Mosi Tidak Percaya Kepada Pemerintah, Ini Doa Agar Pemimpin Amanah

0
47

Mosi Tidak Percaya – Persatuan masyarakat sipil Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) dengan tegas menyatakan mosi tidak percaya terhadap keputusan pemerintah dan DPR RI. Keputusan tersebut ialah pengesahan Rancangan Undang-Undang atau RUU Cipta Kerja yang disahkan pada Senin (5 Oktober 2020).

Pihaknya menilai pemerintah telah melakukan pengkhianatan kepada rakyat dan konstitusi. FRI juga mengecam sikap DPR yang ngotot untuk mengesahkan RUU disaat kondisi perekonomian Indonesia sedang memburuk akibat pendemi virus corona (Covid-19).

Keputusan tersebut menurut FRI menunjukan bahwa pemerintah dan DPR sudah menjadi investor dan koruptor yang mengancam seluruh rakyatnya. Pemerintah dan aparat juga akan memperkarakan hukum kepada warga yang menolak RUU Cipta Kerja atau berencana mogok kerja.

Namun FRI tetap mengajak masyarakat untuk menggagalkan Omnibus Law. Sobat Cahya Islam, sebagai seorang pemimpin sudah sepatutnya mendengarkan aspirasi masyarakat untuk mencapai kesejahteraan bersama.

 

Rasulullah SAW pun pernah bersabda bahwa seorang pemimpin harus bersikap adil dan pengasih pada rakyatnya. Dengan demikian pemimpin tersebut bisa dikatakan amanah.

Serukan Mosi Tidak Percaya, Ini Pesan Rasulullah SAW dan Bacaan Doa Agar Pemimpin Amanah

Sungguh berat kewajiban yang diemban pemimpin rakyat karena pertanggungjawabannya akan diminta baik di dunia maupun di akhirat. Rasulullah dalam sabdanya pun menegaskan bahwa seorang pemimpin yang tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT maka tidak akan mencium bau surga.

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ عَنْ الْحَسَنِ أَنَّ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ زِيَادٍ عَادَ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ فَقَالَ لَهُ مَعْقِلٌ إِنِّي مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ اسْتَرْعَاهُ اللَّهُ رَعِيَّةً فَلَمْ يَحُطْهَا بِنَصِيحَةٍ إِلَّا لَمْ يَجِدْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi Ma’qil bin Yasar ketika sakit yang membuatnya mati, lantas Ma’qil mengatakan kepadanya, “Saya sampaikan hadits kepadamu yang aku dengar dari Rasulullah SAW.”

Aku (Ma’qil) mendengar Nabi SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba yang Allah beri amanat kepemimpinan, namun dia tidak menindaklanjutinya dengan baik, selain tak bakalan mendapat bau surga.” (HR Bukhari:6617).

Sehingga dalam Islam, amanah merupakan suatu hal yang wajib dipelihara seorang pemimpin. Allah SWT pun dalam surat Al-Anfal memperingati kepada pemimpin yang tidak bisa menjalankan amanahnya.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ

“…Sungguh Allah tidak menyukai para pengkhianat.” (QS Al-Anfal:58)

At-Tabrizi dalam kitabnya yang berjudul An-Nashihat li ar-Ra’i wa ar-Ra’yat tentang kepemimpinan mengatakan bahwa fungsi pemimpin ialah menjaga dan menuntun rakyat dalam koridor keadilan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat. Maka pemimpin wajib menjelaskan ketentuan halal dan haram yang menyangkut ibadah dan muamalah mereka.

Tugas itu juga pernah diemban Rasulullah SAW dan para khalifah penggantinya saat menegakan syiar agama. Selain menyebar nilai-nilai Islam, Rasulullah SAW juga menegakan keadilan kepada seluruh elemen masyarakatnya.

Sobat Cahya Islam, sebagai umat muslim kita bisa turut andil dalam kehidupan bermasyarakat dengan mendoakan kebaikan pemimpin kita agar bersikap amanah dan mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Berikut ini doa yang bisa kita panjatkan setelah melaksanakan salat.

اللهم إني أعوذبك من إمارةِ الصبيان والسفهاء

“Yaa Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.” (Shahih adabul mufrad (47/66)

5 Kewajiban Menjadi Pemimpin dalam Islam

  1. Ikhlas

Seseorang yang siap menjadi seorang pemimpin maka harus mempunyai niat yang sungguh-sungguh untuk menegakan hukum Allah dan Rasull-Nya. Dengan demikian ia akan melaksanakan tanggung jawab dengan lancar dan mendapat kebaikan sesuai dengan janji Allah SWT.

  1. Harus dari Kaum Laki-laki

Meski di Indonesia pernah dipimpin oleh presiden dari seorang perempuan, namun dalam ketentuan agama Islam pemimpin harus dari kaum laki-laki. Baik itu mempimpin dari skala kecil maupun besar.

  1. Tidak Haus Jabatan

Dalam Islam meminta jabatan adalah dilarang dalam kondisi tertentu. Seseorang yang menginginkan sebuah jabatan dalam kepemimpinan maka bisa dipastikan orang tersebut mengorbankan banyak hal termasuk agamanya. Sehingga Rasulullah SAW mengingatkan bahwa betapa beratnya tanggung jawab seorang pemimpin pada hari kiamat nanti.

  1. Bersikap Adil di Antara Manusia

Kewajiban terbesar pemimpin ialah bersikap adil di hadapan masyarakatnya. Jika ternyata ia menyimpang maka tidak akan pernah mencium bau surga.

  1. Bersikap Jujur

Seorang pemimpin sudah sepatutnya menjaga agama, kehormatan dan harta masyarakatnya. Ia juga harus memantau kinerja para pejabat dan pegawainya dalam menjalankan tugasnya dengan jujur  dan rinci.

Meski RUU Cipta Kerja menuai banyak pro dan kontra bahkan tak sedikit pula yang melayangkan mosi tidak percaya. Sebagai kaum muslim kita juga harus memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan pemimpin yang amanah dan adil agar negeri ini damai dan makmur, Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!