Tafsir Bacaan Ta’awudz – Sebagai umat muslim, sobat Cahaya Islam pasti sudah tahu lafadz bacaan ta’awudz. Bacaan ta’awudz juga sering disebut isti’adzah. Sebenarnya, ada beberapa lafadz bacaan ta’awudz. Tapi, lafadz bacaan ta’awudz yang paling populer adalah أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم yang artinya ‘aku minta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk’.
Membaca Ta’awudz Sebelum Membaca Al-Qur’an?
Meski ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa kesunnahan melafadzkan ta’awudz adalah setelah membaca Al-Qur’an, mayoritas ulama sepakat bahwa sunnah membaca ta’awudz sebelum membaca Al-Qur’an.
Dalil membaca ta’awudz sendiri ada dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl Ayat 98 sebagai berikut:
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Apabila kamu membaca Al-Qur’an, hendaklah kamu minta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (1)
Dari ayat di atas, jelas bahwa kita diperintahkan untuk membaca ta’awudz sebelum/sesudah membaca Al-Qur’an.
Membaca Ta’awudz Saat Ditimpa Godaan Syaitan
Dalam ayat lain, Allah juga berfirman:
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Dan jika kamu ditimpa godaan syaitan, berlindunglah kepada Allah.” (2)
Jadi, Allah menyuruh membaca ta’awudz bukan hanya saat membaca Al-Qur’an, namun kapan saja kita merasakan godaan syaitan, maka kita harus segera membaca ta’awudz sebagai bentuk permintaan perlindungan kepada Allah.
Tafsir Bacaan Ta’awudz atau Isti’adzah
Dengan membaca ta’awudz, artinya kita minta perlindungan kepada Allah dari segala macam bentuk godaan syaitan. Godaan syaitan sendiri sangat banyak bentuknya seperti menghalangi manusia melaksanakan perintah Allah, mengajak manusia berbuat maksiat, dll.
Kemudian, syaitan sendiri bukan hanya dari jin tetapi juga manusia. Seperti yang telah Allah sebutkan dalam surat An-Nas, syaitan bisa berasal dari golongan manusia dan jin.
Syaitan adalah makhluk yang terkutuk. Pasalnya, Allah mengutuk syaitan dari golongan jin yaitu iblis menjadi penghuni neraka karena membangkang saat Allah memerintahkannya untuk bersujud pada Adam. Jadi, siapapun yang ikut bujuk rayu syaitan juga akan masuk neraka. Itulah kenapa kita harus minta perlindungan dari syaitan, dan hanya Allah lah yang dapat memberikan perlindungan tersebut.
Referensi:
(1) An-Nahl Ayat 98
(2) Al’A’raf Ayat 200




































