Badai Sitokin – Pandemi sarscov-19 yang tidak kunjung usai menjadi masalah pelik yang dialami oleh masyarakat Indonesia bahkan diseluruh dunia. Sampai saat ini banyak sekali varian yang bermunculan.
Gejala yang ditimbulkan juga semakin beragam yang mengharuskan masyarakat lebih waspada terhadap virus satu ini. Salah satunya adalah badai sitokin.
Badai sitokin sendiri merupakan gejala medis yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga mengalami banyak peradangan. Mengakibatkan organ tubuh kesulitan dalam berfungsi dan memicu kematian.
Organ yang paling sering diserang oleh badai sitokin ini adalah paru-paru. Sehingga paru-paru orang yang terjangkit badai sitokin ini mengeluarkan lendir yang berlebihan dan mengakibatkan sesak napas hingga menimbulkan kematain.
Sobat Cahaya Islam, bukan hanya pasien covid-19 yang dapat terserang badai sitokin namun juga penderita autoimun seperti artritis juvenile dapat terjangkit badai sitokin.
Para ilmuwan masih mempelajari penyebab dari kemunculan badai sitokin saat ini. Para ahli menduga hal itu disebabkan oleh masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti sistem kekebalan itu sendiri.
Karena badai sitokin masih belum diketahui sebab kemunculannya karena apa. Oleh karena itu pentingnya menerapkan pola hidup sehat disaat pandemi seperti ini.
Bagaimana Menjaga Pola Hidup Sehat agar Terhindar dari Badai Sitokin?


Sobat Cahaya Islam, badai sitokin dan sarscov-19 ini tidak boleh dianggap main-main. Karena virus yang sudah mewabah hampir 2 tahun ini buktinya tidak kunjung usai.
Selain menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari perlu diketahui pentingnya dalam menjaga imun tubuh agar tetap stabil dan terjaga.
Menjaga pola hidup sehat seperti apa yang seharusnya diterapkan disaat pandemi seperti ini. Salah satunya adalah menjaga pola makanan bergizi seperti sayuran dan buah.
Rajin berolah raga, mengonsumsi vitamin, cuci tangan, memakai masker dan mandi setelah habis bepergian dari rumah. Kebiasaan tersebut dapat mencegah virus-virus masuk ke dalam tubuh.
Perlu diketahui masa pandemi ini juga sebagai salah satu kehendak dari Allah S.W.T. Sebagai manusia haruslah selalu berprasangka baik kepada Allah karena semua yang terjadi tidak akan mungkin bisa terjadi jika tanpa kehendak-Nya.
Oleh sebab itu wajib bersyukur dan berserah diri setiap apa yang terjadi didalam kehidupan ini adalah hukumnya wajib. Dan menjaga pola kehidupan yang sehat adalah sebagai ikhtiar supaya selalu terjaga dan dilindungi oleh Allah S.W.T dimanapun berada.
Sebenarnya pola hidup sehat ini telah diterapkan oleh orang-orang muslim jauh sebelum pandemi mewabah. Tokoh yang menjadi tauladan dalam menjaga kebersihan baik jasmani dan rohani adalah Rosullulloh Muhammad S.A.W.
Tauladan hidup seperti apa yang dianjurkan oleh Rosullullah untuk menjaga kesehatan dan pola hidup sehat?


Sobat Cahaya Islam, ternyata jauh sebelum virus ini mewabah Rosullulloh telah mengajarkan umatnya untuk selalu menerapkan hidup sehat di kehidupan sehari-harinya. Karena didalam islam bukan hanya mempelajari aqidah dan akhlak namun masalah kesehatan yang plaing mendasar juga dipelajari didalamnya.
Masalah kesehatan bukan hanya berdampak pada fitnya badan, tetapi juga pada ketahanan tubuh, usia dan tentunya kemampuan untuk beraktifitas. Sangat disayangkan jika terjadi masalah kesehatan pada tubuh dan tidak bisa melakukan aktifitas dan menebar manfaat seperti biasanya.
Nabi Muhammad S.A.W bagi umat muslim bukan hanya sosok tauladan dalam aspek ibadah dan spiritual saja, akan tetapi juga dalam menjalankan pola hidup sehat supaya tetap bisa beribadah dan berjuang dalam membela islam.
Rosullulloh bersabda : “kami adalah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak pernah kekenyangan” (HR. Bukhari no 5456 Muslim no2031)
Sobat Cahaya Islam, dapat dilihat dari hadist ini bahwa nabi tidak pernah makan sebelum lapar karena menurut medis bahwa makan sebelum lapar ini dapat menghindarkan diri dari penyakit lambung. Dan berhenti sebelum kenyang supaya tidak berlebihan dalam memakan sesuatu.
Karena pada jaman sekarang manusia selalu berlebihan dalam makanan sehingga banyak sekali penyakit yang bermunculan. Jika mengikuti anjuran makan dari Rosulullah pasti umat akan terhindar dari badai sitokin dan sarscov-19 karena daya tahan tubuh yang terjaga.
Demikian ulasan tentang badai sitokin dan sarscov-19, dan pentingnya menjaga pola hidup sehat tentunya dengan anjuran agama islam.
Semoga selalu waspada dan terhindar dari semua penyakit yang banyak bermunculan di akhir-akhir ini

































