Syubhat Ateisme Menantang Eksistensi Allah dalam Kapasitas Akidah yang Benar

0
481
Syubhat ateisme menentang eksistensi Allah

Syubhat ateisme menentang eksistensi Allah – Dalam kajian aqidah yang benar, umat Islam mengimani perkara Rukun Iman. Iman kepada Allah merupakan inti dari semuanya dan termasuk mengimplikasikan rukun-rukun iman yang lainnya. Oleh karena itu, wajib memahami syubhat ateisme menentang eksistensi Allah agar tidak terjerumus dalam kemungkaran.

Syubhat Ateisme Menentang Eksistensi Allah

Melalui kalimat ta’awudz membuktikan bahwa bukti keberadaan Allah sangat banyak. Bahkan secara logika berpikir mudah untuk membuktikan eksistensi Allah. Berikut ini beberapa syubhat ateisme menentang eksistensi Allah yang berkembang di masyarakat:

1.     Siapa yang Menciptakan Allah?

Untuk menjawab siapa yang menciptakan Allah, maka harus menggunakan logika yang telah dipakai oleh para ulama terdahulu. Untuk memahami pertanyaan ini, maka bisa menganalogikan pada contoh ini. A dibuat oleh B, sedangkan B dibuat oleh C dan selanjutnya hingga berakhir pada Z.

Artinya, tidak mungkin ada A kecuali B telah membuatnya. B tidak mungkin dibuat oleh C dan begitu selanjutnya. Secara tasalsul silsilah, maka A berhenti pada satu titik, yaitu Allah. Kenyataannya, A telah ada terlebih dahulu.

Syubhat ateisme menentang eksistensi Allah

Ketika manusia bisa menggunakan logika sederhana untuk memahami keberadaan Allah, maka ta’awudz menjadi syubhat orang-orang ateis.

2.     Allah Harus Tertangkap Indra Penglihatan

Untuk menjawab Allah harus tertangkap indra penglihatan, maka Anda bisa melihat ayat Al Qur’an yang menjelaskan eksistensi Allah berikut ini:

“dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?.” 1

Sebagai contoh, bagaimana yang baru saja lahir bisa menyusu kepada ibunya? Seandainya ada seribu doktor atau profesor yang mengajarkan sesuatu kepada anak baru, maka tidak akan ada yang mampu mengajarkan. Tidak adanya dalil untuk Allah harus tertangkap indra penglihatan bukan berarti tidak ada. Sebab, bisa saja jawaban berada pada dalil lainnya.

Syubhat ateisme menentang eksistensi Allah, maka umat Islam bisa menunjukkan adanya Allah bukan hanya pada satu bukti. Banyak teori yang merumuskan dampak, bukan karena melihat secara langsung. Intinya, manusia tidak perlu melihat Allah secara langsung untuk menunjukkan bahwa Sang Pencipta benar-benar ada.

Manusia bisa merasakan hadirnya Allah cukup dengan melihat makhluk atau alam yang begitu indah. Logika sederhananya, mustahil nahkoda berjalan tanpa adanya nahkoda. Keteraturan alam semesta tidak luput dari Allah. Orang-orang atheis berusaha membuat teori terciptanya alam semesta berasal dari Big Bang.

Pada dasarnya, Allah tidak terlihat karena ketidakmampuan penglihatan manusia. Hadist yang mendukung pemikiran ini yaitu:

“Ketahuilah bahwasanya kalian tidak akan bisa melihat Rabb kalian hingga kalian meninggal.” 2

Fitrah Manusia Mengakui Kehadiran Allah

Menanggapi syubhat ateisme menantang eksistensi Allah bisa Sobat Cahaya Islam jawab dengan fitrah manusia mengakui kehadiran Allah. Meski hakikat Allah tak pernah umatNya kenali secara sempurna, akan tetapi manusia bisa mendapatkan keyakinan akan keberadaannya.

Konsep keberadaan Allah sudah ada dalam benak manusia. Sejatinya manusia telah mengakui bahwa Allah merupakan pencipta dari seluruh entitas dan eksisten yang ada di dunia ini. Allah Maha Kuasa melakukan segala perbuatan, kendati sebagian manusia tak mempercayai keberadaannya.

Syubhat ateisme menentang eksistensi Allah

Adanya syubhat ateisme menentang eksistensi Allah akan memberi banyak pelajaran kepada umat Islam yang menjunjung tinggi iman. Sudah menjadi fitrah manusia untuk mengenali Allah sebagai pencipta alam semesta beserta isinya. Penjelasan eksistensi Allah bisa Sobat Cahaya Islam temukan pada beberapa hadist dan ayat Al Qur’an.


  1. (QS. Adz-Dzariyat: 21) ↩︎
  2. (HR An-Nasai nomor 7716) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY