Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Ini Cara Pendidikan Mental Anak dalam Islam

0
1002
Hari kesehatan mental sedunia

Hari kesehatan mental sedunia – Diperingati setiap tanggal 10 Oktober, tujuan dari adanya hari kesehatan mental sedunia adalah untuk menyebarkan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental. Oleh karena itu, cara memperingatinya juga beragam temanya setiap tahun.

Kesehatan mental yang turun juga memiliki dampak yang buruk di dalam kehidupan seseorang. Contohnya, jika seorang anak memiliki mental yang buruk, biasanya dia akan cenderung kurang percaya diri dan selalu merasa tidak bisa melakukan sesuatu. Selain itu, dia juga cenderung tidak mempunyai inisiatif, selalu merasa salah, serta kesulitan mengekspresikan emosinya.

Sobat Cahaya Islam, Islam sudah mengajarkan cara mendidik anak dengan baik, terutama dalam pendidikan mental. Contohnya, Islam mengajarkan kita untuk memukul anak jika dia tidak mau sholat pada usia 10 tahun. Namun, cara memukul dan bagian mana saja yang diperbolehkan untuk dipukul juga sudah diatur dalam Islam.

الله الله

ال، ال ل الله لى الله ليه لم : ا لَادَكُمْ الصَّلَاةِ اءُ اضْرِبُوْهُمْ لَيْهَا اءُ ا اضْرِبُوْهُمْ لَيْهَا اءُ

Artinya: Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun! Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan shalat)! Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan)! (Hadits ini hasan. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 495; Ahmad, II/180, 187; Al-Hakim, I/197)

Oleh karena itu, kita sebagai orang tua tidak boleh sembarangan dalam memukul anak. Sebab, memukul anak dengan cara yang tidak benar dan secara berlebihan dapat meninggalkan trauma yang mendalam. Selain itu, memukul bagian tubuh yang tidak diperbolehkan juga dapat membahayakan anak tersebut. Lalu, Bagaimana cara mendidik mental anak dalam Islam?

Cara Pendidikan Mental Anak dalam Islam Untuk Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia

Pada saat ini, masih ada beberapa orang tua yang mendidik anaknya dengan cara yang kasar dan memukuli anaknya dengan tidak manusiawi. Padahal, perlakuan tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mental anak di kehidupannya nanti. Anak-anak yang mempunyai kesehatan mental yang buruk biasanya tidak mempunyai rasa percaya diri yang bagus.

Hari kesehatan mental sedunia

Padahal, orang tua mungkin tidak bermaksud untuk menyakiti anaknya. Tetapi, cara mendidik mereka itu yang salah. Adanya hari kesehatan mental sedunia ini diadakan untuk mengajarkan masyarakat agar paham betapa pentingnya kesehatan mental, terutama untuk anak-anak. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang belum memahami dengan benar tentang mental.

Oleh karena itu, Islam juga mempunyai cara-cara yang dapat dilakukan orang tua untuk mendidik mental anaknya:

1. Mempunyai Sikap Lemah Lembut

Ketika mengajari seorang anak, orang tua tidak boleh membentak-bentak anaknya dengan kasar. Sebab, perkataan kasar orang tuanya dapat menghancurkan mental anaknya dikarenakan rasa takut yang ditanamkan oleh orang tuanya melalui kata-kata tersebut. Oleh karena itu, orang tua dituntut untuk mempunyai sikap lemah lembut kepada anaknya.

Orang tua tidak hanya wajib memberikan makan untuk anaknya, tetapi juga mempunyai kewajiban untuk mendidik. Mendidik disini bukan berarti orang tua boleh berbuat sesuka hati kepada anaknya. Oleh karena itu, hari kesehatan mental sedunia diadakan dengan tujuan untuk menyadarkan kembali tentang pentingnya mental seseorang, meskipun hanya anak-anak.

2. Mempunyai Sikap yang Adil

Orang tua harus mempunyai sikap yang ada kepada anak-anaknya. Sebab, biasanya orang tua cenderung pilih kasih, meskipun mereka menganggap menyayangi anak-anak mereka dengan sama. Namun, anak-anak tidak merasakan demikian. Mereka bisa merasakan kasih sayang yang mereka terima itu tidak sama seperti saudara mereka yang lain.

Hari kesehatan mental sedunia

3. Memberikan Contoh yang Baik Kepada Anak

Sebelum memerintahkan anak untuk melakukan sesuatu seperti sholat, ada baiknya kita sebagai orang tua untuk mencontohkannya terlebih dahulu dengan rajin sholat dan mengajak anak untuk melakukannya bersama-sama. Sebab, memberikan perintah tanpa adanya bukti yang nyata sama saja dengan mengisi tinta pulpen namun tetap saja kosong.

Adanya hari kesehatan mental sedunia ini tidak hanya menyebarkan edukasi tentang kesehatan mental, tetapi juga cara menerapkannya di keseharian. Jadi, dapat disimpulkan bahwa berbicara saja tanpa adanya pembuktian maka tidak ada gunanya.

Itulah cara pendidikan mental anak dalam Islam untuk Peringati hari kesehatan mental sedunia. Semoga kita bisa mendidik anak-anak kita sesuai dengan ajaran agama Islam dengan baik. Amiinn…

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY