pandangan mereka.
قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS An-Nur : 30)
Dalam firmanNya ini, Allah dengan tegas memerintahkan setiap pasangan untuk menjaga pandangan dan kemaluannya, agar tidak terbujuk hawa nafsu yang akan membuat mereka menyesal di kemudian hari dan merusak perkawinannya sendiri.
Sobat Cahaya islam, film Noktah Merah Perkawinan mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga dan tidak terhasut bujuk rayu syaitan. Menjaga keharmonisan rumah tangga sangat penting dilakukan agar tidak ada benih perselingkuhan yang tumbuh didalamnya.






























