Terlarangnya Toleransi Dalam Urusan Akidah Menurut Islam

0
1373
toleransi dalam urusan akidah

Toleransi dalam urusan akidah – Sobat Cahaya Islam, agama islam selalu mengajarkan pentingnya memiliki sikap toleransi terhadap apapun. Walaupun begitu, ternyata umat islam juga perlu tahu apa saja batasan-batasan dalam toleransi. Adapun salah satunya adalah terlarangnya toleransi dalam urusan akidah.

Artinya, islam melarang umatnya mempertukarkan aqidah atau ikut serta dalam peribadatan dalam agama lain. Terlarangnya toleransi dalam hal aqidah juga mengartikan Sobat tidak boleh mengikuti ajaran agama lain. Bagaimana penjelasan selengkapnya? Sobat bisa simak informasi di bawah ini.

Islam Melarang Toleransi Dalam Urusan Akidah

Sobat Cahaya Islam, toleransi adalah sebuah sikap saling menghargai dan menghormati antar kelompok atau individu dalam masyarakat. Sikap toleransi meminimalisir terjadinya diskriminasi, walaupun ada perbedaan di tengah masyarakat.

Di dalam islam, sangat jelas menunjukkan bahwa islam adalah agama yang begitu toleran. Bahkan Nabi Muhammad SAW juga menunjukkan dirinya sebagai orang yang begitu toleran. Rasulullah pun siap bekerjasama dengan orang non muslim untuk saling melindungi saat diserang musuh.

Tetapi seperti yang disinggung sebelumnya, islam melarang dengan tegas toleransi dalam urusan akidah. Ini pun termasuk batasan dalam hal toleransi dan harus selalu dijaga supaya umat islam tetap berada di jalan kebenaran.

Ketetapan Terlarangnya Toleransi dalam Akidah

toleransi dalam urusan akidah

Penolakan toleransi dalam hal akidah pun pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kala itu, Nabi Muhammad SAW pernah diajak bertukar ibadah oleh kalangan Quraisy.

Mereka pun menawarkan diri bertukar ibadah dengan cara bergiliran. Misalnya saja, hari ini kaum Quraisy mengikuti ibadah umat islam, namun esok harinya umat islam harus ikut ibadah kaum kafir.

Tetapi tawaran tersebut ditolak dan kemudian turun surat Al Kafirun ayat 6,

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ

Artinya: “Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku.” (Q.S Al Kafirun ayat 6)

Ayat di atas menjelaskan bahwa dalam islam, tidak ada yang namanya toleransi dalam urusan akidah. Sebagai contoh, ketika mengikuti doa bersama antar umat agama lain, maka muslimin harus membaca doanya sendiri. Selain itu, umat islam juga tidak boleh ikut mengamini doa agama lain selain islam.

Batasan Toleransi dalam Islam

Sobat Cahaya Islam, ternyata masih ada batasan lain dalam hal toleransi selain yang berkaitan dengan akidah. Batasan-batasan tersebut perlu Sobat ketahui agar tidak melenceng dari ajaran agama dengan alasan toleransi. Batasan toleransi dalam islam, antara lain:

1.  Toleransi di Bidang Akhlak

Sobat, islam juga membatasi toleransi di bidang akhlak. Oleh sebab itu, saat seorang muslim melihat sebuah kemungkaran dalam ajaran islam, segera lakukan pencegahan atau nahi munkar. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda,

 “Barangsiapa di antara kamu melihat kemunkaran, hendaklah ia mencegah kemunkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan, jika tidak mampu juga, hendaklah mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim, no. 49).

2.   Toleransi dalam Interaksi Sosial

toleransi dalam urusan akidah

Dalam urusan interaksi sosial, juga ada batasan yang harus umat islam ketahui. Dalam Al Qur’an, Allah SWT berfirman

لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

Artinya: “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (Q.S Mumtahanah ayat 8) 

Dari ayat tersebut, bisa Sobat pahami bahwa seorang muslim boleh saja berinteraksi dengan umat beragama lain. Selama interaksi tersebut tidak mengancam harga diri, harta, jiwa, atau wilayah kaum muslimin.

3.  Toleransi dalam Ekonomi

Sobat, agama islam tidak memberikan atau membatasi toleransi terhadap aktivitas ekonomi yang menguntungkan sebelah pihak saja. Selain itu, ada juga batasan di bidang muamalah lain seperti pidana, politik, sampai keluarga.

Sobat Cahaya Islam, kini Sobat sepatutnya sudah memahami tentang terlarangnya toleransi dalam urusan akidah. Pahami semua hal tersebut agar Sobat tidak tersesat dan selalu berada di jalan yang lurus. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY