Wafat Setelah Menerima Hukuman Hadd, Ini Pendapat Islam

0
317
hukuman hadd

cahayaislam.id – Di dalam ajaran Islam, terdapat hukuman hadd yang diperuntukkan bagi kasus perbuatan dosa. Seperti zina atau mencuri.

Sebagaimana kita tahu bahwa setiap pelaku pidana akan diancam dengan hukuman. Baik itu hukuman dunia maupun hukuman akhirat. Sedangkan hukuman hadd sendiri diancamkan pada pelaku jarimah hudud.

Jarimah hudud di Islam adalah zina, menuduh orang yang tidak terbukti bersalah bahwa dia melakukan zina, minum minuman keras, mencuri, merampok, mengganggu keamanan, murtad dan melakukan pemberontakan.

hukuman hadd

Seseorang atau bahkan kelompok yang mencoba untuk melakukan tindakan kriminal tersebut maka akan diancam dengan hukuman penjara.

Berapa lama dia akan dipenjara pun waktunya sangat variatif, karena ditentukan dengan kategori mana dia melakukan kejahatan. Para narapidana akan ditempatkan di rumah tahanan selama menjalani hukuman.

Pada saat tiba waktunya memperoleh kemerdekaannya maka mereka pun diizinkan untuk pulang ke rumah masing-masing. Hal ini merupakan contoh hukuman di dunia atas ketentuan hukum negara.

Ada ketentuan hukum tersendiri dalam Islam, yakni untuk mereka yang berzina dan statusnya sudah menikah (mukhsan), maka harus dirajam sampai mati.

Nah, Sobat Cahaya Islam, pastinya muncul pertanyaan bagi para Sobat, jika ada pelaku zina yang dihukum rajam hingga wafat, apakah wajib baginya untuk disholati? Demikian ulasannya.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW disebutkan:

ثُمَّ أَمَرَ بِهَا فَصَلَّى عَلَيْهَا، وَدُفِنَتْ

“Setelah itu beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk mensalati jenazahnya dan menguburkannya” (HR. Muslim no. 1695).

Hadits di atas menceritakan sebuah kisah mengenai seorang perempuan Ghamidiyyah yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dirajam karena telah berbuat zina.

Pendapat Islam mengenai Wafat Setelah Menerima Hukuman Hadd

Dari kandungan isi hadits di atas, ada dua faedah penting yang dapat kita jadikan kesimpulan. Apa saja?

Wajib Disholati Sebab Dia Bertaubat

Orang yang meninggal dunia setelah mendapat hukuman hadd tetap disyariatkan untuk disholati. Sebab Nabi Muhammad SAW juga tetap mensholati semua jenazah kecuali dua, yakni yang mengkhianati perang dan pelaku bunuh diri.

Namun ada pula yang mengatakan bahwa penguasa kaum Muslimin tidak perlu mensholati jenazah pelaku hukuman tersebut. Cukup disholati oleh kaum Muslimin biasa saja.

Hal ini dikarenakan Nabi Muhammad SAW tidak mensholati jenazah dari Ma’iz RA. Akan tetapi tidak ada larangan bagi orang-orang Islam untuk mensholatinya.

Selain itu, orang yang wafat setelah menerima hukuman itu maka wajib disholati jenazahnya. Dengan alasan orang tersebut yang meminta diberi hukuman had karena dirinya ingin bertaubat.

Wajib Disholati karena Bukan Kafir

Faedah yang kedua, seorang Muslim yang mendapat hukuman rajam hingga meninggal dunia tetaplah wajib disholati. Sebab dia masih menjadi Muslim dan tidak dinyatakan telah keluar dari agama Islam.

hukuman hadd

Meskipun pernah terjerumus ke dalam salah satu dosa yang besar maka jenazahnya wajib diperlakukan sebagaimana harusnya, baik disholati maupun dimakamkan dengan layak.

Kesimpulannya, orang yang pernah berzina bukanlah orang yang membatalkan Islamnya, artinya statusnya pun tidak dinyatakan keluar dari agama yang diyakini.

Demikian di atas adalah ulasan mengenai tanggapan agama Islam terhadap kaum Muslim yang wafat setelah mendapatkan hukuman hadd. Semoga artikel ini bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY