Membuka Al Qu’ran secara acak – Saat Sobat dihadapkan pada pilihan yang sulit, Rasulullah mengajarkan untuk mengerjakan shalat istikharah. Ada juga yang menganjurkan membuka AL Qur’an secara acak agar sholat istikharah akan lebih mantap. Namun, benarkah cara ini sesuai dengan syariah Islam atau justru bertolak belakang.
Cara Istikharah Lewat Al Qur’an
Setiap orang pasti pernah dihadapkan pada pilihan sulit dan harus segera untuk memutuskannya. Tentunya Sobat ingin jawaban terbaik dan tepat untuk pilihan tersebut. Dalam Islam, menemukan jawaban atas kebimbangan bisa Sobat lakukan melalui shalat istikharah.
Istikharah adalah salah satu cara memohon petunjuk kepada Allah agar dapat memutuskan pilihan terbaik. Ketika seseorang mengalami kebimbangan, seperti memilih jodoh, pilihan jurusan kuliah dan sebagainya bisa melakukan shalat istikharah.
Selain itu, istikharah juga sebagai wujud manusia merupakan makhluk lemah bahkan dalam membuat keputusan dan membutuhkan pertolongan Allah. Penjelasan istikharah terdapat dalam hadits berikut ini:
Allah Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malamnya hingga tersisa sepertiga malam yang terakhir. Allah berfirman: siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, akan Aku ampuni.” 1


Berikut ini tata cara melakukan sholat istikharah untuk mendapatkan pilihan yang tepat melalui petunjuk dari Allah:
- Suci dari hadas kecil maupun besar dengan berwudhu.
- Memegang Al Qur’an dan membaca surat Al Fatihah dengan menyertakan masalah yang sedang Sobat hadapi.
- Membuka Al Qur’an secara acak
- Hasilnya, Sobat bisa melihat di ayat terakhir yang terlampir dalam Al Qur’an.
Pada halaman yang Sobat buka hitung lebih banyak hukum kho’ atau syin. Ketika lebih banyak huruf kho’ maka hasilnya lebih baik. Sebaliknya, jika Sobat mendapati syin lebih banyak, maka hasilnya kurang baik.
Hukum Membuka Al Qur’an Secara Acak dalam Islam?
Pada dasarnya, membuka mushaf Al Qur’an untuk mendapatkan jawaban dari shalat istikharah tidak ada dasarnya. Berikut ini beberapa alasan bahwa membuka Al Qur’an secara acak tidak sesuai dengan syariat Islam:
Rasulullah tidak pernah mengajarkan tentang menemukan jawaban sholat istikharah dengan membuka Al Qur’an. Pada masa Rasulullah, mushaf Al Qur’an belum tersusun secara lengkap. Ayat-ayat masih terpisah-pisah dalam bentuk lembaran-lembaran.
Bahkan sebagian besar ayat Al Qur’an tidak terbuat dari kertas, melainkan dari pelepah kurma hingga tulang.
Jadi tidak mungkin pada masa itu ada sahabat Nabi yang membuka mushaf Al Qur’an secara acak. Sementara mushaf belum tersusun rapi seperti sekarang ini.
Alasan lainnya mengapa tidak disarankan membuka Al Qu’ran secara acak yaitu karena ayat suci turun sebagai dasar syariah dan berlaku untuk seluruh umat.
Kitabullah turun tidak hanya untuk orang per orang kecuali hal tersebut terjadi pada Rasulullah. Sangat mungkin ayat-ayat tertentu turun sebagai jawaban atas permasalahan yang menimpa para sahabat atau Rasulullah, sebagaimana ayat berikut ini:
“Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki akhirat. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” 2
Ayat tersebut turun karena musyawarah dan mendengar pendapat terkait dengan tawaran perang Badar. Rasulullah dan sebagian besar sahabat berpendapat bahwa sebaiknya tidak membunuh musyrikin. Untuk sekarang ini, menggunakan Al Qur’an yang tidak lagi turun dari langit, tak tepat untuk menggunakan secara acak.
Membuka Al Qur’an secara acak jelas dalam Islam tidak benar. Sebab, belum tentu ayat tersebut menjadi jawaban yang tepat dari masalah. Bahkan bisa saja tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan masalah yang Sobat hadapi.
































