Politisi Desmond Mahesa – Kabar duka kembali meliputi masyarakat Indonesia terutama di kalangan wakil rakyat. Kali ini kabar tersebut datang dari politisi Desmond Mahesa.
Desmond Mahesa adalah wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Tak heran jika banyak pelayat dari kalangan politisi datang ke pemakamannya.
Politisi Desmond Mahesa Meninggal Dunia
Berdasarkan informasi yang beredar, politisi Desmond Mahesa meninggal dunia pada hari Sabtu tanggal 24 Juni 2023 di pagi hari. Habiburokhman selaku Waketum Partai Gerindra membenarkan kabar duka tersebut.
Kabarnya, Desmond Mahesa meninggal dunia di Rumah Sakit Mayapada yang ada di Jakarta. Desmond Mahesa adalah politis kelahiran Banjarmasin pada tanggal 12 Desember tahun 1965 silam.
Ia dikenal sebagai mantan aktivitas 1988 yang berkiprah di lembaga bantuan hukum sebelum menjadi seorang politisi. Ahmad Sahroni selaku Wakil Ketua Komisi III DPR mengenang sosok Desmond Mahesa.
Menurutnya, Desmond Mahesa adalah sosok politisi dengan warna yang berbeda. Ia mengaku banyak belajar dari mendiang yang dikenal tegas tetapi sederhana itu.
Sahroni menuturkan perkenalan dengan Desmond sudah terjalin sebelum duduk sebagai legislator. Lebih lanjut, ia mengaku Desmond adalah orang yang humble dan baik meskipun keras.
Melayat dalam Islam
Sobat Cahaya Islam, selain politisi Desmond Mahesa, sudah banyak orang yang berpulang mendahului kita. Saat pemakaman berlangsung, Sobat pastinya melihat banyak orang berdatangan untuk melayat atau takziyah.
Takziyah sendiri merupakan kegiatan yang sering dilakukan saat ada orang meninggal dunia. Dalam islam, sejatinya takziyah perlu dipenuhi dengan nilai-nilai Islami.
Jangan sampai takziyah hanya menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Selain itu, jangan sampai takziyah sekedar bertujuan untuk mendapat bingkisan dari keluarga mendiang.
Padahal maksud dari takziyah adalah menghibur, menyampaikan duka cita, dan berbela sungkawa. Oleh sebab itu, ada baiknya Sobat niatkan takziyah hanya kepada Allah SWT.
Tujuan Takziyah dalam Islam
Sobat Cahaya Islam, berikut ini ada beberapa tujuan dari takziyah dalam pandangan islam:
1. Menolong Keluarga dari Orang yang Meninggal Dunia
Hukum takziyah yaitu sunnah atau dianjurkan. Meskipun ada orang yang mengurus jenazah, hukum takziyah tetap sunnah.


Dasar dari takziyah adalah saling menolong antar sesama muslim terutama dalam kebaikan dan ketakwaan. Hal ini sejalan dengan:
وَتَعاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوى وَلا تَعاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran,” (QS. Al-Maidah [al-Maidah [5]: 2).
2. Mengurangi Kesedihan Keluarga Orang yang Meninggal Dunia
Dengan takziyah, besar harapan bisa mengurangi kesedihan serta meringankan musibah keluarga mendiang. Cara menguranginya bermacam-macam mulai dari membantu mengurus jenazah sampai memberikan bantuan berupa materi.
Ini tertuang dalam:
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan : “Takziyah memotivasi orang yang tertimpa musibah agar bisa lebih bersabar, dan menghiburnya supaya bisa melupakannya, meringankan tekanan kesedihan dan himpitan musibah yang menimpanya”. (Al Adzkar an Nawawiyah, hlm.126.).
3. Mendoakan dan Memohon Ampun Bagi Mayit
Saat takziyah, hendaknya Sobat mendoakan dan memohon ampunan untuk mayit. Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَنْ عَزَّى مُصَابًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ
“Barangsiapa yang berta’ziyah kepada orang yang tertimpa musibah, maka baginya pahala seperti pahala yang didapat orang tersebut.” [HR Tirmidzi 2/268]


Terlebih ada beberapa riwayat yang memuat doa-doa khusus untuk mayit, baik saat salat jenazah ataupun di luar salat jenazah. Dengan begitu, besar harapan Allah SWT mengampuni dosa-dosa mayit dan memberikan kebaikan untuk Sobat.
Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa tujuan dari takziyah yang bisa Sobat lakukan ketika ada seseorang yang meninggal dunia. Semoga saja politisi Desmond Mahesa mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.






























