Adzan Saat Kebakaran – Sobat Cahaya Islam, hingga saat ini, masih saja kita mendengar berita terjadinya kebakaran. Biasanya, saat terjadi kebakaran, Sebagian orang mencoba memadamkan api dengan menyiram air, Sebagian menelpon pemadam kebakaran (damkar), dan yang lainnya hanya panik sambil teriak-teriak.
Padahal, ada kesunnahan yang bisa para muslim lakukan saat terjadi kebakaran. Sayangnya, mereka masih jarang yang mengamalkan satu sunnah Rasulullah ﷺ yang luar biasa ini, yaitu mengumandangkan adzan. Tentu saja, sunnah ini patut kita hidupkan kembali, bukan hanya sebagai bentuk ketaatan, tetapi juga sebagai perlindungan spiritual di tengah musibah.
Dalil Sunnah Mengumandangkan Adzan Saat Kebakaran
Adzan adalah syiar Islam yang biasa ummat muslim kumandangkan saat masuk waktu shalat. Namun siapa sangka, Rasulullah ﷺ juga menganjurkan adzan ketika terjadi kebakaran? Hal ini terdapat dalam hadits yang shahih:
عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: “إِذَا رَأَيْتُمُ النَّارَ فَكَبِّرُوا، فَإِنَّ التَّكْبِيرَ يُطْفِئُهَا”.
Artinya: “Jika kalian melihat api, maka bertakbirlah, karena takbir itu dapat memadamkannya.” (1)
Sebagian ulama memahami hadits ini sebagai dasar bahwa dzikir, termasuk adzan dan takbir, memiliki efek spiritual yang dapat melindungi manusia dari bahaya, termasuk api. Bahkan dalam riwayat yang lain, ada keterangan bahwa adzan mampu mengusir setan – makhluk dari api – yang bisa memperparah suasana mencekam dalam musibah kebakaran.
Hikmah Adzan Ketika Kebakaran: Perlindungan Lahir dan Batin


Sobat Cahaya Islam, mengumandangkan adzan saat terjadi kebakaran mengandung banyak hikmah. Pertama, secara spiritual, adzan merupakan panggilan kepada Allah. Saat seseorang mengumandangkan adzan, malaikat turun dan rahmat Allah melimpah. Ini menjadi sebab turunnya pertolongan Allah ﷻ.
Kedua, adzan juga bisa menenangkan orang-orang di sekeliling. Di tengah kepanikan, suara adzan dapat menjadi pengingat bahwa Allah lebih besar dari api yang membara. Jadi, takbir dalam adzan memberi keberanian dan harapan.
Ketiga, menghidupkan sunnah ini berarti menunjukkan bahwa Islam tidak hanya urusan masjid, tapi juga hadir dalam setiap aspek kehidupan. Bahkan dalam keadaan darurat, Islam tetap memberi tuntunan.
Menghidupkan Sunnah yang Hampir Dilupakan
Zaman sekarang, sangat sedikit umat Islam yang tahu atau mengamalkan sunnah ini. Ketika terjadi kebakaran, yang terpikir hanya air, alat pemadam, dan petugas damkar. Padahal, pertolongan Allah lebih utama dan wajib diharapkan.
Sobat Cahaya Islam, mari kita hidupkan kembali sunnah ini. Jika suatu saat terjadi kebakaran – semoga Allah jauhkan kita darinya – jangan hanya panik dan berlarian. Tetapi, kumandangkan adzan dengan penuh keyakinan! Selain itu, jadikan sunnah ini bagian dari reaksi tanggap darurat, selain upaya lahiriah!
Menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ, meskipun terlihat sederhana, akan bernilai besar di sisi Allah. Dan siapa tahu, dari lantunan adzan itulah Allah turunkan hujan, atau ilhamkan jalan keluar dari musibah.
Semoga kita termasuk orang-orang yang menjaga dan menghidupkan sunnah Nabi ﷺ, termasuk yang mungkin telah dilupakan oleh banyak orang. Aamiin.
Referensi:
(1) Shahih Al-Jami’, no. 6465
































