Membina Kesehatan Mental Anak Menurut Islam, Penting Diketahui Para Orangtua!

0
987
Membina kesehatan mental anak

Membina kesehatan mental anak – Dalam pandangan Islam, membina kesehatan mental anak merupakan salah satu aspek penting. Hal itu guna membentuk generasi yang tangguh, berakhlak mulia, dan beriman kuat. Salah satu aspek utama dalam membina mental anak adalah memperkuat hubungan mereka dengan Allah.

Sobat Cahaya Islam, ada beberapa cara penting untuk orangtua agar dapat menjaga kesehatan mental anaknya. Hal itu termasuk membimbing anak-anak mereka menuju kehidupan yang lebih bermakna dan sehat menurut ajaran Islam.

Tips Membina Kesehatan Mental Anak Menurut Ajaran Islam

Dalam Islam, ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua dalam membina kesehatan mental anak. Cara-cara ini didasarkan pada perintah Allah dan ajaran-ajaran dalam agama Islam.

1.      Mengajarkan Anak untuk Dekat dengan Allah

Sejak dini, orangtua dapat membiasakan anak-anak untuk dekat dengan Allah. Ajarkan mereka tentang sifat-sifat Allah yang Maha Penyayang, Maha Pengasih, dan Maha Mengetahui.

Dorong anak-anak untuk berbicara kepada Allah dengan ikhlas dalam doa-doa mereka dan ceritakan tentang keajaiban ciptaan-Nya. Ajak mereka untuk curhat kepada Allah, sehingga mereka bisa merasa tenang dan dapat menyerahkan urusan dunianya kepada Allah.

Membina kesehatan mental anak

Perkenalkan juga anak-anak dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Kandungan yang ada dalam setiap ayat Al-Qur’an dapat membuat anak semakin mengerti akan keangungan Allah SWT. Sehingga mereka bisa lebih dekat lagi kepada Allah SWT.

2.      Mengajarkan Anak untuk Menjaga Shalat

Salah satu kewajiban utama dalam Islam adalah menjalankan shalat. Mulailah mengenalkan anak-anak tentang pentingnya shalat sejak usia dini. Ajarkan mereka arti dan makna dari setiap gerakan dalam shalat, sehingga mereka dapat mengalami kedekatan dengan Allah saat beribadah.

Jika memungkinkan, ajak anak-anak untuk bersembahyang bersama keluarga, sehingga mereka merasakan kebersamaan dalam menjalankan ibadah. Hal kecil semacam ini dapat membuat anak dekat dengan orangtuanya, sehingga kesehatan mentalnya pun dapat terjaga.

3.      Membiasakan Zikir

Zikir adalah bentuk pengingat dan pengagungan terhadap Allah. Ajarkan anak-anak untuk membiasakan diri berzikir setiap hari. Pilihlah zikir yang mudah dihafal dan sesuai dengan usia mereka.

Melalui zikir, anak-anak dapat merasa tenang, khusyuk, dan lebih dekat dengan Allah. Jika hati anak tenang, maka kecil kemungkinan kesehatan mentalnya akan terganggu. Orangtua juga dapat memberikan contoh kepada anak agar anak pun merasa termotivasi untuk mengikutinya.

4.      Perbanyak Berdoa kepada Allah Agar Lebih Tenang

Ajarkan anak-anak bahwa berdoa adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengungkapkan kekhawatiran serta keinginan mereka. Berdoa juga merupakan sarana untuk mencari ketenangan dan kedamaian dalam menghadapi kesulitan.

Membina kesehatan mental anak

Ajari mereka untuk selalu berdoa dalam segala situasi, baik senang maupun sedih, agar mereka merasa didengar dan dicintai oleh Allah.

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

Artinya:

‘(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.’ (QS. Ar-Ra’d:28)

5.      Ajarkan Anak tentang Bersyukur

Bersyukur merupakan salah satu sikap yang sangat dihargai dalam Islam. Ajarkan anak-anak untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada mereka. Dorong mereka untuk merenungkan kebaikan yang mereka terima dan selalu mengingat bahwa setiap nikmat berasal dari Allah.

Dengan memupuk rasa syukur, anak-anak akan lebih mudah melewati tantangan hidup dan belajar untuk tetap sabar dalam menghadapi cobaan. Terkadang depresi diakibatkan oleh sikap diri yang tidak tahan lagi dengan cobaan dalam hidupnya. Sehingga anak yang memiliki gangguan mental akan menyakiti dirinya, bahkan selalu gelisah dalam menjalani hidup.

Maka dari itu, bersyukur sangat diperlukan agar anak merasa cukup atas nikmat yang Allah berikan kepadanya. Bahkan mereka bisa mengerti akan janji Allah tentang hamba-Nya yang bersyukur.

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya:

‘Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim:7)

Dalam membangun mental anak berdasarkan ajaran Islam, penting untuk memberikan contoh yang baik kepada mereka. Kebiasaan dalam beribadah, berdoa, dan bersyukur akan memberikan dampak positif pada pembentukan karakter anak-anak.

Selain itu, komunikasi yang terbuka dan mendengarkan dengan penuh perhatian ketika anak-anak ingin berbicara juga menjadi kunci. Merasa didengarkan dan dihargai akan menjadi kunci untuk orangtua dalam membina hubungan yang kuat antar keluarga.

Dengan membina mental anak berdasarkan nilai-nilai Islam, diharapkan mereka akan tumbuh menjadi individu yang berakhlak baik. Individu yang memiliki rasa empati terhadap sesama dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap langkah kehidupan mereka.

Membina kesehatan mental anak sangat diperlukan dalam proses pendidikan anak dalam keluarga. Mental yang sehat diharapkan menjadi tiang yang kokoh untuk kehidupan anak.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY