Fase Kehidupan Manusia – Hidup menjadi manusia, merupakan sebuah perjalanan hidup yang sulit, rumit, penuh lika-liku, melelahkan dan melewati beberapa fase kehidupan manusia. Nah, sebagai seorang muslim kita perlu mengetahui fase apa saja yang sudah dan akan manusia lewati.
Terdapat 5 fase yang manusia alami. Selama perjalanan hidup ini berlangsung. Salah satu fase diantaranya sudah kita alami bahkan sebelum dilahirkan ke dunia. Lalu, apa saja fase-fasenya? simak penjelasan lengkapnya dalam artikel kali ini.
Fase-fase Kehidupan Manusia
Manusia hadir ke muka bumi, sebagai khalifah, musafir, dan bertugas untuk beribadah kepada Allah SWT.
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”(QS. Adz-Zariyat: 56)
Tidak heran proses yang dilalui mulai dari masa penciptaan sampai masa akhirat nanti, manusia melalui proses yang begitu panjang dan melelahkan. Sebenarnya proses apa saja yang telah dan akan dialami sejak Allah menciptakan manusia?
1. Alam Arwah
Manusia sendiri merupkan makhluk terakhir yang telah Allah ciptakan, setelah malaikat, iblis, jin, langit, bumi dan seluruh isinya.
Allah menciptakan manusia sebagi makhluk ciptaan yang sempurna. Karena Allah memberikan akal serta nafsu kepada manusia secara bersamaan. Dan tujuan manusia berada di muka bumi ini, sebagai khalifah atau pemimpin, bertjuan untuk memakmurkan bumi Allah.
Pada fase pertama inilah, kita melakukan perjanjian dan kesaksian kepada Allah, masih dalam bentuk ruh-ruh manusia. Hal ini sesuai dengan surah Al-A’raf ayat 172.
“Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al A’raf: 172).
Dengan kesaksian serta perjanjian sebelum turun ke dunia ini, menjadikan manusia lahir ke dunia dalam keadaan fitra, beriman pada Allah dan berada pada agama yang lurus.
2. Alam Rahim
Perjalanan selanjutnya, manusia berada dalam alam rahim. Pada 40 hari pertama manusia masih berupa nutfah, 40 hari selanjutnya berupa gumpalan darah (alaqah), 40 hari lainnya berupa gumpalan daging (mudghah), kemudia ditiupkanlah ruh tadi sampai menjadi janin yang sempurna.
Pada proses peniupan ini malaikat diperintahkan oleh Allah menyampaikan ketetapan manusia selama hidup meliputi; rizki, ajal, amal, bahagia atau sengsara.
Setelah itu, melalui waktu selama 9 bulan barulah manusia lahir ke dunia. Proses menakjubkan ini, telah Allah sampaikan melalui surah Al-Hajj ayat 5.
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Al-Hajj: 5)
3. Alam Dunia
Ketika lahir ke dunia perjalanan panjang pun akan dimulai. Manusia ketika baru dilahirkan hanya meinum ASI, lalu tumbuh menjadi anak-anak, remaja, baligh, dewasa, kemudian akhirnya meninggal dunia.
Selama hidup di dunia ini, manusia memiliki tugas utama dari Allah yakni untuk beribadah. Disamping beribadah manusia juga perlu hidup berdampingan dengan baik satu sama lain, menjaga apa yang telah Allah berikan kepada masing-masing diri. Dan di dunia inilah tempat manusia mengumpulkan amal shaleh sebanyak-banyaknya, sebagai bekal pulang ke akhirat.


4. Alam Barzakh
Setelah hidup di dunia, manusia memasuki alam Barzakh atau alam kubur. Di dalam kuburan yang berukuran sempit itu, manusia hidup sendirian. Tidak ada yang bisa menemaninya, hanya amal perbuatan yang akan menjadi temannya selama di alam kubur.
5. Alam Akhirat
Selanjutnya, setelah kehidupan dunia berakhir Allah membangkitkan manusia di alam akhirat. Pada alam ini manusia akan hidup kekal dan abadi di antara dua pilihan tempat, yakni surga dan neraka.


Jika amal sholehnya lebih banyak dan mendapat rahmat dari Allah, maka ia akan hidup disurga. Jika sebaliknya, maka ia hidup dalam siksaan neraka.
Itulah fase kehidupan manusia sejak masa peniupan ruh hingga kembali ke akhirat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Sobat Cahaya Islam. Wallahu’alam.































