Stefan William Bercerai, Pentingnya Ketahanan Keluarga

0
1221
Stefan William

Stefan William – Berita Perceraian Stefan William beberapa hari ini memang memenuhi media dalam negeri. Pasalnya, lika – liku kehidupannya bersama Celine seringkali menjadi sorotan media.

Hal ini dikarenakan adanya perbedaan usia antara Stefan dan Celine dimana pasangan prianya lebih muda. Sebagian umat sempat mengomentari bahwa rumah tangga mereka takkan berjalan mulus sebab Stefan masih belum terlalu matang.

Sobat Cahaya Islam, perceraian Stefan William bisa saja terjadi pada umat Islam lainnya. Prahara dalam rumah tangga seringkali menjadi hal yang dapat memicu perceraian antar pasangan bila tidak ada komunikasi yang sejalan.

Siapa Stefan William?

Stefan William merupakan salah satu aktor terkenal dengan puluhan drama dan film yang ia bintangi. Beberapa drama dan film yang ia mainkan juga telah banyak mengantar Stefan ada dalam panggung penghargaan dengan piala yang tak kalah rupawan dengan parasnya.

Di balik usia yang masih muda, ternyata aktor ini sudah memiliki keluarga dan anak – anak yang lucu. Hanya saja, dalam beberapa bulan terakhir hubungannya sedang tidak mulus dengan pasangan.

Ketidakharmonisan dalam suatu keluarga bisa saja terpengaruhi oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal.

1.    Faktor Internal

Sobat Cahaya Islam, salah satu hal yang dapat umat kategorikan dalam faktor internal yakni kurangnya kepercayaan diri dalam mengkomunikasikan atau mengekspresikan perasaan masing – masing.

Hal ini memang awalnya terlihat sepele, namun jika dibiarkan tentu akan menjadi hal yang menyebabkan awal perceraian. Jadi, alih – alih memendam perasaan, umat harus lebih sering belajar agar dapat terbuka kepada pasangan.

Umat juga harus senantiasa mengingat, walaupun permasalahannya sepele terkadang malah bisa menjadi bumerang.

Stefan William

Selain rasa kepercayaan diri, terkadang umat lupa untuk dapat saling memberikan kepercayaan pada pasangan. Fakta hari ini, justru menunjukkan bahwa para pasangan terkadang malah lebih mendengarkan desas – desus orang lain daripada pasangan masing – masing. Naudzubillah.

Padahal dalam Islam, saling percaya antar pasangan adalah salah satu hal yang wajib terpenuhi. Jangankan pasangan yang sudah menikah, antar sesama muslim saja harusnya percaya.

Hanya saja, sistem kehidupan sekarang seakan – akan telah meniscayakan umat untuk lebih berada dalam sisi kebohongan daripada menelan pahitnya kebenaran.

2.    Faktor Eksternal

Setelah umat selesai memahami terkait faktor internal,umat jangan sampai lengah dengan prahara rumah tangga yang berasal dari faktor eksternal. Misalnya saja, terkait intervensi keluarga antar kedua pihak.

Memang, rumah tangga adalah hal yang sakral dan butuh tangga banyak yang harus umat lalui. Hanya saja, kondisi tersebut harusnya menjadikan pasangan yang baru berkeluarga untuk menjadi mandiri. Bukannya malah ketergantungan dengan orang tua masing – masing.

Terkadang, kondisi semacam inilah yang menyebabkan umat tak dapat melanjutkan pernikahan karena ada propaganda maupun bisikan halus untuk mengakhiri ikatan pernikahan.

Padahal, dalam Islam pernikahan adalah ikatan yang suci dan perjanjian yang sangat kuat. Tidak seharusnya umat mudah goyah karena hal – hal yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Perceraian sendiri sudah dijelaskan Allah SWT dalam firmanNya yakni At Thalaq ayat 1 :

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاۤءَ فَطَلِّقُوْهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَاَحْصُوا الْعِدَّةَۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ رَبَّكُمْۚ لَا تُخْرِجُوْهُنَّ مِنْۢ بُيُوْتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ اِلَّآ اَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍۗ وَتِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يَّتَعَدَّ حُدُوْدَ اللّٰهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهٗ ۗ لَا تَدْرِيْ لَعَلَّ اللّٰهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذٰلِكَ اَمْرًا

Artinya : Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar), dan hitunglah waktu idah itu, serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya dan janganlah (diizinkan) keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah, dan barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, maka sungguh, dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali setelah itu Allah mengadakan suatu ketentuan yang baru.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai Stefan William dan beberapa faktor yang perlu umat pahami agar tak sampai merusakkan hubungan rumah tangga keluarga muslim. Semoga artikel ini juga dapat menjadi bacaan bagi umat lainnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY