Batas Waktu Mencukur Bulu Kemaluan, Seberapa Sering Idealnya?

0
1171
Batas Waktu Mencukur Bulu Kemaluan

Batas Waktu Mencukur Bulu Kemaluan – Dari segi medis, mencukur bulu kemaluan bagus manfaatnya untuk kebersihan dan kesehatan. Begitu juga dalam Islam, hal itu termasuk fitrah dan kesunnahan. Tapi, berapa lama batas waktu ideal untuk mencukur bulu kemaluan? Apakah ada panduan dari Al-Qur’an maupun sunnah?

Hukum Mencukur Bulu Kemaluan

Dalam sebuah hadits sohih, Rasulullah pernah bersabda:

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ

“Ada 5 fitrah: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak.” (1)

Dalam syariat Islam, mencukur bulu kemaluan disebut istihdaad, yaitu mencukur bulu atau rambut di sekitar kemaluan menggunakan sesuau yang tajam seperti gunting atau pisau cukur. Manfaatnya, tubuh akan menjadi indah dan bersih dan berdampak pada kesehatan. Dalam hal ini, tidak ada larangan untuk mencukur habis, bahkan mencabutnya.

Hal ini juga berlaku untuk bulu ketiak, hendaknya kita mencukur, menggunting, atau mencabutnya. Selain bersih, hal ini juga mencegah bau akibat kotoran-kotoran yang menempel di ketiak maupun bulu ketiak.

Baik mencukur bulu ketiak maupun kemaluan, keduanya termasuk sunnah fitrah, yakni jika melakukannya membuat pelakunya sesuai dengan tabiat yang Allah tetapkan pada hamba-hamba-Nya. Faedahnya, menjalankan sunnah fitrah ini dapat mendatangkan manfaat baik diniyyah maupun duniwiyyah.

Berapa Lama Batas Waktu Mencukur Bulu Kemaluan?

Sebaiknya, kita tidak membiarkan bulu kemaluan tumbuh lebih dari 40 hari. Hal ini berdasarkan dalil hadits dari Anas bin Malik di bawah ini:

وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ وَنَتْفِ الْإِبِطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Kami diberi batas waktu (oleh Rasulullah) dalam mencukur kumis, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, dan mencabut bulu supaya kami tidak membiarkannya lebih dari 40 malam/hari.” (2)

Pasalnya, jika bulu kemaluan, bulu ketiak, kumis, maupun kuku dibiarkan lebih dari 40 hari, maka kotoran akan menumpuk dan itu tidak bagus untuk kesehatan maupun penampilan. Itulah kenapa hendaknya kita rutin mencukur bulu kemaluan, kumis, bulu ketiak, dan memotong kuku.

Bolehkah Mencukur Bulu Kemalian Kurang atau Lebih dari 40 Hari?

Menurut An-Nawawi, bukan berarti kita tidak boleh mencukur bulu kemaluan sebelum 40 hari, ataupun membiarkannya lebih dari waktu tersebut. Meski ada batasan waktu tertentu, namun melakukan hal ini adalah sesuai kebutuhan. Artinya, kapan saja kita butuh mencukurnya, maka itulah waktu terbaik untuk melakukannya.

Kesimpulannya, waktu terbaik mencukur bulu kemaluan bisa berbeda-beda tiap orang. Pasalnya, ada yang cepat panjang, tapi ada juga yang lama. Jika memang bulu kemaluan sudah panjang, sebaiknya kita segera mencukurnya. Jangan malah membiarkannya atau menunggu sampai 40 hari. Apalagi jika sudah punya pasangan, maka kebersihan di sekitar kemaluan harus menjadi perhatian lebih.


Referensi:

(1) H.R. Bukhari 5891

(2) H.R. Muslim 258

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY