Valentine Day – Merupakan salah satu perayaan yang banyak orang minati sampai saat ini. Biasanya para anak muda yang merayakan Hari Valentine sebagai ungkapan kasih sayang.
Biasanya mereka akan merayakan Hari Valentine dengan cara-cara tersendiri. Sayangnya perayaan tersebut kerap kali dilakukan kepada orang yang salah atau sekedar kekasih.
Fenomena Perayaan Valentine Day
Perayaan Hari Valentine secara rutin berlangsung pada tanggal 14 Februari di setiap tahunnya. Menurut mereka yang merayakan, Hari Valentine mempunyai arti penting terutama saat tengah jatuh cinta.
Biasanya mereka juga saling mengungkapkan kasih sayang untuk pasangan dengan berbagai cara. Bentuk ungkapannya sendiri bermacam-macam mulai dari memberi kado atau mengirimkan pesan romantis.
Selain itu, banyak juga yang merayakan Valentine Day dengan makan malam sekaligus kencan di restoran mewah, dan bentuk perayaan lainnya. Tetapi perlu Anda ketahui, sejatinya perayaaan Hari Valentine bukan untuk umat islam.
Apalagi, jika merayakan Hari Valentine kepada kekasih, tunangan, maupun teman dekat lawan jenis yang belum mahramnya. Ini jelas terlarang dan tidak ada dalam hukum agama islam.
Mengapa Islam Melarang Hari Valentine?
Sobat Cahaya Islam, bagi Anda yang sering merayakan Hari Valentine, sebaiknya hentikan sekarang juga. Jika masih ragu, berikut ini ada beberapa alasan mengapa islam sampai melarang perayaan ataupun memperingati Valentine Day:
1. Meniru Perayaan Kaum Non Muslim
Tergantung tindakannya, haram hukumnya bagi muslim yang merayakan acara non islam seperti tahun baru, natal, dan Hari Valentine lantaran tidak termasuk dalam perayaan agama islam. Apalagi perayaan tersebut juga tidak sesuai berdasarkan keyakinan umat muslim.
Hal itu sesuai dalam HR. Abu Dawud nomor 4021, Ahmed 2/50 yakni:
“Siapapun yang terlihat seperti sebuah kelompok dalam kegiatan dan praktek mereka sangat mirip dengan mereka.”
Oleh sebab itulah, sejatinya tak boleh bagi seorang muslim merayakan hari raya para kaum non muslim atau kafir. Terlebih, Hari Valentine berhubungan dengan orang suci dalam umat non muslim bernama Valentine yang mendapat hukuman mati tepat tanggal 14 Februari 270M.
2. Hari Valentine Merupakan Promosi Praktek Haram
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Hari Valentine berdasarkan pada cerita Saint Valentine yang mendapat hukuman mati di tanggal 14 Februari silam. Perayaan hari Valentine mulai di abad ke 4 SM untuk menghormati sang dewa yaitu Lupercus.
Acara utama di hari itu yaitu undian yang membagikan para wanita muda kepada para pria muda sebagai hiburan dan kesenangan. Oleh sebab itu, umat islam menganggap perayaan Hari Valentine haram karena asal mula Valentine mempromosikan perzinahan dan hubungan bebas.
3. Anjuran Islam Mengekspresikan Cinta Sepanjang Waktu, Tak Hanya Satu Hari
Agama islam menganjurkan pasangannya untuk salong mencintai pasangannya setiap hari. Tak ada kitab suci dalam Al Quran maupun Hadis yang menyatakan bahwa umat muslim harus menunjukkan cinta dan emosi dalam satu waktu saja.
Sebaliknya, islam adalah agama kasih sayang yang menyarankan menunjukkan cinta kepada teman dan keluarga secara teratur. Hal ini tercantum dalam hadits, yang berbunyi:
“Jika seorang pria mencintai saudaranya, biarkan dia mengatakan kepadanya bahwa dia mencintainya.”
Dari semua alasan di atas, memperjelas bahwa perayaan Valentine Day haram. Oleh sebab itulah, ada baiknya Sobat Cahaya Islam tidak merayakan Hari Valentine lagi.
































