Inilah Pelajaran Hidup dari Ketegaran Siti Hajar

0
1796
ketegaran Siti Hajar

Ketegaran Siti Hajar – Sobat Cahaya Islam pasti sudah tidak asing lagi dengan SIti Hajar. Kisah ketegeran Siti Hajar sangat melegenda, bahkan menjadi inspirasi bagi umat muslim

Menjadi seorang muslim yang taat tidaklah mudah, begitu juga dengan istri kedua nabi Ibrahim ini. Ia mendapatkan banyak cobaan semasa hidupnya, tapi ia mampu melewati itu semua dan menjadi salah satu perempuan yang Allah jamin masuk surga.

Bagaimanakah perjalanan hidupnya semasa di dunia? Berikut ini kami informasikan untuk Sobat.

Kisah Ketegaran Siti Hajar

Kisah Ketegaran Siti Hajar bermula ketika ia mejalani kehidupan di sebuah kabilah yang dirahamati Allah dengan lingkungan alam yang kaya. Tidak hanya itu, ia juga tumbuh dengan kepribadian yang baik, akhlak terpuj, serta memiliki paras yang menawan karena berasal dari keluarga raja.

Penduduk pada kabilah tersebut juga sangat baik dan berakhlak. Kemudian dalam satu malam negeri yang ditinggalinya menjadi porak-poranda dalam satu malam. Seluruh keluarga dan penduduk kabilah meninggal dunia, hanya ia satu-satunya yang selamat kemudian di bawa dan dijadikan budak oleh raja Mesir.

Selama perjalannya menghadapi dunia, inilah cobaan terberatnya. Sampai kepribadiannya tumbuh semakin kuat dan menjadi perempuan yang lebih tangguh dari sebelumnya.

Karena kecerdasannya, kecantikannya, serta merupakan putri dari raja  pada kabilah yang hancur, ia mendapatkan perlakuan budak khusus. Kecerdasannya juga seringkali ia gunakan membuat taktik untuk kabur dan menjalani hidup selayaknya manusia bebas.

Namun tetap saja sulit. Sampai suatu hari datanglah Nabi Ibrahim dan Istrinya Sarah. Atas takdir Allah Sarah dan Hajar menjadi akrab, bahkan Sarah meminta Hajar ikut bersama mereka.

Bersama keluarga nabi Ibarhim, Siti Hajar mendapatkan perlakuan mulia karena menjadi wanita merdeka. Ia sering membantu keluarga nabi Ibrahim, sampai ia menjadi istri kedua nabi Ibrahim.

Siti Hajar berhasil memberikan keturunan, karena selama pernikahan nabi Ibrahim Siti Sarah keduanya belum Allah karuniakan keturunan. Lalu, Allah memberikan keturnan melalui Hajar dan lahirlah Nabi Ismail.

Senang bukan kepalang Ibrahim saat itu. Namun Allah kembali menguji kehidupannya, Ia memerintahkan Ibrahim untuk membawa Ismail kecil dan Hajar ke lembah tengah gurun. Dengan sabar dan taat Hajar mengikuti semua perintah itu.

“Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”(QS. Ibrahim: 37)

Ia hidup di tengah gurun antara bukit shafa dan marwah bersama Ismail. Belum selesai, ujian terberat pun datang. Ismail kecil merasa kehausan sedangkan keduanya berada di tengah gurun tidak ada air sama sekali. Hajar berusaha mencari sumber mata air dengan bolak-balik mengitari bukit shafa dan marwah yang sama sekali tidak ada air.

Ia terus meratap dan memohon pertolongan kepada Allah, berharap ada orang yang lewat dan memberikan mereka makan dan minum. Sampai pada putaran ketujuh, mukijzat pertama nabi Ismail Allah anugerahkan.

“Ini adalah kejadian yang mendasari tradisi jemaah haji berjalan antara Safa dan Marwah. Ketika Siti Hajar (r.a.) mencapai bukit Marwa (untuk terakhir kali), ia mendengan sebuah suara, kemudian ia diam dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Ia mendengar suatu itu terus-menerus dan berkata, “Wahai (siapapun engkau)! Engkau telah membuatku mendengarkan suaramu; apakah kamu memiliki sesuatu yang dapat membantuku?” Dan ajaib! Ia melihat satu malaikat di lokasi Zam-Zam, sedang menggali tanah dengan tumitnya (atau sayapnya), hingga airnya memancar dari tempat itu. Ia lalu membentuk tangannya seperti mangkuk, dan mulai mengisi tempat air minumnya yang terbuat dari kulit dengan air menggunakan tangannya, dan air itu lalu mengalir keluar setelah dia menciduk sebagian di antaranya.” (Hadist Sahih Bukhari: Volume 044, Kitab 055, Hadits 583)

Keluar sebuah mata air yang deras dari bawah kaki nabi Ismail yang sampai saat ini dikenal dengan Zam-zam. Hajar langsung memberi minum anaknya dengan air tersebut.

ketegaran Siti Hajar

Betapa berat perjalanan hidup Siti Hajar, mulai dari ditinggalkan keluarga, menjadi budak, sampai ditinggalkan sang suami ditengah-tengah gurun bersama sang anak atas perintah Allah. Serta Allah uji lagi ketika nabi Ibrahim Allah perintahkan menyembelih nabi Ismail anaknya.

ketegaran Siti Hajar

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”(QS. As-Safat: 102)

Pelajaran dari Kisah Siti Hajar

Sobat, ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil melalui kisah luar biasa ini. Apa saja pelajaran tersebut?

1. Ketabahan berbuah manis

Setelah melewati banyaknya ujan dan cobaan hidup, Siti Hajar pun menjadi teladan para muslimah. Tentu atas ujian tersebut membuktikan keimannya begitu kuat dan menjadikannya sebagai ahli surga.

ketegaran Siti Hajar

2. Kegigihan memberikan hasil

Melihat kegigihan Siti Hajar selama mencari sumber mata air, sangat luar biasa. Ia begitu gigih dan tidak mudah menyerah dari rahmat Allah.

Mengetahui kisah atas kegigihan SIti Hajar  semoga membuat umat muslim semakin dekat kepada Allah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY