AKBP Dalizon Mengaku Setiap Bulan Setor 500 jt Ke Atasan

0
1303
AKBP Dalizon

AKBP Dalizon – Terdakwa kasus suap dinas PUPR AKBP Dalizon, mengaku uang sebesar RP 500 jt disetorkan pada mantan direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Anton seringkali terlambat.

Setoran dengan jumlah fantastis itu, biasanya jatuh tempo pada tanggal 5 tiap bulannya. Pernyataan ini AKBP Dalizon sampaikan pada Mangapul Manalu, ketua Majelis Hakim yang menanyakan dari mana asal uang ratusan juta tersebut.

 Perjalanan sidang yang dilaksanakan secara langsung ini pun, membuat Dalizon merasa lebih baik. Apa yang membuatnya meras lebih baik dan lega?

Pengakuan AKBP Dalizon

Pada persidangan tersebut Dalizon tampak duduk dengan baju tahanan kejagung, serta borgol di tangan. Ia mengungkapkan sebuah pengakuan yang membuat dirinya meras lebih baik.

Dalizon mengungkapkan bahwa saat pemeriksaan di Paminal Mabes Polri, tiga Kanit Ditreskrismus yakni Pitoy, Salupen, serta Hariyadi memohon bantuannya untuk dilindungi.

Tapi ternyata mereka justru mengkhianti Dalizon, tidak memenuhi atau mengganti uang yang telah Dalizon gunakan untuk melindungi mereka. Terdakwa kasus penerima suap ini juga, mengungkap keburukan atasannya karena Direktur tersebut, sudah menjelek-jelekan dirinya.

Itulah alasan mengapa Dalizon membongkar semuanya di depan Ketua Majelis Hakim. Dalizon juga tidak menampik adanya aliran dana sebesar 10 Miliar yang bersumber dari Dinas PUPR Kabar Muba.

Ia mengungkapkan uang tersebut diberikan melalui seorang kabid Dinas PUPR Muba, Bram Rizal yang mengaku sebagai sepupu dari Bupati.

Dalizon juga menyampaikan aliran dana tersebut dialoksikan; 2.5 Miliar untuk dirinya, 4.2 Miliar untuk Dir, 500 jt diberikan pada Candra Hadi, dan sisanya ia berikan kepada tiga Kanit. Tedakwa ini pun merasa sangat lega karena telah mengungkapkan semuanya dihadapan hakim.

Namun Anton selaku atasan Dalizon, membantah perkataan Dalizon bahwa dirinya menrima fee dari uang tersebut. Bahkan ia mengaku tidak tahu menahu tentang kasus suap Dinas PUPR Muba, pada saat tahap penyelidikan dihentikan oleh terdakwa.

Kasus Dallizon terus berlanjut dan mulai mendaptkan nama-nama lainnya, yang terlibat dalam kasus tersebut. Sobat, melihat kasus yang tampak rumit ini ternyata permasalahan berasal dari hawa nafsu manusia.

Hawa Nafsu dan Manusia

Hawa nafsu merupakan salah satu ujian terberat bagi manusia. Terlebih lagi bagi manusia yang sama sekali tidak bisa bersyukur.

AKBP Dalizon

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Yusuf [12]: 53).

Dirinya akan selalu merasa kurang meski sudah Allah berikan nikmat yang banyak. Lalu, bagaiamana cara diri kita untuk membentengi diri dari hawa nafsu?

1.       Tingkatkan ketaqwaan

Hal pertama yang bisa kita terapkan, memulai dengan meningkatkan ketaqwaan pada Allah. Mulailah untuk memperbaiki diri, memperbaiki ibadah, dan mulai melakukan perbuatan-perbuatan baik.

2.       Mencari lingkungan yang baik

Setan akan selalu datang untuk menggoda manusia dari berbagai arah. Untuk meminimalisir hal tersebut, Sobat bisa mencari lingkungan yang baik. Sebuah lingkngan yang dipenuhi orang-orang sholeh dan bisa mengingatkan kita ketika mulai salah arah.

AKBP Dalizon

3.       Memilah teman

Teman juga sangat berpengaruh, Sobat perlu mencari teman-teman yang sholeh. Sehingga membuat kita lebih sering mengingat Allah dan bisa menjadi syafaat di akhirat kelak.

Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau  mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar  pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk”.[HR. Bukhari dan Muslim]

“Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.” (Ma’alimut Tanzil 4/268)

Sekian artikel tentang AKBP Dalizon ini dibuat, semoga kita mampu mengambil pelajaran dari kasus yang menimpanya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY