Sudah Siap Hidup Abadi? Inilah Proses Perjalanan Menuju Akhirat!

0
1462
Perjalanan Menuju Akhirat

Perjalanan Menuju Akhirat – Seperti Sobat ketahui, hidup di dunia adalah kehidupan yang sementara. Kita akan hidup abadi di akhirat kelak, tidak akan mengalami lagi kematian. Tapi proses menuju kehidupan abadi itu, harus melewati proses perjalanan menuju akhirat terlebih dahulu.

Kita akan melalui proses dan perjalanan yang panjang, agar Allah bisa menentukan kita hidup di surga atau justru neraka. Dengan mengetahui prosesnya ini, semoga kita mampu mulai memperbaiki diri dan lebih semangat mengumpulkan amal sholeh.

Proses Perjalanan Menuju Akhirat

1.       Hari kebangkitan di Padang Mahsyar

Ketika kehidupan dunia sudah berakhr dan tiupan sangkakala ketiga terdengar, saat itulah seluruh manusia bangkit di padang Mahsyar. Manusia akan berkumpul di sana dengan waktu yang sangat lama dibawah terik matahari yang membara.

“Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 5102 dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha)

Saking terasa begitu lama, sebagian orang banyak yang mengeluh dan berputus asa sampai mengatakanl; ‘Putuskanlah, meskipun saya harus ke neraka’.

Kemudian manusia datang kepada para nabi, tapi tidak ada yang bisa memberi syafaat dan akhirnya mereka semua mendatangi Nabi Muhammad. Saat itulah, hanya syafaat dari Rasulullah yang bisa menyelamatkan umat manusia.

Di padang Mahsyar setiap manusia akan mulai di adili, tergantung amal perbuatannya. Setiap orang diiringi oleh dua malaikat. Satu sebagai pengring dan satu lagi sebagai saksi atas segala perbuatan yang  insan lakukan di dunia.

2.       Yaumul Mizan

Setelah di kumpulakan padang mahsyar, amal manusia mulai ditimbang satu persatu. Melihat amal perbuatan mana yang lebih berat, apakah perbuatan baik atau justru sebaliknya. Jika amal perbuatan baiknya lebih banyak maka ia akan mendapatkan keselamatan.

Perjalanan Menuju Akhirat

Apabila amal buruk lebih berat, maka ia akan mendapatkan siksaan. Untuk itu, kita perlu memperisapkan segala perbuatan baik sejak hari ini. Karena sekecil apapun perbuatan baik, akan mempengaruhi timbangan. Sesuai dengan firman Allah:

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 7-8)

3.       Yaumul Hisab

Seluruh amal perbuatan kita, juga akan melalui proses perhitungan amal. Ini sesuai dengan firman Allah melalui surah Al-Ghasiyah ayat 25-26.

“Allah berfirman, Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.” (QS. Al-Ghashiyah: 25-26).

Dalam sebuah riwayat hadits disebutkan, ketika Aisyah bertanya pada Rasulullah apa itu hisab yang mudah? Kemudian Rasulullah menjawab jika Allah memperlihatkan kitab hamba-Nya, lalu Allah langsung memaafkannya begitu saja. Kemudian jika sebaliknya, hisab dipersulit maka ia akan binasa.

4.       Jembatan Sirothol Mustaqim

Selanjutnya, setelah proses penghitungan amal selesai manusia kan berjalan melewati jembatan Sirothol Mustaqim. Cara dan keadaan ketika menyebrangnya pun berbeda-beda tergantung setiap amal manusia.

Perjalanan Menuju Akhirat

Jika timbangan amal baiknya banyak, maka ia akan mudah melewati jembatan tersebut. Tapi jika sebaliknya, maka jembatan tersebut akan berubah seperti sehelai rambut yang dibagi tujuh lapis. Di bawahnya sudah menunggu nyala api nerak yang menyala-nyala.

5.       Surga dan Neraka

Berhasil melewati perjalanan di jembatan Sirothol Mustaqim, manusia akan ditentukan masuk neraka atau surga. Sebaik-baik tempat kembali adalah surga, di dalamnya tidak akan ada kesedihan dan kesengsaraan hanya ada kebahagiaan yang abadi. Hal ini sebagai balasan bagi orang-orang  banyak beramal shaleh dan taat

Kemudian tempat terkahir adalah neraka. Adalah seburuk-buruk tempat kembali dan merupakan balasan bagi orang yang durhaka pada Allah dan selalu berbuat buruk selama di dunia. Ini merupakan tempatnya tangisan, jeritan dan penderitaan yang paling mengerikan.

Dengan mengetahui perjalanan menuju akhirat ini, semoga menyadarkan kita untuk terus berbuat amal shaleh. Sekian artikel ini dibuat. Wallahu’alam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY