Suami membantu pekerjaan istri – Dalam hubungan suami istri terkadang menjadi perdebatan, terutama dalam hal tugas rumah tangga. Suami membantu pekerjaan istri menjadi salah satu sunnah yang mulai ditinggalkan. Padahal pekerjaan istri sangat banyak di rumah, tidak hanya bersih-bersih, namun juga harus mengasuh dan mendidik anak.
Anggapan Suami Membantu Pekerjaan Rumah karena Takut Istri
Menjalani kehidupan rumah tangga memang tidak mudah karena banyak tanggung jawab yang harus Sobat Cahaya Islam emban. Beban tanggung jawab yang berat tak jarang suami dan istri harus pandai bekerja sama untuk meringankannya. Anggapan suami bantu pekerjaan rumah karena takut istri ternyata salah besar.
Di samping sebagai kepala keluarga berkewajiban mencari nafkah, ternyata juga ikut membantu pekerjaan atau tugas di rumah. Padahal dalam Islam mengajarkan agar suami harus selalu berbuat baik kepada istri. Suami terbaik adalah yang selalu membantu urusan istri di rumah.
Oleh karena itu, membantu pekerjaan istri di rumah termasuk bentuk perbuatan baik. Selain itu membantu istri juga termasuk menunjukkan keluhuran akhlak suami. Rasulullah pun mencontohkan ketika berada di tengah keluarga sebagaimana hadits tentang membantu istri berikut ini:
Dari Al-Aswad, ia bertanya pada ‘Aisyah, “Apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan ketika berada di tengah keluarganya?” ‘Aisyah menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan keluarganya di rumah. Jika telah tiba waktu shalat, beliau berdiri dan segera menuju shalat.” 1
Sikap Rasulullah SAW membantu pekerjaan di rumahnya merupakan teladan dan tanda ketawadhu’an. Oleh karena itu, suami membantu pekerjaan istri di rumah termasuk sunnah Nabi. Hendaklah seseorang bisa mengurus pekerjaan rumah baik yang menyangkut perkara di dunia maupun akhirat.
Suami Membantu Pekerjaan Istri dan Pendapat Para Ulama
Membantu urusan rumah tangga termasuk kebiasaan orang-orang shalih. Ketawadhu’an ini nantinya membuat Allah meninggikan derajat sebagaimana hadist berikut ini:
Tidaklah seseorang tawadhu’ (merendahkan hati) karena Allah melainkan Dia akan meninggikan derajatnya.” 2
Kriteria suami terbaik yaitu yang berbuat baik kepada istri, anak, dan keluarganya. Berbuat baik kepada istri juga menjadi salah satu cara mencapai rumah tangga yang harmonis serta mendapat keberkahan. Suami yang sering membantu istri telah menunjukkan kasih sayang.


Selain itu, suami membantu pekerjaan istri juga menjadi cara meningkatkan kualitas hubungan berumah tangga. Banyak suami yang bertanya, siapakah yang berkewajiban mengerjakan pekerjaan rumah tangga? Pada hakikatnya, pekerjaan rumah tangga merupakan kewajiban seorang suami.
Walaupun pada akhirnya banyak perbedaan mengenai kewajiban rumah tangga menjadi tanggung jawab suami. Berikut ini pendapat ulama mengenai kewajiban pekerjaan rumah tangga:
1. Ulama yang Sependapat
Sebagian ulama menyatakan suami membantu istri tidak menjadi masalah. Sebab, sebenarnya suami wajib mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, termasuk mencuci, memasak dan lainnya. Namun, para ulama sepakat mengenai pendapat pertama ini.
Empat mazhab sepakat bahwa pekerjaan rumah tangga merupakan kewajiban seorang suami. Al Hanafiyah, Al Malikiyah, Asy Syafi’iyah semua sepakat bahwa para istri tidak memiliki kewajiban berkhidmat kepada suami. Secara umum, ulama cenderung sepakat bahwa urusan pekerjaan rumah tangga bukan menjadi tanggung jawab istri.
Jika istri mengerjakan pekerjaan rumah tangga berarti ibadah sunnah dan akan menambah nilai pahalanya. Di Indonesia secara umum kebiasaan mengurus rumah tangga merupakan kewajiban istri.
2. Ulama yang Tak Sependapat
Sedangkan ulama lain memiliki pandangan berbeda. Untuk pekerjaan rumah tangga bukan termasuk kewajiban suami.
Tidak ada yang salah ketika suami membantu pekerjaan istri di rumah. Sebab, membantu istri bernilai ibadah dan akan menunjukkan ketawadhuan seorang suami sebagaimana yang Rasulullah contohkan.
































