Istimewanya Pandangan Allah dan Rasul VS. Dangkalnya Pandangan Manusia

0
1315

Beberapa waktu yang lalu tim Cahayaislam terlibat dalam eksperimen sosial yang dilakukan oleh salah satu sobat Cahayaislam yang Alhamdulillah diberkahi oleh Allah memiliki sebuah toko busana yang lumanyan banyak peminatnya. Beliau sedang turut serta dalam sebuah expo fashion dan kebetulan memiliki stand yang cukup strategis dalam event tersebut. Karena memang ingin mempelajari pandangan pasar dan pelanggan lebih jauh untuk tujuan marketing serta feedback dalam hal pelayanan pekerja di tokonya, dia memutuskan untuk membuat sedikit percobaan.

Percobaan disimulasikan oleh dua orang yang berbeda, hanya saja satu orang menggunakan pakaian yang necis dan bergaya. Kebalikan dari orang yang yang tadi disebutkan, aktor yang lain menggunakan baju yang biasa saja dan tidak terlalu mencolok dan bahkan terkesan agak lusuh. Tugas kedua orang tersebut adalah mendatangi stand toko busana beliau kemudian mencoba untuk memilih-milih pakaian. Hasil dari percobaan tersebut adalah orang yang menggunakan pakaian necis lebih mendapat perhatian yang berlebih dibandingkan orang yang memakai pakaian yang biasa. Penampilan dari kustomer menjadi salah satu aspek ‘penghakiman’ oleh para pekerja di toko beliau.

Melihat fenomena tersebut, tim Cahayaislam menarik kesimpulan bahwa banyak orang yang melihat seseorang dari luarnya saja dan cenderung lebih memilih mereka yang dirasa baik dimata mereka. Lalu bagaimana pandangan islam dalam hal ini? Bagaimana pandangan Allah terhadap manusia?

Allah tidak melihat seseorang dari luarnya

berbicara tentang pandangan Allah terhadap manusia, ada salah satu hadits dari sahl, pernah suatu ketika diceritakan seorang lelaki dengan penampilan yang wow dan mengagumkan lewat didepan Rasulullah yang sedang duduk bersama dengan sahabatnya. Beliau bertanya: Wahai sahabat-sahabatku! Bagaimana menurut kalian tentang lelaki yang baru saja lewat tersebut? Kebanyakan dari para sahabat menjawab: dia pasti adalah seseorang yang bila melamar akan dinikahkan, orang yang meminta syafaat akan disyafaati, dan orang yang berbicara maka akan didengar. Mendengar hal itu, Rasulullah pun terdiam.

Selang beberapa saat kemudian, muncullah lelaki lain yang berpenampilan lusuh dan tidak enak dipandang lewat didepan mereka. Setelah itu Rasulullah bertanya hal yang sama kepada para sahabatnya, dan mereka menjawab kebalikan dari jawaban sebelumnya. Setelah mendengar jawaban tersebut, Rasulullah bersabda bahwasanya satu lelaki muslim itu (yang lusuh dan tidak enak dilihat) lebih baik daripada laki-laki sebelumnya (yang berpakaian necis) memenuhi bumi ini. Dari cerita tersebut, kita seharusnya bisa memetik hikmah bahwasanya kegantengan, kekerenan, kekayaan kita tidak akan menjamin sama-sekali pada kita untuk mendapatkan rahmat dan ridhonya Allah. Dalam artikel tim Cahayaislam yang lain yang berjudul jangan mudah menghakimi seseorang pun telah kami bahas bahwa kita manusia biasa tidak berhak menghakimi baik atau buruk kepada seseorang.

dalam hadits Muslim dan Ibnu Majjah juga telah diterangkan oleh Rasulullah bahwasanya Allah tidak memandang rupa seseorang:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

Dengan begitu, yang kita perlu pertanyakan kepada diri kita adalah bukan seganteng dan serupawan apa kita, namun sudahkah kita memiliki kriteria-kriteria yang akan dipandang oleh Allah SWT dan kemudian dicintaiNya?

Bangunlah Citra baik untuk Allah! Bukan Untuk manusia!

Dari cerita yang kami bahas diatas, kita sebagai orang islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, hendaklah lebih berfokus untuk mendapatkan ridho dari Allah, daripada terfokus untuk tampak menakjubkan didepan manusia-manusia lainnya dimuka bumi ini. Pandangan Allah terhadap manusia tidak berlaku pada penampilan. Memang, penampilan adalah hal yang pertama, namun bukan hal yang utama yang perlu kita punyai. Apa gunanya kita membangun citra baik dan berjaim ria untuk dipandang mulia oleh orang lain, jika kita malah tidak dicintai oleh Allah dan RasulNya? Citra baik untuk manusia tidak akan menjamin kenikmatan surga ada ditangan kita! Namun, citra baik dari Allah dan Rasul, pastinya akan membuat hidup kita lebih tentram dan bahkan mendapatkan citra baik juga dimata orang lain. Bukankah dalam Surah Al-Hujurat ayat 13 telah difirmankan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah dia yang bertaqwa.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!