Surga Bukan Tujuan Utama Kita Beribadah Kepada Allah, Lantas Apa?

0
41

Surga – Penciptaan surga dan neraka pada hakikatnya adalah untuk sebagai peringatan untuk manusia apabila melanggar perintah Allah maka dia akan masuk neraka, akan tetapi apabila taat kepada perintah Allah maka dia akan masuk surga. Maka, jika tujuan utama kita bukanlah surga, lalu apa tujuan kita beribadah kepada Allah selama ini?

Sobat cahaya islam, islam mengajarkan kepada kita untuk beribadah hanya untuk mengharap ridho-Nya semata. Selain itu, beribadah juga harus ikhlas tanpa adanya mengharap suatu imbalan apapun. Kita hidup di dunia ini hanyalah sementara, suatu saat nanti kita juga pasti akan kembali kepada-Nya.

Tujuan Utama Beribadah Selain Surga

Allah menciptakan manusia dan mahluk-mahluk lainnya hanya untuk beribadah kepada-Nya. Mengapa? Karena Dialah yang telah menciptakan kita dari yang semula tiada menjadi ada di dunia ini. Hal ini senada dengan ayat yang berbunyi:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون

“Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz –Dzariyat: 56 )

Adapun tujuan utama kita beribadah kepada Allah, diantaranya:

  1. Sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah
  2. Sebagai bentuk pengabdian kita kepada Allah
  3. Sebagai bentuk ketakwaan hati
  4. Agar mendapatkan pahala yang dijanjikan oleh Allah
  5. Agar mendapatkan ampunan dari Allah atas dosa-dosa kita yang telah lalu
  6. Sebagai bentuk rasa tawakkal kita kepada Allah

Ada beberapa tingkatan kualitas dalam ibadah seseorang, yaitu diantaranya:

Ibadatul Abid

Seseorang beribadah kepada Allah dikarenakan rasa takutnya kepada siksa Allah. Tingkatan ibadah seperti ini layaknya ibadah seorang budak yang takut kepada majikannya.

Ibadatut Tujjar

Ibadah seperti ini biasa disebut dengan tingkatan ibadah pedagang. Hal ini dikarenakan seseorang yang berada dalam tingkatan ibadah ini biasanya mengharapkan surga atau sesuatu sebagai balasan dari ibadahnya kepada Allah.

Ibadatul Akhyar

Tingkatan ini merupakan ibadah yang biasanya hanya dilakukan oleh orang-orang yang terpilih saja. Salah satunya adalah Nabi Muhammad SAW dan Ali bin Abi Thalib. Tingkatan ibadah seperti ini adalah tingkatan ibadah yang tertinggi.

Seseorang yang ibadahnya dalam tingkatan ini, biasanya beribadah sebagai suatu kebutuhan mutlak untuk dirinya yang harus dipenuhi seperti kebutuhan primer. Apabila tidak dipenuhi, maka seperti ada yang hilang dalam hidupnya.

Jika ada tingkatan kualitas beribadah, maka pasti juga ada tingkatan motivasi dalam beribadah. Adapun diantaranya adalah sebagai berikut:

Ibadah Al-Mukrahim

Dalam tingkat ini, ibadah hanyalah dikerjakan karena merupakan suatu kewajiban dari Allah. Jenis motivasi ini merupakan tingkat yang terendah. Ibadah hanya dikerjakan untuk menggugurkan kewajiban saja.

Ibadah Al-Ummat

Ibadah hanya dilakukan seseorang dengan harapan memperoleh ganti sebagai upah dari ibadah kepada Allah. Contoh dalam kehidupan nyata, apabila kita merenovasi rumah kita pasti butuh beberapa kuli bangunan. Nah, kuli bangunan tersebut bekerja siang dan malam agar cepat selesai pekerjaannya. Setelah itu, mereka pasti akan meminta bayarannya kepada kita.

Ibadah Al-Muthi’in

Motivasi seseorang dalam beribadah dikarenakan ketundukkan kepada Allah. Beribadah tidak lagi karena dipaksa atau disuruh oleh orang tua. Beribadah sudah merupakan kebiasaan yang telah mengakar dalam dari dirinya sendiri.

Ibadah Al-Mutaladzidzin

Jenis ini merupakan puncak tertinggi dari semua motivasi dalam beribadah. Dalam tingkatan seperti ini, seseorang merasakan ibadah merupakan suatu kelezatan atau manisnya iman.

Itulah tujuan utama dalam beribadah selain masuk surga. Ibadah bukan hanya merupakan suatu kewajiban yang di bebankan kepada manusia dan mahluk ciptaan-Nya. Akan tetapi, lebih dari itu. Ibadah merupakan tujuan utama kita dalam menghamba kepada Allah.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!