PSHT – Beberapa hari yang lalu muncul trending di twitter tagar PSHT. Tagar ini diketahui muncul ketika beredar sebuah video yang menayangkan pemuda berkaos hitam yang dipukuli oleh seorang pria juga dengan seragam PP hingga wajahnya berdarah.
Sobat Cahaya Islam, masih belum diketahui dengan jelas motif dari kejadian ini sehingga mengakibatkan insiden pemukulan tersebut. Namun aksi pemukulan itu berhasil memancing amarah para anggota organisasi PSHT yang lain. Beruntung anggota PP – PSHT berhasil dipertemukan oleh anggota TNI-POLRI untuk mediasi antara kedua belah pihak dan akhirnya berdamai.
Dalam islam jelas tidak dibenarkan untuk menyelesaikan sebuah masalah yaitu dengan jalan kekerasan. Karena kekerasan bukan menyelesaikan permasalahan namun akan menimbulkan permasalahan baru muncul dan perlu diketahui masih banyak cara untuk meredam masalah. Salah satunya dengan silaturrahim dengan begitu akan dengan jelas duduk permasalahannya.
Sobat Cahaya Islam, akhir-akhir ini marak kasus kekerasan yang dilatar belakangi oleh berbagai masalah. Bahkan masalah kecilpun dapat memicu sebuah kekerasan misalnya tersinggung karena ucapan yang dilontarkan. Oleh karena itu pentingnya umat dalam menjaga lisannya supaya tidak menimbulkan sakit hati bagi yang mendengar.
Kasus PP – PSHT ini juga sebagai bahan renungan umat bahwa pentingnya menjaga perilaku dan tutur kata yang baik. Sehingga dapat memelihara hubungan baik dan silaturrahim antar umat.
Mengapa Sebagai Seorang Muslim Harus Menjaga Silaturrahim?
Sobat Cahaya Islam, menjaga silaturrahim dengan baik akan menimbulkan banyak manfaat salah satunya adalah memperpanjang pertemanan. Manusia adalah makhluk sosial yang mana akan terus bergantung dengan manusia yang lainnya.
Dengan menjadi pribadi yang baik pastinya akan mendapatkan banyak kawan. Begitu pula hidup tidak melulu diatas kadang akan merasakan terjun bebas merosot dan disaat itulah kawan yang telah terjaga silaturrahimnya dengan baik akan saling membantu dan menolong.
Selain memperpanjang pertemanan silaturrahim yang terjaga dengan baik juga akan memperpanjang umur. Karena hidup tidak memiliki masalah dengan orang lain maka kehidupan umat akan lebih tenang dan damai.
Bukan hanya manfaat didunia saja yang akan dirasakan oleh penjaga silaturrahim dengan baik ini. Namun keutamaan di akhirat juga akan di peroleh. Salah satunya adalah memperluas rezeki hingga dimuliakan didunia dan diakhirat.
Rosulullah bersabda : “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah tali silaturrahmi”(HR. Bukhari dan Muslim no. 5527)
Didalam agama islam selain menjaga hubungan dengan Allah juga telah mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya. Sehingga Allah pun sangat membenci orang yang dengan sengaja memutuskan tali silaturrahim dengan saudaranya.
didalam surat Muhammad ayar 22-23 Allah berfirman :
“maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan tali silaturrahmi (kekeluargaan)? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka”
Berdasarkan ayat dan hadist diatas dapat dilihat bahwa Allah tidak main-main dalam menghukum diakhirat bagi pelaku pemutus tali silaturrahmi ini. Oleh karena itu sebagai umat muslim sebaik-baiknya adalah saling menjaga hubungan baik yaitu dengan memperpanjang tali silaturrahim kepada sesama saudara muslim. Bahkan tidak segan untuk selalu memaafkan perbuatan jahat orang lain.
Manfaat Saling Memaafkan


Sobat Cahaya Islam, saling memaafkan adalah salah satu media untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Selain itu memaafkan banyak memiliki manfaat bagi kesehatan mental, jiwa dan raga. Memaafkan bukan berarti melupakan kejadian dan tindakan menyakitkan yang dilakukan oleh orang lain.
Akan tetapi memaafkan adalah untuk melepaskan sebuah dendam dan kesakitan yang bergejolak didalam dada sehingga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental umat. Selain itu juga akan mempermudah umat dalam menjalani kehidupan sehari-hari karena akan mengurangi stress, menurunkan kecemasan dan depresi.
Sobat Cahaya Islam, dari kasus antar organisasi PP – PSHT dapat diambil pelajaran bahwa tidak ada salahnya untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf.
Apalagi saling memaafkan perbuatan yang menyakiti sekalipun membuat bekas dan tidak mudah untuk dilupakan. Dan pentingnya dalam menjaga silaturrahmi sehingga masalah tidak berlarut dan menimbulkan dendam diantara kedua belah pihak.






























