Tanda Islam menjadi asing – Sobat Cahaya Islam, dalam kehidupan yang semakin modern dan penuh gemerlap dunia, kita perlu merenungi kembali sabda Rasulullah SAW mengenai tanda Islam menjadi asing lagi. Apa maksudnya? Apakah saat ini kita sedang berada dalam fase tersebut? Dan apa yang bisa kita lakukan sebagai umat Islam agar tetap berada di jalan yang benar?
Islam Datang dalam Keadaan Asing
Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali menjadi asing sebagaimana awal datangnya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.” 1
Hadis ini memberikan sinyal bahwa akan datang suatu masa di mana Islam tidak lagi dipahami, tidak lagi dijalankan dengan sepenuh hati, bahkan dianggap aneh oleh sebagian masyarakat. Dalam kondisi seperti itu, orang yang tetap teguh menjalankan ajaran Islam justru menjadi orang asing di tengah keramaian.
Tanda Islam Menjadi Asing Lagi dalam Kehidupan Kita
Berikut adalah beberapa tanda Islam menjadi asing lagi yang bisa kita lihat hari ini:
1. Orang yang taat justru dianggap fanatik
Mereka yang shalat lima waktu, menjaga aurat, atau berdakwah malah disebut “ekstrem”.
2. Syariat Islam dijauhkan dari kehidupan sosial
Banyak orang memisahkan antara agama dan kehidupan. Agama hanya dianggap urusan pribadi, bukan bagian dari solusi sosial.
3. Menjalankan sunnah dianggap kuno
Sunnah Nabi SAW seperti memelihara jenggot, makan dengan tangan kanan, atau berbusana syar’i seringkali dianggap tidak relevan.
4. Ilmu agama tidak lagi diutamakan
Orang tua lebih senang anaknya mahir matematika daripada bisa membaca Al-Qur’an dengan tartil.
5. Amar ma’ruf nahi munkar ditinggalkan
Banyak orang memilih diam saat melihat kemaksiatan, karena takut disebut sok suci.
Al-Qur’an Menjawab Fenomena Ini
Al-Qur’an pun telah memberi gambaran mengenai umat yang menjauh dari petunjuk:
1. وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًۭا
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” 2
Sobat cahaya Islam perlu peka mengenai kondisi zaman seperti sekarang ini. Memberikan ancaman kepada setiap manusia yang berbalik kepada Allah akan merasakan kehidupan yang terasa sempit.


Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman:
فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلشَّهَوَٰتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَي
“Maka datanglah setelah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu, kelak mereka akan tersesat.” 3
Ayat tersebut mengingatkan kita bahwa apabila seseorang banyak yang menyia-nyiakan salat dan mulai mengikuti hawa nafsunya maka mereka akan tersesat. Namun sebenarnya mudah bagi Allah untuk mengganti umat yang tidak baik dengan umat yang lebih baik.
Apa yang Harus Kita Lakukan?
Sobat Cahaya Islam, ketika Islam menjadi asing lagi, bukan berarti kita ikut-ikutan larut dalam keasingan. Justru kita harus menjadi bagian dari “al-ghuraba”, yaitu kelompok asing yang tetap teguh memegang nilai-nilai Islam.
Beberapa langkah yang bisa kita lakukan:
- Belajar agama secara rutin, baik melalui kajian, buku, atau guru yang benar.
- Menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW, walaupun terlihat kecil.
- Mengajak keluarga dan sahabat untuk kembali ke jalan Islam.
- Tetap bersabar dan istiqamah meskipun dianggap berbeda.
- Tidak takut disebut aneh, selama yang kita lakukan benar menurut Allah dan Rasul-Nya.
Sobat Cahaya Islam, menjadi asing karena berpegang teguh pada Islam bukanlah aib. Justru di situlah letak kemuliaannya.
Maka, mari kita sambut tanda Islam menjadi asing lagi ini bukan dengan rasa takut, tapi dengan semangat untuk kembali menjadi bagian dari Islam yang murni dan lurus. Semoga Allah membimbing kita agar menjadi umat yang selalu mendapatkan petunjuk dan pertolongan Allah.






























